Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Perlu Pemberdayaan Masyarakat Mengawal Kesucian Gunung Batur

Bali Tribune / Prof. Wayan Windia

balitribune.co.id | Denpasar - Kasus wisatawan inisial JDC (WN Kanada), si penari telanjang, cukup banyak mengundang reaksi massa.  Karena diduga keras justru dilakukan di Gunung Batur. Sebuah gunung yang sangat disucikan oleh masyarakat Bali. Sebelumnya telah pula terjadi kasus wisatawan asing yang melakukan adegan sex di kawasan itu. Wisatawan juga pernah menggunakan Pura Mengening sebagai tempat untuk bercinta. Ada juga kasus wisatawan yang berfoto pada bangunan suci.

Ketua Stispol Wira Bhakti, Prof. Wayan Windia mengatakan sangat prihatin dengan kasus-kasus seperti itu. Sebab Wagub Bali, Prof. Cok Ace, sering mengatakan bahwa eksistensi Bali saat ini hanya ditunjang oleh taksu-nya yang berwatak niskala. Sedangkan secara sekala, alam Pulau Bali sudah banyak yang rusak.

Saat ini justru taksu Bali yang mulai dicemarkan. Melalui tindakan yang tidak senonoh dalam alam sakral. Kalau kasus-kasus seperti ini terus berlanjut, maka dikhawatirkan eksistensi Bali sebagai kawasan wisata akan semakin pudar. Dikatakan bahwa, kasus seperti itu bisa saja terjadi dan dilakukan wisatawan asing di Bali. Karena budaya mereka sangat berbeda. Mereka tidak mengenal konsep suci dan leteh. Konsep yang dibawanya adalah liberalistik dan individualistik. Sedangkan konsep yang dianut masyarakat Bali adalah konsep spritualistik dan komunalistik. Kemudian, faktanya sekarang ini, kita telah menganut pariwisata massal, dan bukan pariwisata budaya. Maka datanglah ke Bali, wisatawan yang disebut sebagai wisatawan kelas sandal jepit.

Mereka tinggal di sebuah pondok penginapan seperti anak kost. Bermalam bisa ber-empat atau ber enam dalam satu kamar. Makan nasi jinggo. Berwisata dengan menggunakan angkutan umum, atau menyewa sepeda gayung, dan dengan memanfaatkan google map. Mereka bukanlah anak-anak kaya di negerinya. Tetapi, ketika mereka berada di Bali, mereka merasa seperti orang yang diperlukan, dan merasa bebas dari tekanan hidup. Lalu berbuatlah mereka hal yang aneh-aneh, berbasis pada watak individualistiknya. Mungkin untuk dishare di grup medsos-nya dll. Ini adalah bagian dari pengaruh teknologi dan globalisaasi.

Oleh karenanya, pemerintah tidak bisa secara mandiri melakukan tindakan antisipatif. Diperlukan pemberdayaan masyarakat setempat, untuk berpartisipasi. Di sektor kehutanan sudah ada konsep perhutanan sosial. Untuk kawasan gunung yang berfungsi publik (untuk pendakian, pariwisata, dll), maka masyarakat sebaiknya diperbedayaan untuk ikut melakukan pengawasan.

Apalagi di Bali. Gunung dianggap sebagai bagian dari Sad Kerthi, dan harus dimuliakan. Gunung dianggap sebagai tempat keramat. Gunung, sejak zaman Bali Mule (Age), digunakan sebagai tempat untuk bermidataasi atau semadi. Seperti halnya yang dilakukan oleh Raja Jayapangus, yang melakukan semadi di Gunung Batur. Tetapi sekarang tempat itu ternyata digunakan untuk hal-hal yang berbau mesum. Hal-hal yang tidak senonoh seperti itu perlu ditekan seminimal mungkin di Gunung Batur. Oleh karenanya perlu ada pemberdayaan masyarakat di sekitarnya, agar mampu melakukan pengawasan terhadap kesucian Gunung Batur. “Kita dapat bercermin dari konsep perhutanan sosial” kata Windia.

wartawan
RED
Category

Belanja Gianyar Rp4,3 Triliun, Pendapatan  Rp3,4 Triliun

balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan defisit mencapai Rp921,956 miliar lebih.

Rancangan tersebut disampaikan Bupati Gianyar I Made Mahayastra melalui Pengantar Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPRD Gianyar, Senin (7/9), di Ruang Sidang Utama DPRD Gianyar. Rapat dipimpin Ketua DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana.

Baca Selengkapnya icon click

Huma Cafe Kebobolan Lagi, Barang Berharga Dikuras Maling

balitribune.co.id I Gianyar - Pengusaha di Kabupaten Gianyar kembali dibuat resah oleh aksi pencurian. Huma Cafe di Kecamatan Tegallalang bahkan harus mengalami kejadian serupa untuk kedua kalinya. Kali ini,  pelaku tidak hanya membawa kabur sejumlah barang berharga, tetapi diduga sempat mengacak-acak sistem keamanan kafe untuk memuluskan aksinya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rekayasa Lalin Ubud Belum Optimal, Dishub Gianyar Turunkan Skenario Anyar

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah dua pekan Rekayasa Lalin tahap II diterapkan, ternyata belum efektif meratakan volume kendaraan di kawasan Ubud. Mulai, Selasa ( 8/9/2026) Dinas Pehubungan ( Dishub) Gianyar kembali turunkan  skenario anyar. Dalam Rekayasa Tahap III ini,  Jalan Raya Ubud dari Catus Pata hingga simpang Patung Arjuna satu jalur keluar Ubud dan  Pangosekan dari simpang Pertamina  menuju Ubud.

Baca Selengkapnya icon click

Terdeteksi Terlibat Judol dan Pinjol, Puluhan Warga Buleleng Kehilangan Hak Penerima Bansos

balitribune.co.id I Singaraja - Sejumlah warga Buleleng terpaksa kehilangan hak penerimaan bantuan sosial (Bansos) setelah mereka ditemukan terlibat dalam permainan judi online (judol). Tidak hanya itu, beberapa diantaranya juga terpaksa dicoret dari daftar penerima bansos akibat terdeksi penerima pinjaman online (pinjol). Hal itu diungkap Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Astra Motor Bali Hadirkan Kejutan Spesial dan Promo “Diskon Senyum” Harpelnas di Seluruh Jaringan AHASS

balitribune.co.id | Denpasar - Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, Astra Motor Bali bersama seluruh jaringan resmi sepeda motor Honda di wilayah Bali menggelar serangkaian aktivitas apresiasi khusus bagi para konsumen setia. Mengusung tema nasional “Satu Hati, Menemani Setiap Langkah”, kegiatan memanjakan konsumen ini berlangsung sepanjang bulan September 2026 dengan melibatkan ribuan pelanggan di berbagai daerah di Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.