Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Permudah Akses Pertanian, Empat Subak Dibuatkan Jalan Usaha Tani

Bali Tribune/ JOGGING TRACK - Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, meninjau jalan usaha tani yang sekaligus dijadikan jogging track di Subak Intaran Sanur.

Bali Tribune, Denpasar - Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Kota denpasar tak hanya tentang pembangunan jalan raya, trotoar, penataan sungai, gedung sekolah dan pasar. Namun pembangunan infrastruktur juga menyentuh ke bidang pertanian. Pembangunan infrastruktur di bidang pertanian diwujudkan dalam program penataan subak dengan pembangunan jalan usaha tani. Pembangunan usaha tani ini dilakukan guna mempermudah petani dalam melakukan kegiatan pertanian dan pemasaran hasil pertanian. Pembangunan usaha tani ini juga sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam melestarikan keberadaan subak yang masih ada di Kota Denpasar. Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra mengatakan di tahun 2018 pihaknya telah menuntaskan pembangunan jalan usaha tani di empat subak lestari yang ada di kota Denpasar. Keempat subak lestari tersebut yakni Subak Anggabaya, Subak Umalayu, Subak Intaran, dan Subak Umadesa dengan panjang masing-masing kurang lebih 1 kilometer dengan sistem jalan melingkar dan dipaping. Menurut Ambara, pembuatan jalan tersebut untuk mempermudah akses pertanian. Disamping itu, kedepannya juga diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat lainnya salah satunya jadi tempat joging track, tempat akses berwisata desa bagi masyarakat yang ingin menikmati persawahan. Jalan usaha tani tersebut juga dapat memberikan akses bagi anak-anak agar dimanfaatkan untuk pengenalan sawah. Sehingga, kedepannya juga diharapkan menjadi tempat edukasi di Kota Denpasar. “Dengan adanya jalan usaha tani tersebut para petani akan dipermudah membawa kendaraan untuk mengambil hasil panen. Selain menjadi jalan usaha pertanian pembuatan jalan tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai joging track. Tujuan akhir dari penataan jalan usaha tani tentu dapat dimanfaatkan untuk rekreasi wisata. Tetapi kami dari Dinas Pertanian yang terpenting yakni keberadaan subak dapat dipertahankan dan kegiatan pertanian dimudahkan,” ujarnya. Dikatakan pembangunan jalan tersebut tak hanya berhenti di tahun 2018. Untuk tahun 2019 pihaknya juga telah merencanakan untuk melanjutkan program pembangunan jalan usaha tani. Dikatakan untuk tahun 2019 pihaknya telah menganggarkan untuk pembangunan jalan usaha tani di tiga subak yakni di Subak Kerdung sepanjang 2000 meter, Subak Sembung sepanjang 1000 meter, dan rehabilitasi Subak Umadesa sepanjang 500 meter. Sementara itu salah satu subak yang sudah mendapatkan pembangunan Jalan Usaha Tani yakni Subak Lestari Intaran di Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan. Pembangunan jalan usaha tani di Subak Lestari Intaran ini dibuat dengan sistem jogging track yang rampung diselesaikan dengan track sepanjang 985 meter. Penataan ini pun sempat ditinjau langsung Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara. Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan dengan adanya tempat berjalan kaki yang bagus di areal subak ini merupakan suatu investasi yang sangat bagus untuk masyarakat. Karena masyarakat bisa berjalan kaki sambil berolahraga dengan suasana alam persawahan yang masih asri dan segar. “Dengan berjalan kaki itu kita sudah bisa menyehatkan badan apa lagi dengan suasana yang alam sawah yang indah, pasti membuat hati serta pikiran kita tenang dan senang. Sebab jika sudah sehat dan bahagia, pastinya akan berpengaruh dalam kehidupan pribadi maupun sosia,” ujar Jaya Negara.

wartawan
I Wayan Sudarsana
Category

Desa Adat Bongan Puseh Berharap Tradisi Mesuryak Kian Lestari

balitribune.co.id | Tabanan - Desa Adat Bongan Puseh berharap tradisi Mesuryak kian lestari setelah ditetapkan sebagai warisan budaya tidak benda (WBTB) oleh Pemerintah Pusat pada 15 Oktober 2025 lalu.

Selain terpelihara kelestariannya, tradisi Mesuryak yang sebagian besar dilaksanakan warga Desa Adat Bongan Puseh, bisa dikemas menjadi suatu atraksi budaya untuk kepentingan diversifikasi wisata di Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click

Alas Kedaton “Panen” Turis

balitribune.co.id | Tabanan - Galungan dan Kuningan, menjadi waktu sangat berharga bagi Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton di Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Di momen itu, terutama Umanis Galungan, objek wisata alam berupa hutan yang menjadi habitat kawanan monyet ini banyak dikunjungi turis baik domestik maupun mancanegara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DJP Bali Catat Kinerja Positif Penerimaan Pajak Tumbuh 10,32 Persen

balitribune.co.id | Denpasar - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Hingga Oktober, penerimaan pajak berhasil dihimpun sebesar Rp13,07 triliun, atau 72,68% dari total target tahunan yang dipatok Rp17,99 triliun.

Baca Selengkapnya icon click

Forum Bendesa Adat Ingin Proyek Lift Kaca Dilanjutkan

balitribune.co.id | Semarapura - Forum Paiketan Sejebak Bendesa Adat se-Nusa Penida menyatakan sikap bersama terkait polemik proyek lift kaca di kawasan wisata Kelingking, Desa Bunga Mekar. Perwakilan forum, Jro Ketut Gunaksa, menegaskan seluruh bendesa adat yang hadir sepakat agar pembangunan lift kaca dilanjutkan demi kepentingan masyarakat Nusa Penida.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Adi Arnawa Ikuti Gotong Royong Semesta Berencana Tanam Pohon dan Bersih Sampah

balitribune.co.id | Mangupura - Kegiatan Gotong royong Semesta Berencana Penanaman Pohon dan Bersih Sampah kembali dilaksanakan serentak di seluruh Bali. Kegiatan utama dipusatkan di Kawasan Pantai Telaga Waja, Kelurahan Tanjung Benoa, pada Minggu (30/11). Sebelum melaksanakan kegiatan penanaman 2.000 bibit pohon Mangrove dan bersih sampah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin Apel kesiapan pasukan.

Baca Selengkapnya icon click

Pedas! Harga Cabai Rawit Tembus Rp 75 Ribu per Kilo di Pasaran Pascakuningan

balitribune.co.id | Amlapura - Usai Hari Raya Kuningan, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Karangasem melonjak drastis. Di Pasar Amlapura Timur dan Pasar Terminal Karang Sokong, Subagan, Karangasem, harga cabai rawit saat ini sudah menyentuh Rp. 75.000 perkilo untuk kwalitas super, sementara untuk cabai campuran dijual  sebesar Rp. 65.000  perkilo.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.