Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Potensi Letusan Gunung Agung Masih Tinggi

Gunung Agung
POTENSI - Gunung Agung masih menyemburkan asap tebal berwarna putih keabuan diiringi gempa tremor overscale. Ini menunjukkan bahwa potensi meletus masih tinggi.

BALI TRIBUNE - Semburan asap Gunung Agung kembali menebal, berwarna putih keabuan disertai gempa tremor overscale, yang terekam oleh Seismograf di Pos Pantau Gunung Agung, di Desa Rendang.

Kasubid Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG Kementerian ESDM. Devy Kamil Syahbana, Kamis (7/12) menjelaskan, saat ini gempa low frekuensi yang terekam jumlahnya masih banyak.

“Ini mengindikasikan masih adanya tekanan dari inti magma dan masih adanya aliran magma menuju permukaan. Aktivitas efusi lava atau keluarnya lava ke permukaan kawah itu masih terjadi. Jadi aktivitas sampai sore hari ini (kemarin, red) aktivitas vulkanik Gunung Agung, masih tinggi,” tegasnya.

Kalau melihat atau mengevaluasi aktivitas Gunung Agung, kata Devy tidak bisa dari satu parameter saja, misalnya dari visual saja. Sebab, bisa saja secara visual Gunung Agung nampak terlihat tenang, namun sifatnya ini tidak bisa merefleksikan aktivitas sesungguhnya suatu gunung api.

“Kita lihat sebelum erupsi tanggal 21 November lalu itu, kan secara visual saat itu Gunung Agung sangat tenang, tapi itu bisa berubah dalam hitungan cepat. Karena itu kita melihat juga parameter lainnya, salah satu yang penting adalah parameter kegempaan,” tandasnya.

Kalau kegempaan misalnya masih terekam gempa vulkanik artinya masih ada proses peretakan batuan di dalam tubuh Gunung Agung karena adanya pergerakan magma atau masih adanya intrusi magma dari kedalaman. Kalau intrusi magma dari kedalaman masih ada artinya masih ada tekanan, dan tekanan itu harus dikeluarkan.

“Nah dulu kejadian gempa vulkanik beberapa kali terjadi tapi tidak disertai oleh low frekuensi, nah sekarang karena jalur ke permukaan sudah semakin terbuka, maka mulai sering terjadi gempa low frekuensi,” paparnya.

Ia mengatakan, gempa-gempa low frekuensi ini adalah manifestasi adanya pergerakan fluida dari kedalaman dangkal menuju permukaan kawah. Dimana manifestasinya di permukaan nantinya bisa berupa lava maupun hembusan-hembusan gas.

Terkait munculnya dua warna asap yang berbeda yang terjadi saat ini, ia mengatakan saat krisis terjadi September lalu, asap putih keluar terus dari sisi timur laut, nah setelah aktivitasnya meningkat kemudian terjadi erupsi, itu tercipta suatu lubang baru di bagian tengah tempat keluarnya abu dan batu. Sementara asap yang warna putih keluar dari sisi kawah dan materialnya pun berbeda.

“Kalau yang di tengah itu dominasinya ada abunya, karena sekarang di permukaan kawah sudah menumpuk lebih dari 20 juta meter kubik lava, sehingga ketika terjadi pelepasan gas menembus lapisan lava-lava itu otomatis saat gas itu keluar, ya abunya juga akan terlontar sehingga warnanya berbeda, jadi gak putih lagi,” ulasnya.

Dari kandungan gas, menurutnya kemungkinan sama yakni gas magmatik SO2, dan sampai kemarin jumlahnya masih tinggi, yang terekam di darat SO2-nya sebanyak 200 ton per hari. Ini mengindikasikan aktivitas yang terjadi saat ini adalah aktivitas magmatik. Dan karena masih ada gempa-gempa vulkanik maupun gempa low frekuensi, ini menandakan tekanan dalam tubuh Gunung Agung itu belum habis. Karenanya Devy meminta masyarakat tetap waspada, karena erupsi bisa terjadi kapan saja.

Dikatakannya, adanya abu yang naik ke permukaan bisa dilihat pada aliran sungai di hulu atau dekat puncak Gunung Agung. Oleh karena itu ke depan potensi yang perlu diwaspadai saat hujan yakni potensi terjadinya lahar hujan, utamanya bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Agung.

Apakah kemungkinan akan terjadi efusif? Kalau dilihat dari satelit energi termal yang terekam, diakuinya tidak terjadi percepatan lagi, tapi perlu pahami bahwa saat ini lavanya itu sudah cukup tinggi, sehingga bagian atas dari lava ini cenderung akan lebih dingin dibandingkan di bagian dalammnya.

“Jadi kalau misalnya ada pertumbuhan lava baru, akan mengisi bagian tengahnya. Dari satelit kita melihat memang ada penambahan namun naiknya sudah tidak linier lagi atau lurus ke atas.  Dia hanya mengembung di tengahnya,” tegasnya dan menambahkan, kalau energi ini terus dilepaskan, itu sebenarnya baik karena tekanan di dalam tubuh Gunung Agung akan berkurang.

wartawan
Redaksi
Category

Hari Anak Nasional, Astra Motor Bali dan Polres Badung Edukasi Safety Riding di SDN 3 Sibang Gede

balitribune.co.id | Mangupura - Menyambut peringatan Hari Anak Nasional 2026, Astra Motor Bali, selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Bali, kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan berkendara sejak dini.

Baca Selengkapnya icon click

Berawal dari Laporan Orang Tua, Polres Klungkung Ringkus Pelaku Tindak Pidana Perlindungan Anak

balitribune.co.id I Semarapura - Satreskrim Polres Klungkung berhasil mengamankan seorang pria berinisial ACW alias Putra (39), warga asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Pelaku diamankan atas dugaan tindak pidana perlindungan anak yang mengakibatkan korban, seorang anak perempuan berusia 11 tahun, kini dalam kondisi hamil.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Piala AFF 2026, Indonesia Bidik Kemenangan Lawan Kamboja di Laga Perdana

balitribune.co.id I Gianyar - Timnas Indonesia bertekad mengalahkan Kamboja pada laga perdana Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat pada Senin (27/7/2026). Tekad tersebut disampaikan salah seorang skuad Timnas Garuda, Jordi Amat ditemui saat pemusatan latihan di Gianyar, Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Peringati Hari Anak Nasional, Bandara Ngurah Rai Hadirkan Rangkaian Program Edukasi

balitribune.co.id I Kuta - Memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada Kamis (23/7/2026), PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melalui program 'InJourney Community Care' menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukatif yang melibatkan anak-anak di sekitar kawasan bandara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Aksi Buang Sampah Sembarangan Kian Marak, Sungai Semakin Tercemar

balitribune.co.id I Negara - Persoalan sampah masih menjadi masalah pelik, khususnya sampah yang mencemari aliran sungai. Masih rendahnya kesadaran masyarakat serta pelaku usaha dalam mengelola sampah rumah tangga dan usaha menjadi tantangan utama yang sampai saat ini terus ditangani secara intensif.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.