Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Permintaan Pucuk Bang Meningkat

Bali Tribune/ TUNJUKKAN - Pedagang bunga Putu Susanta Yana tunjukan bunga pucuk bang.
balitribune.co.id | Bangli - Pasca bunga pucuk bang ditetapkan sebagai maskot Kabupaten Bangli, ternyata membawa berkah bagi pedagang bunga. Pasalnya permintaan bunga yang dalam bahasa latin disebut Syzygium Mytifolium  meningkat. ”Selang beberapa hari setelah Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menetapkan bunga pucuk bang sebagai mascot Kabupaten Bangli, bunga tersebut mulai dilirik lagi,” ujar pedagang bunga, Putu Susanta Yana, Rabu (17/3).
 
Pedagang bunga yang membuka usaha di kawasan LC Uma Bukal, Kelurahan Cempaga ini mengatakan, sebelum ditetapkan sebagi maskot kabupaten Bangli permintaan bunga pucuk bang sangat minim, dalam kurun waktu sepekan paling laku 1-2 pohon saja, itu pun pembeli masyarakat umum. Namun setelah ditetapkan sebagi maskot Bangli  permintaan bunga pucuk bang  mulai  meningkat .Permintaan tidak hanya datang dari masyarakat umum namun  datang  dari instasi pemerintah. ”Kemarin dari salah satu dinas  membeli bunga sampai 20 pohon katanya mau di tempatkan di depan pasar dan terminal,” ungkapnya.
 
Disinggung untuk ketersedian bunga pucuk bang, kata Susanta Yana  selain mendatangkan dari luar daerah, yakni dari Singaraja, pihaknya juga mengembangkan pohon bunga pucuk bang dengan cara stek. ”Mengembangbiakan melalui cara stek batang, kami jamin pohon akan hidup, yang peting asal rajin disiram dan diberi pupuk,” sebutnya.
 
Menurut Susanta Yasa, walaupun permintaan bunga pucuk bang meningkat, harga masih normal, bunga dengan tinggi 60 cm sampai 1 meter dibandrol dengan harga  Rp 15 ribu per pohon. “Kami tidak naikkan harga, asal dapat untung sedikit saja kami lepas,” kata Susanta Yasa.
 
Sebelumnya, bertepatan hari pengerupukan (sehari sebelum harai raya Nyepi) dilangsungkan launcing bunga pucuk bang sebagai maskot Kabupaten Bangli. Dalam launcing diawali dengan penandatanganan SK Bupati Bangli Nomor 430/282/2021 tentang penetapan bunga pucuk bang sebagai identitas atau maskot Kabupaten Bangli. Bahkan ke depannya melalui SK akan dibuatkan produk hukum dalam bentuk Perda. 
wartawan
Ketut Sugiana
Category

Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai,Bupati Sanjaya Jadi Responden Perdana

balitribune.co.id | Tabanan - Pelaksanaan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Tabanan resmi dilaksanakan. Menandai dimulainya tahapan krusial ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan melakukan pendataan perdana langsung kepada Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, di Rumah Jabatan Bupati, Kamis, (11/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Telkomsel 31 Tahun: Hadir Melayani Sepenuh Hati Melalui Aksi Sosial Untuk Masyarakat

balitribune.co.id | Gianyar - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-31, Telkomsel Regional Bali Nusra menggelar kegiatan bakti sosial bersama Yayasan Bhakti Senang Hati sebagai wujud rasa syukur sekaligus komitmen perusahaan untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Waspada Puncak Kemarau Agustus, BMKG Imbau Masyarakat Bali Siapkan Mitigasi

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Juli-September 2026. Seluruh lapisan masyarakat harus mengantisipasi kondisi ini guna mengamankan ketersediaan air, menjaga kesehatan, dan mengendalikan kebutuhan berbagai sektor yang terdampak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kompak, Pasutri Asal Bali Melaju ke Nasional Safety Riding 2026

balitribune.co.id | Denpasar - Kisah inspiratif datang dari pasangan suami istri (pasutri) asal Bali, Robin dan Azizah, yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan di bidang keselamatan berkendara. Pasangan yang menikah sejak 2023 ini terpilih menjadi wakil Astra Motor Bali untuk berlaga di Kompetisi Nasional Safety Riding 2026 yang akan digelar di Yogyakarta pada Agustus mendatang.

Baca Selengkapnya icon click

Financial Resilience Index 2026: Biaya Hidup Tinggi Jadi Tantangan Utama Ketahanan Finansial Rumah Tangga Indonesia

balitribune.co.id | Denpasar - Financial Resilience Index 2026, sebuah studi yang menunjukkan kenaikan biaya hidup sebagai faktor utama yang mempengaruhi ketahanan rumahtangga. Survei yang dilakukan pada April 2026 terhadap 1.000 responden berusia 18 tahun ke atas di seluruh Indonesia menemukan bahwa 80% masyarakat merasakan tekanan dari meningkatnya biaya hidup.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.