Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Persoalan Sampah, Jejali Daratan hingga Perairan

Bali Tribune / SAMPAH - Tampak sampah kiriman yang didominasi sampah non organik seperti plastik mengambang menjejali perairan selat Bali.
balitribune.co.id | NegaraPersoalan sampah hingga kini menjadi permasalahan yang serius. Tidak hanya di daratan, namun juga di kawasan perairan. Selain mengganggu kelestarian dan keasrian lingkungan, diperparah lagi kondisi sampah yang didominasi sampah non organik yang sulit terurai oleh alam sehingga mengganggu keseimbangan lingkungan.
 
Kendati berbagai upaya penanganan sampah salah satunya pengurangan timbulan sampah terutama plastik telah dilakukan. Namun persoalan sampah hingga kini seolah belum bisa sepenuhnya teratasi. Terbukti hampir di setiap wilayah persoalan sampah kini masih menjadi permasalah lingkungan yang serius, terlebih di kawasan perkotaan. Rendahnya kesadaran masyarakat dianggap menjadi salah satu factor penyebab permasalahan sampah sulit teratasi. Seperti salah satunya yang terjadi di wilayah Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana. Aktifitas pembuangan sampah secara liar di badan sungai masih terus terjadi. 
 
Salah satu lokasi yang dijadikan tempat pembuangan sampah liar di wilayah tengah Kota Negara ini adalah alur tukad mati. Sampah terutama plastik tertimbun di lokasi ini. Berbagai upaya hingga kini terus digencarkan oleh aparat kewilayahan setempat. Mulai dari menggerakan masyarakat untuk melaksanakan pembersihan sampah plastik hingga edukasi masyarakat. Lurah Loloan Timur , IBK Wibawa Manuaba di sela-sela aksi pembersihan sampah Selasa (29/3/2022) mengatakan melalui upaya yang dilakukan dengan melibatkan berbagai kalangan masyarakat tersebut diharapkan bisa merubah cara berpikir masyarakat.
 
Harapannya tidak ada lagi pembuangan sampah liar terutama plastik di wilayahnya. "Ke depan masyarakat termasuk para RT agar ikut sama sama mengawasi , supaya jangan lagi ada yang membuang sampah sembarangan," ujarnya. Permasalahan sampah ini kini juga sudah menjadi keperihatinan kalangan anak-anak di wilayah ini,  "Sampah plastik sangat lama terurainya sehingga akan berdampak pada lingkungan dan merusak unsur hara tanah. Bahkan bila dibiarkan berdampak pada lingkungan seperti menjadi penyebab banjir," ujar Azizah, siswa kelas VI SD 2 Loloan Timur yang mengikuti kegiatan pembersihan sampah. 
 
Tidak hanya di daratan, persoalan sampah juga mengancam kawasan perairan dan pesisir. Kondisi pantai di Jembrana kerap dijejali sampah kiriman. Selain sampah dari wilayah hulu yang hanyut di sungai, sampah kiriman ini juga terbawa arus air laut. Seperti yang terjadi di perairan selat Bali. Sampah mengambang dan berjubel di sejumlah titik mengikuti arus air laut. Salah satu wilayah yang terdampak sampah kiriman adalah pesisir Kelurahan Gilimanuk. Seperti yang tampak di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Teluk Gilimanuk yang kini terjejali sampah kiriman. Kawasan Wahana Air Aqua Dreamland pun tampak kotor akibat endapan sampah. 
 
Objek tour pulau Mangrove serta pantai yang sering dikunjungi warga untuk mandi dijejali sampah pelastik yang mengapung. Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Toni Wirahadikusuma mengakui selama musim penghujan di beberapa pantai di Kelurahan Gilimanuk memang tercemar oleh tumpukan sampah kiriman dari wilayah lain yang terbawa arus air laut. “Kami terus melakukan pembersihan, dikarenakan staf kami terbatas sehingga secara bergiliran lokasi yang kami bersihkan yang dibantu juga oleh warga disekitar. “Di Kelurahan Gilimanuk setiap zona sudah ada pembagiannya," paparnya. 
 
"Seperti di wilayah wisata Patung Siwa dihandle Dinas LH. Wilayah pantai di handle Dinas Pariwisata, kami juga ikut bergotong royong. Kami terus pantau agar pengunjung nyaman berkunjung ke Teluk Gilimanuk,” imbuhnya. Kedepan pihaknya bergarap agar ada kesadaran dari warga yang sering mangkal mengais rejeki di tempat tersebut ikut membersihkan lokasi pantai. “Saya juga berharap kepada dinas terkait agar mengecek setiap Minggunya Teluk Gilimanuk, kalau memang diserahkan pengelolaannya kepada Kelurahan dan dikasi anggaran kami siap handle Teluk Gilimanuk tersebut, " tandasnya.
 
wartawan
PAM
Category

Tim Gabungan Gelar Penertiban Identitas, Sasar 141 Duktang di Bajera

balitribune.co.id - Tabanan - Tim gabungan di Kecamatan Selemadeg melakukan penertiban identitas terhadap 141 penduduk pendatang (duktang) yang tinggal di lingkungan Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg. Penertiban yang berlangsung pada Senin (20/4/2026) malam itu menyasar belasan rumah kos, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran administrasi kependudukan.

Baca Selengkapnya icon click

Diduga Korsleting Listrik, Laundry Terbakar

balitribune.co.id I Bangli - Sebuah tempat usaha laundry yang berlokasi di Jalan Nusantara, Kelurahan Cempaga, Kecamatan/Kabupaten Bangli, dilalap si jago merah pada Selasa (22/4/2026) sekira pukul 08.30 Wita. Kuat dugaan kebakaran  dipicu oleh korsleting listrik pada instalasi kabel yang kemudian menyambar pakaian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DPRD Buleleng Tetapkan Perda Baru Pajak dan Retribusi

balitribune.co.id I Singaraja - DPRD Kabupaten Buleleng secara resmi mengesahkan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2023 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam rapat paripurna, Rabu (22/4/2026). Rapat dipimpin Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, serta dihadiri jajaran legislatif dan eksekutif, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, Sekda, serta pimpinan OPD.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ketua DPRD Buleleng Desak Pencabutan UU Pemda 23 Tahun 2014

balitribune.co.id I Singaraja - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya mendesak adanya pencabutan atau revisi Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Langkah ini dinilai mendesak lantaran regulasi tersebut dianggap membatasi ruang gerak DPRD, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap eksekutif.

Baca Selengkapnya icon click

Alat Berat Mogok Gara-Gara Pertadex Langka, Truk Sampah Antre Panjang Depan TPA Mandung

balitribune.co.id I Tabanan - Operasional alat berat di TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, berhenti total hingga mengakibatkan puluhan truk pengangkut sampah mengantre panjang sejak Selasa (21/4/2026) siang. Berhentinya dua unit alat berat tersebut dipicu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamina Dex (Pertadex) yang membuat proses perataan sampah di lokasi tidak bisa terlaksana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.