Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Peserta Komsos Dibekali Materi Literasi Digital

Bali Tribune/ BINTER - Kodim 1616/Gianyar melaksanakan kegiatan binter komsos
Balitribune.co.id | Gianyar - Kodim 1616/Gianyar melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial (binter), yaitu program komunikasi sosial (komsos) dengan melibatkan 25 orang perwakilan dari aparat pemerintahan lingkup Pemkab Ganyar, termasuk aparat  pemerintahan desa di Aula Manunggal TNI-Rakyat Kodim 1616/Gianyar, Kamis (11/6). 
 
Pelaksanaan kegiatan komsos tersebut tetap mengacu pada protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19. "Program ini dilaksanakan selama dua hari, sesuai rencana yang tertuang dalam program kerja dan anggaran Kodim 1616/Gianyar Tahun Anggaran 2020 bidang teritorial. Dan, dalam pelaksanaanya selalu mempedomani protokol kesehatan," ujar Pasiter Kodim 1616/Gianyar Kapten Inf I Wayan Sudana, selaku koordinator kegiatan.
 
Dandim 1616/Gianyar Letkol Inf Frandi Siboro dalam amanatnya yang dibacakan Kasdim 1616/Gianyar Mayor Inf I Gede Merta Santosa, AMd, mengajak semua peserta untuk mewaspadai pengaruh globalisasi terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat yang saat ini cenderung mengarah pada pola pikir pragmatis. Kegiatan ini sebagai wahana untuk mempererat ajang simakrama (silahturahmi) antara prajurit Kodim 1616/Gianyar dengan aparat Pemkab Gianyar, dan komponen bangsa lainnya untuk meningkatkan soliditas juga kesamaan visi dan misi, serta untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan diantara sesama anak bangsa.
 
Turut hadir, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 163/Wira Satya Mayor Arm IB Putu Diana Sukertia, SS, yang memberikan pembekalan melai materi berjudul "Literasi Digital". Dipilihnya materi tersebut kata Kapenrem sebagai tambahan wawasan, pengetahuan, dan kecakapan saat harus menggunakan media digital, alat-alat komunikasi atau jaringan untuk menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum guna membina komunikasi dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.
 
Melalui literasi digital memberikan tantangan sekaligus peluang, seiring dengan berkembangnya peralatan digital dan akses informasi digital, maka keterampilan dalam literasi digital pun menjadi hal yang mesti dikuasi pengguna internet.  Mantan Kapenrem 161/Wira Sakti ini juga menyebutkan, dari sisi positif tentu memudahkan penggunanya untuk mencari sumber informasi, dapat membantu proses pembelajaran dan mempermudah transaksi di bidang ekonomi. Sebaliknya, dari sisi negatif tak jarang dimanfaatkan untuk melakukan penipuan atau peretasan ataupun kepentingan negatif lainnya. 
 
Teknologi diciptakan untuk memudahkan urusan manusia agar lebih efektif dan efisien, namun apa yang ditawarkan fitur teknologi juga membutuhkan kompetensi khusus agar dapat mengoptimalkan fungsinya. Literasi digital sebagai kompetensi bukan hanya kemampuan penggunaan teknologi, tetapi juga meliputi kemampuan menganalisa, berpikir kritis hingga cara mengomunikasikan konten atau informasi dengan kecakapan kognitif dan teknikal. 
wartawan
Nyoman Astana
Category

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.