balitribune.co.id | Gianyar – Upaya dalam peningkatan kesehatan masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu kegiatan tersebut bertempat di Kantor Desa Sukawati, Gianyar, tim dosen dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan dan pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu PKK Desa Sukawati.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sukawati, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program edukatif yang menyasar perempuan sebagai garda terdepan kesehatan keluarga. Beliau berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, terhadap pentingnya menjaga postur tubuh yang benar serta mencegah osteoporosis sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penyuluhan mengenai anatomi fungsional terkait postur tubuh yang sehat, dan pencegahan osteoporosis, yang disampaikan secara interaktif dan aplikatif. Selain itu, peserta juga mengikuti pelatihan pembuatan minuman tradisional kesehatan loloh beras kencur sebagai upaya pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung kesehatan keluarga.
Ketua Tim Pelaksana kegiatan, Dr. dr. Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini, M.Si, dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan kesehatan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. “Program ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui edukasi kesehatan, SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi kesehatan masyarakat, serta SDGs 5 (Kesetaraan Gender) dengan pemberdayaan perempuan melalui peran aktif ibu-ibu PKK,” ujarnya.
Lebih lanjut, kegiatan pelatihan pembuatan loloh beras kencur juga mendukung SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengembangan keterampilan berbasis bahan lokal yang berpotensi menjadi usaha rumah tangga. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan PKK, sejalan dengan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, ditandai dengan keaktifan dalam diskusi dan praktik pelatihan. Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis kearifan lokal di Desa Sukawati.