Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Populasi HPR Tiap Tahun Meningkat, Kasus Gigitan Anjing Positif Rabies Terjadi Lagi

proritas
VAKSIN - Upaya pencegahan rabies di tengah tingginya populasi HPR yang setiap tahunnya semakin meningkat salah satunya melalui vaksinasi.

BALI TRIBUNE - Rabies hingga kini masih menjadi zoonosis yang sangat mengkhawatirkan di wilayah Bali, termasuk di Kabupaten Jembrana. Tingginya jumlah populasi hewan penular rabies (HPR) yang tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk merawat hewan peliharaan secara baik dan benar menjadi salah satu hambatan dalam upaya pengentasan terhadap rabies. 

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana Anak Agung Ngurah Mahadikara Sadhaka, Senin (26/3). “Gaya pemeliharaan anjing yang  masih kurang baik, masih banyak yang mengaku ngubuh (memiliki) tapi malah tidak miara (dirawat) dan dilepasliarkan, bahkan bayak anak anjing yang dibuang karena anjing betina kurang diminati. Yang liar inilah yang bahaya dan bisa menularkan keanjing rumahan,” jelasnya.  

Ia menyebutkan, populasi HPR jenis anjing setiap tahunnya meningkat 10 persen. Pada tahun 2018 ini estimasi popolasi anjing di Jembrana mencapai  44.500 ekor atau bertambah sebanyak 3.216 ekor dibandingkan populasi tahun 2017 sebanyak 41.285 ekor. Menurutnya, populasi anjing akan selalu bertambah kendati dilakukan eliminasi, “Kelahirannya tinggi karena jumlah betina, satu betina bisa melahirkan lebih dari 2 ekor bahkan bisa dua kali setahunnya,” ungkapnya.

Sebagai penanggulangannya, anjing yang lepasliar ini harus divaksinasi kendati diakui pihaknya kerap kesulitan menangkap, bahkan tidak sedikit pemiliknya yang kesulitan menangkap anjing peliharaannya. Untuk menangani anjing liar ini pihaknya memiliki 6 tim yang masing-masing terdiri dari lima orang, yakni seorang vaksinatur, seorang  pencatat, dan tiga orang penangkap anjing. Tim beranggota tenaga non PNS yang disebut Tim A itu bertugas memvaksinasi anjing yang lepas liar. “Tim A ini langsung dibiayai dari APBD Provinsi Bali,” ungkapnya.

Sedangkan untuk vaskinasi anjing rumahan, pihaknya memiliki 20 personel yang terbagi dalam 5 Tim Reguler. Bahkan ia menyebut dari 22 sampel yang dikirim sejak awal tahun ini ke Laboratorium Balai Besar Veteriner (BB Vet) Denpasar, satu sampel dari gigitan Kamis (15/3) telah dinyatakan positif.

Dari kasus gigitan positif yang dialami korban Desak Made Arsenu (42) di Banjar Berawantangi, Desa Tukadaya, Melaya, itu juga merupakan anjing yang dilepasliarkan dan pemiliknya Nengah Sudiana mendapatkan anak anjing usia 7 bulan itu dari anjing yang diliarkan di pinggiran hutan sehingga tidak tersentuh vaksinasi. “Sampel positif itu anjingnya masih kecil, didapat dipinggiran hutan sehingga tidak tersentuh vaksinasi  sebelumnya. Betis kiri korban saat itu tiba-tiba digigit oleh anjing yang memang sudah mengalami perubahan perilaku saat korban duduk dijineng tetangganya,” tutur Ngurah Mahadikara Sadhaka.

Dari kasus yang terjadi tersbut, selain pemerliharaan, menurutnya yang terpenting diketahui juga asal muasal anjing dan mobilitas anjing. Sebagai tindak lanjutnya pihaknya melakukan vaksinasi selektif terhadap 21 anjing lepas liar diwilayah banjar setempat. Dari 34 zona merah diseluruh Bali pada tahun lalu, di Jembrana terdapat 7 zona merah dan dua diantaranya zona merah aktif dan kasus gigitan positif tersebut terjadi  kembali pada zoan merah. “Yang zona merah itu Gumbrih, Penyaringan, Penghyangan, Tukadaya, Warnasari dan dua desa masuk zona merah aktif yakni Yeh Sumbul, Batu Agung. Sekarang Tukadaya zona merah berulang,” sebutnya.

Karena tingginya populasi HPR ini, pihaknya selalu menjaga ketersedian stok vaksin rabies. Pada tahun 2018 pihaknya dari APBD Kabupaten Jembrana menyediakan 2.500 dosis. Berkaca pada vaksinasi tahun lalu yang mencapai  40.269 ekor, untuk memenuhi vaksi sesuai etimasi populasi tahun ini pihaknya telah mengajukan ke Pemprov Bali dan Pemerintah Pusat. Sedangkan dari Januari hingga Maret sebelum pengadaan menurutnya kebutuhan vaksi termasuk untuk pelayanan kesehatan hewan saat car frre day setiap minggunya dipenuhi dari sisa stok vaksi tahun lalu. Pihaknya pekan ini akan mulai menggelar vaksinasi massal yang dilaksanakan seluruh Bali. “Sudah dicanangkan Vaksinasi Masal di Bali, Jumat (23/3) lalu dan mulai Rabu (28/3) akan dimulai di Jembrana” jelas Ngurah Mahadikara.

 Vaksinasi masal yang dilaksanakan menyasar seluruh HPR disetiap banjar dan lingkungan ini nantinya terlebih dahulu akan memrioritaskan 7 wilayah zona merah yang menjadi prioritas dan menyusul dilakukan wilayah lainnya sehingga seluruh desa tersentuh vaksinasi. “Vaksinasi kali ini kami targetkan minimal  80 persen dari total populasi. Akan kami lakukan diseluruh banjar dan tujuh desa zona merah akan kami proritaskan terlebih dahulu. Kami harapkan masyarakat pemilik HPR bisa berperan aktif sehingga minimal zona merah tidak bertambah lagi di Jembrana,” tandasnya. 

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Ketua DPRD Badung dan Bupati Hadiri Dresta Lango dan Dharma Shanti Desa Adat Bualu

balitribune.co.id | Mangupura – Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, bersama Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri kegiatan Dresta Lango dan Dharma Shanti XX Desa Adat Bualu Tahun 2026, yang digelar pada Jumat (20/3/2026).

Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian adat, tradisi, serta nilai-nilai kearifan lokal yang terus dijaga oleh masyarakat Desa Adat Bualu.

Baca Selengkapnya icon click

Gema Takbir dan Ngembak Geni Berpadu, Potret Harmoni Idul Fitri dan Nyepi 1948 di Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Ketika umat Hindu menjalani Ngembak Geni rangkaian hari raya Nyepi Tahun Saka 1948, gema takbir dari umat Muslim yang merayakan malam Idul Fitri 1447 Hijriah pun mengalun berdampingan.

Dalam suasana penuh penghormatan dan kebersamaan ini, Polda Bali hadir memastikan harmoni tetap terjaga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dampingi Wabup Buka Mengwi Ogoh-Ogoh Festival IV, Nyoman Satria Apresiasi Kreativitas Yowana

balitribune.co.id | Mangupura - ​Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Nyoman Satria bersama Ketua WHDI Badung yang juga anggota DPRD Ni Putu Yunita Oktarini mendampingi Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta, dalam pembukaan resmi Mengwi Ogoh-Ogoh Festival IV yang digelar di Taman Bencingah Puri Ageng Mengwi, Rabu (18/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Harmoni Buleleng: Usai Nyepi, Ribuan Warga Muhammadiyah Gelar Salat Id di Eks Pelabuhan

balitribune.co.id | Singaraja – Suasana penuh toleransi dan kebersamaan mewarnai perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Buleleng, Bali. Tepat setelah berakhirnya Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, Ribuan warga Muhammadiyah melaksanakan salat Id di kawasan Eks Pelabuhan Buleleng, Jumat (20/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi Berdarah di Seririt, Satu Orang Luka Serius Akibat Tebasan Samurai

balitribune.co.id | Singaraja - Suasana sakral Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 tercoreng oleh peristiwa berdarah yang terjadi di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam ini terjadi di Banjar Dinas Kajanan dan kini tengah ditangani oleh aparat kepolisian.

Baca Selengkapnya icon click

Pura-pura Bisu Saat Ditegur Pecalang, Bule Keluyuran Saat Nyepi Diamankan Polisi

balitribune.co.id | Gianyar - Suasana hening pelaksanaan hari  Raya di Sukawati sempat terusik ulah seorang warga negara asing (WNA), Kamis (19/3/2026). Bule ini didapati dengan santai jalan- jalan di Jalan Raya Sukwati dan mengabaikan teguran para pecalang adat yang mencoba memperingatkan. Hingga akhirnya, WNA ini diarahkan ke Mapolsek Sukawati, untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.