Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

POBSI Bali Kurang 4 Atlet ke Pra-PON

Bali Tribune/ Njoo Daniel Dino Dinatha
balitribune.co.id | Denpasar - Demi menghadapi Pra-PON biliar yang rencananya bakal dihelat 21-30 Agustus mendatang di Jakarta, Pengprov POBSI Bali hanya tinggal merekrut 4 pebiliar saja untuk membentuk tim definitif.
 
“Memang informasi gelaran Pra-PON itu sifatnya masih lisan dan belum resmi, namun kami harus antisipasi dulu dengan melakukan seleksi dalam pembentukan tim definitif Pra-PON biliar Bali. Jadi biar tidak terlalu mepet dengan waktu gelaran Pra-PON itu,” kata Ketua Umum Pengprov POBSI Bali, Njoo Daniel Dino Dinatha didampingi Wakil Ketua Umum, Willy Soedarno, Minggu (21/4).
 
Disebutkannya, ada sistem yang dilakukan dalam membentuk tim definitif dengan kriteria tersendiri. Di antaranya yakni atlet yang pernah memperkuat PON dan kejurnas sebelumnya, serta berdasarkan prestasi. Tapi ada atlet yang juga menghuni tim definitif nantinya tanpa seleksi.
 
“Kami hanya tinggal merekrut 4 pebiliar putra dan putri yang terdiri 2 atlet putra di nomor pool dan 1 atlet putra di nomor English billiard, serta 1 atlet putri di nomor pool. Jadi total tinggal 4 atlet saja yang kami butuhkan,” tambah pria yang akrab disapa Dino itu diamini Willy.
 
Sementara untuk atlet lainnya yang lolos tanpa seleksi dengan dasar pertimbangannya yakni, 3 atlet penghuni Pelatda Bali yakni Irwan Limardi, Made Tirta atau Marsel dan Oei Kim Han atau Hany. Satu lagi atlet putri yakni Desak Raka Kasih Ariati di nomor pool dan satu pemain english billiard, Gede Putra atau Kobar. Satu lagi, di nomor snooker yakni Edy Wirawan alias Edy Kingkong.
 
Sementara itu, Willy Soedarno menambahkan, keempatnya lolos tanpa seleksi karena prestasinya menyumbangkan medali bagi Bali, baik di level PON maupun Kejurnas sebelumnya. Prestasi itu yang menjadi acuan mereka, diluar atlet pelatda. “Seleksi kami proyeksikan bakal dihelat setelah Idul Fitri sekitar akhir Juni dan pembentukan tim definitive sekitar awal atau pertengahan Juli,” pungkas Willy.
wartawan
Djoko Purnomo
Category

Bupati ​Gus Par Sebut Karangasem ‘Laboratorium Kerukunan’ Melalui Pagelaran ‘Sunaring Jagat’ di Taman Soekasada Ujung

balitribune.co.id | ​Amlapura - Pesona magis Taman Soekasada Ujung menjadi saksi bisu kemegahan kolaborasi budaya dalam acara Pagelaran Tari "Sunaring Jagat", Minggu (1/3/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata yang akrab disapa Gus Par, untuk menegaskan bahwa Karangasem adalah daerah yang terbuka dan sangat menghargai perbedaan.

Baca Selengkapnya icon click

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.