Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pesanku vs Ultra Pecatu Awali Bupati Badung Cup

Nyoman Graha Wicaksana
Nyoman Graha Wicaksana

Mangupura, Bali Tribune

Laga antara kesebelasan Pesanku Kuta U-21 melawan Ultra Pecatu U-21 di Stadion Gelora Samudera Kuta, Minggu (23/10) turnamen sepakbola memperebutkan piala Bupati Badung (Bupati Badung Cup) I. Sebelum laga pembuka Grup A tersebut terlebih dahulu akan dilakukan seremonial pembukaan di tempat tersebut.

Ketua Umum Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana ditemui di sela-sela technical meeting di Puspem Badung, Selasa (18/10) mengatakan, peserta Bupati Badung Cup I sebanyak 25 tim dari seluruh Badung yang akan terbagi ke dalam empat grup.

Sedangkan tempat yang digunakan untuk pertandingan dibagi dalam wilayah Badung Utara dan Badung Selatan. “Untuk Badung Selatan tempat pertandingannya di Stadion Samudera Kuta dan Yoga Perkanthi Jimbaran. Sedangkan untuk Badung Utara di Lapangan Blahkiuh dan Mengwi,” sambung Graha Wicaksana.

Graha Wicaksana mengatakan, turnamen sepakbola Bupati Badung Cup diikuti oleh pemain kelahiran tahun 1995 dan mempunyai KTP Badung. Sebab, kata Graha, hasil turnamen ini menjadi proyeksi PSSI Badung mempersiapkan pesepakbola Porprov tahun depan di Gianyar.

“Dalam turnamen nanti kami juga membolehkan tiap-tiap tim peserta menurunkan maksimal tiga pemain seniornya, dengan syarat harus mengantongi KTP Bali. Jadi, dalam setiap pertandingan nantinya ada delapan pemain U-21 dan tiga pemain senior,” katanya.

Karena Bupati Badung Cup dijadikan ajang mencari pesepakbola Porprov Badung, kata Graha Wicaksana, pihaknya akan menurunkan dua orang pemandu bakat di setiap laga di empat venue berbeda. Para pemandu bakat inilah yang nantinya mencari siapa saja pemain yang layak menghuni skuat sepakbola Porprov Badung.

Dengan cara itu, menurut Graha Wicaksana, nantinya tim sepakbola Porprov Badung benar-benar dihuni oleh pemain berkualitas sehingga mampu menorehkan prestasi gemilang di Porprov nanti. Badung di helatan Porprov Bali di Buleleng 2015 lalu meraih medali perak setelah ditaklukkan tim sepakbola Denpasar.

Terkait sistem pertandingan yang digunakan dalam Bupati Badung Cup I, kata dia, adalah sistem setengah kompetisi dimana juara dan runner up masing-masing grup berhak ke semifinal yang menggunakan sistem gugur menuju final.

“Bupati Badung Cup berakhir tanggal 20 November, setelah itu pada periode Desember kami sudah punya gambaran untuk tim sepakbola Porprov, dan pada periode Mei-Juni sudah terbentuk tim definitif,” pungkas Graha Wicaksana.

wartawan
Djoko Purnomo
Category

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.