balitribune.co.id | Denpasar - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menggelar rapat pleno untuk merangkum hasil penghitungan suara dan menetapkan hasil Pemilu Tahun 2024 di tingkat Provinsi Bali, Jumat (8/3). Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, dalam rapat ini memberikan penjelasan mengenai agenda serta prosedur rekapitulasi suara di Provinsi Bali. Anggota KPU Luh Putu Sri Widyastini, Anak Agung Raka Nakula, I Gede John Darmawan, I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya, dan Sekretaris KPU Provinsi Bali I Made Oka Purnama juga turut hadir dalam rapat.
Dijelaskan, Proses rekapitulasi melibatkan saksi dari PPWP, DPD, partai politik, dan pemangku kepentingan lainnya. Ketua dan Anggota KPU dari kabupaten/kota se-Bali, Kabubag Teknis, serta Hupmas, didampingi oleh operator, melakukan rekapitulasi dengan teliti terhadap hasil di setiap kabupaten/kota se-Bali. Tahapan dimulai dari Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, dilanjutkan dengan penghitungan suara Anggota DPR, DPD, dan Anggota DPRD Provinsi.
Dalam kesempatan ini, Agung Lidartawan melaporkan bahwa hingga saat ini, rekapitulasi di tingkat kecamatan tidak menunjukkan permasalahan signifikan. Meskipun begitu, beberapa catatan keberatan telah muncul dan telah disusun dalam formulir kejadian khusus. Penting untuk membuka data dengan cermat agar tidak ada yang terlewatkan.
"Rapat pleno yang awalnya direncanakan untuk berlangsung selama 2 hari (8-9 Maret 2024), berhasil diselesaikan hanya dalam satu hari. Hal ini merupakan langkah penting dalam proses Pemilu 2024 di Bali dan dapat dicapai sesuai target, mengingat rangkaian hari raya umat Hindu di Bali, dimulai dari Hari Raya Kuningan dan dilanjutkan dengan Nyepi," ucapnya.
Di akhir pleno, Agung Lidartawan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam mewujudkan Pemilu yang aman, adil, serta menjadikan penyelenggaraan di Bali sebagai yang tercepat dan terbaik dalam penetapan hasil rekapitulasi suara tingkat nasional.
Dominasi PDI Perjuangan
Hasil pleno Jumat (8/3) malam, untuk Caleg DPR RI dari 9 kursi, nampaknya PDI Perjuangan (5 kursi) masih mendominasi perolehan kursi dewan pusat, selebihnya disusul oleh partai Golkar (1 kursi), Gerindra (1 kursi), Demokrat (1 kursi) dan Nasdem (1 kursi). Berikut nama Caleg DPR RI beserta suara yang diperoleh.
1. Nyoman Parta (PDI Perjuangan). Jumlah suara (281.688).
2. I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan (PDI Perjuangan). Jumlah suara (218.539).
3. I Wayan Sudirta (PDI Perjuangan). Jumlah suara (169.776).
4. I N Adi Wiryatama (PDI Perjuangan). Jumlah suara (165.474).
5. I Ketut Kariyasa Adnyana (PDI Perjuanagn). Jumlah suara (84.510).
6. Gde Sumarjaya Linggih (Golkar). Jumlah suara (100.747).
7. I Dewa Gde Agung Widiarsana (Gerindra). Jumlah suara (80.858).
8. Tutik Kusuma Wardhani (Demokrat). Jumlah suara (54.713).
9. I Nengah Senantara (Nasdem). Jumlah suara (51.563).
Sementara itu beberapa kandidat bahkan incumbent yang digadang-gadang maju ke pusat ternyata tersingkir, seperti Ketua DPD Golkar I Nyoman Sugawa Korry, Ketua DPW Demokrat I Made Mudarta, Putu Supadma Rudana (Demokrat), A A Bagus Adhi Mahendra Putra (Golkar).