Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Polisi Selidiki SPBU Batukarung

Bali Tribune/ SELIDIKI - Pihak kepolisian melakukan penyelidikan terhadap SPBU 54.822.11 Desa Melaya.
balitribune.co.id | Negara - Pasca temuan sidak Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag), Jumat (26/7), hingga kini mesin dispenser BBM jenis premium di SPBU 54.822.11 di Batukarung, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, masih belum ditera ulang. Kini pihak kepolisian di Jembrana menindaklanjuti adanya temuan takaran BBM yang kurang melebihi ambang batas di SPBU di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk tersebut.
 
Sebelumnya, setelah beredarnya keluhan salah satu konsumen yang merasa dirugikan ketika mengisi BBM, SPBU tersebut Jumat lalu disidak jajaran Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Jembrana. Setelah mengecek takaran mesin pengisian BBM menggunakan bejana ukur isian 20 liter, ditemukan kekurangan takaran 0,100 mililiter (ml) pada salah satu mesin pengisian BBM premium di SBPU setempat.
 
Menurut Kepala Dinas Koperindag Jembrana I Komang Agus Adinata kekurangannya itu melebih 0,35 mililiter dari ambang BKD (batas kesalahan yang diizinkan). Menurutnya, penyusutan takaran pengisian BBM itu memang bisa terjadi karena tingginya mobilitas penggunaan mesin pengisian BBM. 
 
Pengawas SPBU 54.822.11 Melaya, Suwanto dikonfirmasi, Selasa (29/7), mengatakan mesin dispenser premiun yang bermasalah tersebut tidak dioperasikan setelah adanya temuan sidak Dinas Koperindag tersebut. Ia mengaku sejak disidak Dinas Koperindag Jembrana dan dihentikan pengoperasiannya, hingga kini belum ada tera ulang terhadap mesin pengisian BBM di SPBU ini. Pihaknya mengaku kini hanya menunggu petugas untuk melakukan tera ulang terhadap SPBU tersebut. Bahkan temuan hasil sidak tersebut juga kini juga ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Pihaknya mengaku sudah sempat didatangi petugas kepolisian. Kini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan terhadapan SPBU yang diduga nakal ini. 
 
Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita dikonfirmasi terkait keberadaan SPBU yang sempat dikeluhkan konsumen lantaran takaran pengisian BBM yang kurang tersebut mengatakan, pihaknya telah mengambil tindakan dengan melakukan penyelidikan terhadap persoalan distribusi BBM itu. Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pihak SPBU untuk dimintai keterangannya. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan dinas terkait. "Segera kita lakukan pemanggilan kepada pihak SPBU dan kita juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Terkait," ujarnya. (u)
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.