Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Perubahan RPJPD Badung 2005-2025 Dibahas DPRD Badung

RPJPD
Perubahan RPJPD Badung 2005-2025 Dibahas DPRD Badung

Pansus RPJPD Badung 2005-2025 saat rapat berapa waktu lalu

 

 

 

SUB *** Pansus Targetkan Juli ini Rampung

 

Mangupura, Bali Tribune

 

Rancangan akhir perubahan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Badung Tahun 2005-2025 mulai dibahas Pansus RPJPD DPRD Badung.

Dalam rapat perdana, Kamis (22/6) kemarin, pansus menerima pemaparan draf Rancangan Perubahan Daerah (Ranperda) RPJPD dari tim Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Badung.

Pansus sendiri akan melakukan pembahasan secara merathon, sehingga pembahasan RPJPD Badung 2005-2015 tuntas pada akhir Juli mendatang.

Ketua Pansus RPJPD Badung, I Made Retha menjelaskan, perubahan akhir RPJPD Badung 2005-2025 dilakukan guna diselaraskan dengan program pembangunan pemerintah pusat dan daerah. Diantaranya berkaitan dengan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) dan pembangunan strategis yang direncanakan oleh Pemkab Badung.

“RPJPD Badung 2005-2025 dibahas ulang agar selaras dengan PPNSB dan program strategis Pemkab Badung,” ujarnya.

Bappeda juga membeberkan beberapa dasar hukum yang menyebabkan perubahan RPJPD.

Salah satunya RPJPD dan RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah) harus mengacu pada visi dan misi Bupati Badung dan program strategis pemerintah daerah yang kemudian dijabarkan dalam APBD.

“Tahun 2005 sampai 2025 itu kan dinamika kegiatan dan aspek kebutuhan masyarakat sudah bergeser maju. Nah, kemajuan ini biar tidak terhambat oleh RPJPD, makanya kita bersama pemerintah melakukan perubahan dan penyelarasan,” terangnya.

Perubahan RPJPD ini, lanjut politisi asal Bualu ini, juga akan berpengaruh pada beberapa program termasuk kebijakan pemerintah. Contohnya soal jalan di Kuta Selatan. Dalam rentan 2005-2017 sudah banyak terjadi perubahan, baik fisik maupun status kewenangannya. Dengan RPJPD baru ini, maka dinamika yang terjadi di masyarakat akan memiliki payung hukum yang jelas. “Apalagi di Pemkab Badung, perangkat daerahnya sekarang kan sudah berubah. Jadi ini harus disesuaikan dalam RPJPD,” tegasnya.

Bila RPJPD dan RPJMD ini sampai tidak tuntas, maka menurut Retha pengaruhnya akan sangat besar, karena menyangkut masalah pembangunan dan penganggaran. Untuk itu, pihaknya di pansus akan bekerja secara optimal agar akhir Juli ini RPJPD bisa rampung.

“RPJPD ini akan dibahas simultan dengan APBD. Karena kalau RPJPD dan RPJMD tidak tuntas maka pengaruhnya bisa ke APBD. Bisa-bisa anggaran tidak selaras dengan RPJMD,” pungkasnya sembari menambahkan beberapa rapat yang akan dilakukan diantaranya rapat internal, rapat kerja rapat finalisasi.ADV

wartawan
I Made Darna
Category

HUT ke-56: Astra Motor Perkuat Komitmen Energi Bersih dengan Pemasangan Solar PV di Semarang

balitribune.co.id | Semarang – Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56, Astra Motor resmi mengoperasikan sistem Solar Photovoltaic (Solar PV) berkapasitas 40 kilowatt peak (kWp) di Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, Bukit Semarang Baru (BSB), Semarang, Kamis (15/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Penataan Pantai Bingin Mulai Ditender, Desain Kawasan Masih Digodok

balitribune.co.id I Mangupura - Setahun setelah 48 bangunan liar di Pantai Bingin dibongkar, Pemerintah Kabupaten Badung mulai memproses penataan kawasan tersebut. Meski tender sudah berjalan, hingga kini desain induk (master plan) dan gambar teknis penataan masih dalam tahap pembahasan.

Baca Selengkapnya icon click

Terganjal Aturan Kepegawaian, Layanan Forensik RS Tabanan Belum Jalan

balitribune.co.id I Tabanan – Rencana RSUD Tabanan untuk mengoperasikan layanan forensik di Instalasi Pemulasaraan Jenazah yang baru masih menemui jalan buntu. Hingga kini, fasilitas tersebut belum bisa memberikan tindakan medis forensik karena terganjal aturan kepegawaian serta sulitnya mencari dokter spesialis di bidang tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Tabanan Tetapkan 16.466,23 Hektar Lahan Sawah Jadi LP2B

balitribune.co.id I Tabanan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan resmi menetapkan ribuan hektar sawah produktif untuk mencegah masifnya ancaman alih fungsi lahan. Langkah strategis ini dilakukan dengan mengunci 16.466,23 hektar area persawahan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.