Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Perlu Evaluasi, PKM Juga Patut Diapresiasi

Bali Tribune/ Ketua Komisi 1 DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara
Balitribune.co.id | Denpasar - Pemkot Denpasar secara resmi menerapkan Perwali Nomor 32 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) Non PSBB. 
 
Hari pertama pelaksanaan Perwali tersebut pada Jumat (15/5) memang belum berjalan sempurna sehingga diperlukan evaluasi dan perbaikan. Namun demikian, disisi lain pelaksanaan PKM Non PSBB ini ternyata juga memberikan dampak positif  sehingga layak untuk mendapat apresiasi. 
 
Demikian ditegaskan Ketua Komisi 1 DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara, dihubungi melalui saluran telephone, Jumat (15/5) malam. Dikatakan, PKM Non PSBB ini merupakan  upaya yang dilakukan Pemkot Denpasar untuk melindungi masyarakatnya supaya tidak terjangkit wabah virus covid-19 semakin meluas di Kota Denpasar.  Usaha Ini, kata dia, semestinya diapresiasi, karena bertujuan untuk melindungi rakyat dari wabah  Covid-19. "Memang pelaksanaan ini belum berjalan sempurna,  masih diperlukan beberapa evaluasi dan perbaikan-perbaikan, karena memang baru saja berjalan dan  masih penyesuaian," ujarnya. 
 
Politisi yang juga Ketua Satgas Gotong Royong dan Solidaritas Penanganan Covid19 PDI Perjuangan Kota Denpasar ini menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan satgas covid-19 untuk melakukan evaluasi dan usulan-usulan perbaikan.  Hal ini juga sudah saling dipahami,  dan akan dilakukan perbaikan-perbaikan.   Seperti mengupayakan tidak terjadi penumpukan orang berkendaraan, melakukan perlindungan kepada para petugas dengan memakai APD yang baik seperti penggunaan face shield, pakai sarung tangan dan lain-lain. "Kalau pakai masker dan jaga jarak sudah dilakukan," ujarnya.
 
Dikatakan, selama pelaksanaan hari pertama PKM, pihaknya telah melakukan pemantauan di lapangan. Sepanjang pantauannya ternyata, PKM juga berdampak positif terhadap kota Denpasar. "Beberapa ruas jalan di Kota Denpasar sudah ada yang mulai lengang. Hal ini juga menjadi triger kesadaran masyarakat untuk lebih seksama menerapkan protokol kesehatan,  juga triger kesadaran secara kolektif untuk bagaimana supaya virus ini tidak menyebar bahkan secara gotong royong memutus mata rantai penyebaran virus korona ini," ujarnya. 
 
Pihaknya sangat berharap seluruh komponen masyarakat bersatu padu, bergotong royong untuk menghentikan penyebaran Virus Korona ini.  Bila ada hal-hal yang belum paripurna di dalam usaha-usaha yang di lakukan oleh Pemerintah, pihaknya merasa pemerintah sangat terbuka menerima masukan-masukan dari masyarakat,  apalagi masukan yang konstruktif demi meyelamatkan masyarakat Denpasar dan Bali pada umumnya.  "Disaat seperti ini, kita betul-betul  dalam ujian.  Saat mana kita harus diam,  saat mana kita berkomentar.   Menurut saya,  akan lebih baik bertindak yang kecil dan sederhana untuk menyelamatkan Rakyat Denpasar daripada komentar yang selalu mencela,  apalagi komentar itu bisa membikin masyarakat bingung dan panik," tandasnya.
 
Sementara itu secara terpisah,  juru bicara  percepatan penanganan  covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai juga mengakui sudah  melakukan evaluasi terhadap pelaksaan PKM di hari pertama, Jumat (15/5). "Ya kami akan evaluasi terkait sistem pemeriksaan di pos perbatasan pintu masuk Kota Denpasar. Kondisi tadi di lapangan memang ini hari pertama, terjadi penumpukan di salah satu pos perbatasan, dan saat ini kita lakukan evaluasi,” ujar Dewa Rai.
 
Lebih lanjut dijelaskan, penerapan PKM saat ini masih tahap penyesuaian dengan kondisi masyarakat saat ini. Dimana, dengan penerapan PKM kegiatan masyarakat masih dapat terlaksana sebagai mana mestinya, hanya saja dibatasi pelaksanaanya dengan berpedoman pada protokol kesehatan. "Saat ini kan memang belum ada methode yang pasti dapat mencegah atau mengurangi penyebaran Covid-19, saat ini kita semua sedang mencari dan merancang formula yang tepat, dari kondisi inilah yang diperlukan adalah penerapan PKM sambil evaluasi, dan penerapan perwali ini secara teknis setiap minggu akan  kami evaluasi,” kata Dewa Rai.
 
Dewa Rai mengatakan bahwa nantinya penerapan pemeriksaan perbatasan dilaksanakan dengan penambahan jumlah petugas dan dilakukan dengan lebih selektif. Selain itu, dalam proses pemeriksaan sangat dihindari adanya kontak langsung, serta seluruh petugas dapat dilengkapi dengan APD yang memadai. “Kami sudah merancang evaluasi, dan tentu masyarakat diharapkan tidak resah atau khawatir, hal ini dikarenakan seluruh kegiatan msyarakat tetap normal, hanya saja diwajibkan melengkapi surat keterangan yang menjadi persyaratan, serta selalu memperhatikan protokol kesehatan,” jelasnya.
 
Dewa Rai menambahkan, penerapan Perwali PKM ini bukanlah semata-mata untuk membatasi masyarakat. Melainkan mengingat kondisi Kota Denpasar sebagai ibukota Provinsi Bali yang menjadi pusat pergerakan di berbagai bidang. Bahkan, berdasarkan penelitian Balitbang Kota Denpasar, tanpa intervensi pemerintah dan kepatuhan masyarakat, kasus diprediksi mengalami peningkatan yang drastis. “Jadi kami berharap masyarakat tetap waspada dan disiplin mengikuti arahan pemerintah. Keberhasilan dalam menekan penyebaran covid 19, juga sangat tergantung dukungn dan partisipasi masyarakat,” pungkasnya.
wartawan
I Wayan Sudarsana
Category

Ramadhipa Siap Melesat, Jaga Asa Papan Atas Moto3 Junior Aragon

balitribune.co.id | Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, siap menghadapi putaran keenam FIM Moto3 Junior World Championship 2026 di MotorLand Aragón, Spanyol, 25–27 September 2026. Berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 80 poin, Ramadhipa bertekad memanfaatkan dua balapan di Aragón untuk terus bersaing di papan atas.

Baca Selengkapnya icon click

Sensatia Gandeng Seven Clean Seas Bersihkan 173 Kg Sampah di Pantai Padang Galak

balitribune.co.id | Denpasar - Sensatia berkolaborasi dengan Seven Clean Seas menyelenggarakan aksi bersih pantai di Pantai Padang Galak, Bali, pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini melibatkan 75 peserta yang terdiri dari masyarakat setempat dan karyawan Sensatia, yang bersama-sama mengumpulkan sekitar 173 kg sampah dari kawasan pesisir tersebut. Sampah yang terkumpul terdiri dari 41 kg sampah organik, 35 kg sampah plastik, dan 97 kg sampah residu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sengketa Tanah Subak Kerdung, Kuasa Hukum Sebut Ada BAP Palsu

balitribune.co.id | Denpasar – Babak baru persidangan sengketa tanah di Subak Kerdung, Pedungan, mengungkap sejumlah fakta di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (24/9/2026). Tim kuasa hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Darmawan menilai kasus yang menimpa kliennya merupakan bentuk kriminalisasi yang diwarnai dugaan rekayasa dokumen dan BAP palsu.

Baca Selengkapnya icon click

Keluarga Berintegritas, Rumahku Surgaku

balitribune.co.id | Keluarga berintegritas tengah menjadi impian besar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di dalam upaya mereka memberantas korupsi di tanah air. KPK beranggapan bahwa nilai-nilai antikorupsi perlu tumbuh dan dipraktikkan mulai dari keluarga karena keluarga merupakan lingkungan pertama tempat di mana seseorang belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polres Bangli Bongkar Sindikat Jual Beli Bayi Lintas Provinsi

balitribune.co.id | Bangli - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangli berhasil membongkar sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus jual beli bayi. Dalam kasus yang menggegerkan ini, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dan mengamankan empat orang bayi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.