Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Plt Selamatkan Muka Golkar Bali

Bali Tribune/ Gde Sumarjaya Linggih alias Demer
balitribune.co.id | Denpasar -  Pencopotan 6 Ketua DPD II Partai Golkar se-Bali merupakan rentetan panjang kegaduhan di internal partai yang diawali pemberhentian Ketua DPD Partai Golkar Bali Ketut Sudikerta yang tersangkut masalah hukum. Penunjukan pelaksana tugas (Plt) merupakan upaya untuk menyelamatkan ‘muka’ Partai Golkar.
 
Pasca ditetapkannya Sudikerta sebagai tersangka kasus pidana oleh Polda Bali, 1 Desember 2018, DPP Partai Golkar menunjuk Gde Sumarjaya Linggih alias Demer sebagai Plt Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali. Dari sinilah kekirsuhan internal partai berlambang pohon beringin ini berawal.
 
Enam Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten se-Bali, dicopot dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil dalam rapat pengurus pleno DPD Partai Golkar Provinsi Bali, di Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Bali Jalan Surapati Denpasar, Selasa (4/6/2019) malam lalu. Tidak terima atas keputusan itu, lima dari enam Ketua DPD II Partai Golkar yang dicopot melakukan perlawanan. Mereka mengadukan Sumarjaya Linggih ke Mahkamah Partai Golkar di Jakarta. 
 
Merespon dinamika ini, DPD Partai Golkar Provinsi Bali memberikan keterangan pers secara tertulis di Denpasar, Jumat (7/6). Keterangan pers tersebut ditandatangani Plt Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih dan Sekretaris I Nyoman Sugawa Korry. 
 
Keterangan pers tersebut pada intinya mengklarifikasi soal penunjukan Sumarjaya Linggih sebagai Plt Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali hingga pencopotan enam Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten se-Bali. Bagi Partai Golkar Bali, masyarakat umum dan kader serta simpatisan Partai Golkar, perlu mendapatkan informasi yang proporsional dan berimbang dalam dinamika internal Partai Golkar yang sedang terjadi. 
Setidaknya ada 14 poin yang ditekankan dalam keterangan pers DPD I Partai Golkar Provinsi Bali tersebut. 
 
Pertama, pada tanggal 1 Desember 2018, Ketut Sudikerta (masih berstatus sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali, red) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Bali dalam kasus pidana. 
 
Kedua, kebijakan DPP selama itu, dalam rangka menegakkan "Golkar Bersih", maka apabila pengurus DPP dan Ketua-Ketua DPD Provinsi telah ditetapkan sebagai tersangka, DPP mengambil kebijaksanaan untuk menunjuk Pelaksana Tugas (Plt). Contohnya, Ketua DPD DKl Jakarta, Kaltim, Jawa Timur dan lain-lain. Bahkan Sekjen DPP Partai Golkar (Idrus Marham, red) mengundurkan diri dari jabatannya saat terjerat kasus hukum.
 
Ketiga, DPP Partai Golkar setelah konfirmasi kepada pihak-pihak berwenang dan melalui proses organisasi internal DPP, selanjutnya DPP melalui SK Nomor 362/ DPP/ Golkar/ Xll/ 2018 tanggal 4 Desember 2018, memberhentikan Ketut Sudikerta sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali dan menunjuk Gde Sumarjaya Linggih sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali. 
 
Keempat, penunjukan Gde Sumarjaya Linggih adalah kewenangan DPP Partai Golkar. Karena penunjukan Pelaksana Tugas untuk DPD Provinsi dilakukan oleh DPP Partai Golkar (sesuai AD/ ART), dengan dasar pertimbangan Gde Sumarjaya Linggih memegang struktur tertinggi dari kader yang berasal dari Bali di DPP Partai Golkar. 
 
Kelima, atas SK 362 tersebut, beberapa Ketua-Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten bereaksi dengan berbagai cara, termasuk mengatakan melalui media massa, bahwa kebijakan Ketua Umum tersebut arogan dan tidak etis, dan meminta agar segera dilaksanakan Musdalub (Musyawarah Daerah Luar Biasa) di Provinsi Bali. 
 
Keenam, pada tanggal 9 Desember 2018, DPD I Partai Golkar Provinsi Bali mengundang Pengurus, Ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten/ Kota se-Bali, untuk menjelaskan kebijakan DPP melalui SK Nomor 362. Pada saat sosialisasi tersebut, Ketua DPD Kabupaten Bangli melakukan tindakan keributan, membanting meja, dan pengancaman, walaupun telah disosialisasikan, beberapa Ketua DPD II Partai Golkar tetap menyuarakan Musdalub di berbagai media. 
 
Ketujuh, tanggal 19 Desember 2018, DPD I Partai Golkar Provinsi Bali menyelenggarakan HUT Partai Golkar dan pemantapan Tim Pemenangan Pileg/ Pilpres, yang dihadiri juga oleh Korbid Kepartaian DPP Partai Golkar (lbnu Munzir) mewakili Ketua Umum Partai Golkar. Pada pidato arahan Ibnu Munzir, ditegaskan kebijakan DPP menunjuk Pelaksanaa Tugas dan menegaskan bahwa tidak ada Musdalub sebelum Pileg dan Pilpres 2019. 
 
Musdalub dilaksanakan atas usul Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali dan seizin DPP Partai Golkar. Pada saat DPP memberikan arahan, beberapa kader melaksanakan demo dengan membentangkan spanduk dan ada juga yang berteriak-teriak menggunakan pengeras suara, dan hal tersebut sangat mengganggu pelaksanaan HUT. Pada saat tersebut, terpantau juga ada Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten yang mendorong dan memberi isyarat-isyarat agar demo tersebut terus dilaksanakan.
 
Kedelapan, tanggal 15 Februari 2019, dilaksanakan Musda Kosgoro Provinsi Bali yang dihadiri langsung Agung Laksono sebagai Ketua Umum Kosgoro, yang juga sebagai Ketua Dewan Pakar Partai Golkar. Pada saat itu, Kosgoro Kabupaten Badung tidak ada yang hadir dan setelah dikonfirmasi, ketidakhadiran tersebut atas perintah Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Badung (Wayan Muntra, red). 
 
Kesembilan, tanggal 28 Februari 2019, Akbar Tandjung berkunjung ke DPD I Partai Golkar Provinsi Bali dan diterima dengan antusias oleh jajaran kader se-Bali. Namun demikian setelah itu, beberapa Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten datang ke Jakarta menemui Akbar Tandjung dan mengusulkan Musdalub di Provinsi Bali. 
 
Kesepuluh, pada Kamis, tanggal 4 April 2019, Ketut Sudikerta ditangkap Polda Bali. Langkah DPP dengan segera menunjuk Pelaksana Tugas adalah kebijakan yang sangat tepat. Dapat dibayangkan, kalau tidak diambil langkah tersebut, Partai Golkar Provinsi Bali dari Sudikerta ditetapkan sebagai tersangka dan sampai tertangkap, tersandera dalam berbagai pemberitaan media massa. Namun demikian, penentangan dan wacana secara terus-menerus Musdalub yang tidak sejalan dengan kebijakan DPP juga sangat merugikan eksistensi Partai Golkar Provinsi Bali melalui berbagai pemberitaan di berbagai media massa. 
 
Kesebelas, pasca Pileg dan Pilpres 2019, disampaikan beberapa desakan dari Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar di beberapa kabupaten, juga ada surat dari PDK Kosgoro serta keluhan dari para kader selama dalam proses Pileg dan Pilpres. Dan untuk menyikapi hal tersebut, DPD Partai Golkar Provinsi Bali melalui Rapat Pengurus Harian tanggal 1 Juni 2019 membentuk Tim lnvestigasi dan Pencari Fakta DPD Partai Golkar Provinsi Bali. 
 
Keduabelas, berdasarkan laporan Tim lnvestigasi dan Pencari Fakta DPD Partai Golkar Provinsi Bali, pada tanggal 4 Juni 2019 dilaksanakan Rapat Pleno Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali, yang memutuskan pemberhentian Ketua-Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten dan menunjuk Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Badung, Jembrana, Tabanan, Bangli, Karangasem dan Kabupaten Buleleng. 
 
Ketigabelas, selama ini walaupun setelah dilaksanakan sosialisasi oleh DPD Partai Golkar Provinsi Bali, arahan langsung dari Korbid Kepartaian DPP Partai Golkar dan pembinaan di beberapa kabupaten, tetap Ketua-Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten tersebut di atas, melakukan berbagai manuver baik ke Jakarta maupun di berbagai media massa. Tetapi DPD Partai Golkar Provinsi Bali belum mengambil tindakan organisasi, karena lebih mempertimbangkan eksistensi partai menyongsong Pilpres dan Pileg 2019, dan memberi ruang yang cukup agar para Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten tersebut segera menyadari dan memperbaiki kekeliruannya. 
 
Keempatbelas, dengan tertangkapnya Ketut Sudikerta di Bandara Ngurah Rai pada tanggal 4 April 2019, menunjukan bahwa Keputusan DPP Partai Golkar merupakan keputusan yang tepat dan benar. Dapat dibayangkan kondisi Partai Golkar Bali, apabila tidak diambil langkah cepat oleh DPP, maka selama bulan Desember 2018 sampai dengan 4 April 2019, Partai Golkar Bali akan terus tersandera di berbagai media massa, sedangkan tanggal 17 April 2019 Pilpres dan Pileg 2019 dilaksanakan. 
wartawan
San Edison
Category

Rusak Estetika, Dewan Sarankan Pos Polisi Catus Pata Dibongkar

balitribune.co.id I Bangli - Kondisi pos polisi di perempatan Catus Pata Bangli sudah sejak lama rusak dan kini justru pos polisi yang dibanguan pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) dijadikan tempat menaruh barang bekas . Pihak DPRD Bangli menyarakan  agar banguan pos polisi tersebut dibongkar jika pemilik tidak segera melakukan perbaikan.

Baca Selengkapnya icon click

Lepas 10 Calon Paskibraka ke Seleksi Nasional, Bupati Kembang Tekankan Seleksi Bersih dan Disiplin

balitribune.co.id I Negara - Sebanyak sepuluh putra-putri terbaik Kabupaten Jembrana siap berlaga mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional di Provinsi Bali. Mereka merupakan perwakilan siswa-siswi pilihan dari berbagai SMA/SMK se-Kabupaten Jembrana. Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Senin (4/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pimpin Apel Disiplin di Kantor PUPR, Sekda Eddy Mulya Apresiasi Dedikasi Dinas PUPR, Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan

balitribune.co.id | Denpasar - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, memimpin apel disiplin di lingkungan pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, Senin (5/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor PUPR tersebut diikuti jajaran pejabat struktural, serta staf di lingkungan dinas setempat.

Baca Selengkapnya icon click

Produksi Meningkat, Harga Telur Berangsur Turun

balitribune.co.id I  Amlapura - Setelah sempat mengalami lonjakan selama hampir enam bulan, harga telur ayam di tingkat peternakan di Kabupaten Karangasem mulai berangsur turun sejak tiga hari terakhir ini. Di sentra peternakan ayam petelur di Desa Pesedahan dan Nyuh Tebel, Kecamatan Manggis, Karangasem, harga telur ayam ukuran besar atau TB turun dari Rp. 50.000 pe-rkrat menjadi Rp. 48.000 per-krat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Komunitas Vario Bali Nikmati Kebersamaan dalam Vario Night Ride di Gianyar

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan kegiatan kebersamaan bagi pecinta skutik premium Honda melalui aktivitas Vario Night Ride yang diikuti oleh 29 peserta dari komunitas Honda Community Bali (HCB). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pengalaman berkendara malam yang menyenangkan bersama Honda Vario di tengah suasana Kota Gianyar yang dikenal sebagai kota seni.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.