Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

PHDI Gianyar Apresiasi Upacara di Tengah Pandemi Covid-19

Bali Tribune/ UPACARA - Prosesi Upacara Yadnya dengan Protokol Kesehatan.

Balitribune.co.id | Gianyar - Meski di awal pandemi Covid-19 merebak, PHDI Bali wewanti umat agar pelaksanaan upacara yadnya ditunda, namun sejumlah prosesi tetap berjalan. Lantaran tidak terbendung, protokol kesehatan pun diwajibkan dengan pengawasan ketat aparat keamanan. Menariknya, setelah tiga bulan berjalan, PHDI pun mengapresisi umat lantaran tetap beryadnya di tengah Covid-19.

Ketua PHDI Kabupaten Gianyar I Nyoman Patra, Kamis (4/6/2020) mengungkapkan, apresiasi disampaikan lantaran kesadaran umat untuk melaksanakan protokol kesehatan. Diakuinya, saat pandemi Covid-19 mewabah, banyak aktivitas yang tertunda bahkan dibatalkan. Walaupun demikian, akrivitas upacara beryadnya masih dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Kami dari Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Gianyar mengapresiasi masyarakat khususnya umat Hindu di Kabupaten Gianyar yang masih bisa melakukan yadnya secara maksimal, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Syukurnya, dalam situasi ini, masyarakat bisa melihat dinamika kehidupan ini dari semua sisi. Meski diakui masih memang ada satu dua umat yang semata-mata hanya berorientasi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa tanpa melihat dari semua sisi dimana mereka menganggap semua itu adalah kehendakNya dan tidak memperhatikan hal-hal yang lainnya.

Sementara di  Gianyar, disebutkan, rasa dan logika itu berjalan beriringan. Ini dibuktikan dengan ketulusan umat menjalanakan dharmanya dan  tetap memperhatikan kesehatannya," ujar pengusaha yang mantan anggota DPRD Gianyar ini.

Dilanjutkan Patra, bahwa Umat Hindu memang harus berserah diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Namun, seperti di tengah mewabahnya virus Covid-19 seperti ini umat harus juga memperhatikan kesehatannya, khususnya dalam beryadnya.

"Kita lihat, masyarakat khususnya di Kabupaten Gianyar tetap menjalankan yadnya. Mulai dari di rumahnya dengan mebanten sampai dengan maturan ke pura ketika piodalan, tapi masyarakat juga sangat memperhatikan protokol kesehatan. Mereka sudah bisa menyinkronkan antara keharusan beryadnya dan juga menjaga kesehatan," ucapnya.

Bila melihat aktivitas beryadnya sebelum munculnya pandemi Covid-19 ini, biasanya setiap piodalan contohnya masyarakat masih bisa secara beramai-ramai datang ke pura untuk bersembahyang. Namun, ketika mewabahnya Covid-19 ini masyarakat masih bisa bersembahyang ke Pura namun tetap memperhatikan protokol Kesehatan. " Kali ini, Masyarakat juga yakni Umat Hindu melihat dari sisi sains juga. Kami dari PHDI sangat mengapresasi masyarakat kita, Umat Hindu kita khususnya di Kabupaten Gianyar bisa melakukan yadnya walaupun saat ini banyak sekali halangannya," pungkasnya. 

wartawan
Nyoman Astana
Category

Kodam IX/Udayana Gelar Rapim TA 2026, Perkuat Sinergi TNI dan Rakyat Wujudkan Sishankamrata Bali Nusra

balitribune.co.id | Mangupura – Dalam upaya memperkuat sistem pertahanan semesta di wilayah Bali Nusra, Kodam IX/Udayana menyelenggarakan Rapat Pimpinan (Rapim) TA 2026 dengan mengusung tema “Kodam IX/Udayana Hadir Untuk Rakyat Mewujudkan Sishankamrata Menuju Indonesia Maju.” Kegiatan strategis ini berlangsung di Balai Budaya Girinata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Rabu (18/2/2026), yang dipimpin langsung oleh Pangdam IX/Udayana

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hadiri Karya di Pura Dalem Jambe Kapal, Bupati Adi Arnawa Tekankan Pengelolaan Sampah Mandiri dan Program Pendidikan Gratis

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian upacara Nyakap Karang, Melaspas, dan Mendem Pedagingan di Pura Dalem Jambe, Banjar Adat Panglan Baleran, Kelurahan Kapal, Selasa (17/2). Kehadiran Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya di gumi keris.

Baca Selengkapnya icon click

Ketupat, Barongsai dan Canang, Cerita Akulturasi Alami Umat Tionghoa di Tabanan

balitribune.co.id | Tabanan - Ribuan umat keturunan Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2577 di Kong Co Bio Tabanan dengan suasana akulturasi budaya Bali yang kental melalui penggunaan sarana canang dalam persembahyangan.

Selain dupa dan kue keranjang, kehadiran ornamen serta sesaji khas lokal ini menjadi simbol keharmonisan tradisi leluhur Tionghoa dengan budaya Hindu di Kabupaten Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.