Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pragina Telah Lanjut Usia, Banjar Bun Garap Sang Hyang Jaran Anak-Anak

Bali Tribune/ AUDIENSI- Tokoh Masyarakat Banjar Bun Denpasar saat audiensi dengan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di Kantor Walikota Denpasar ,Senin (13/1).
balitribune.co.id | Denpasar - Kota Denpasar sebagai kota budaya dan pusaka memiliki berbagai kebudayaan dan tarian yang sakral. Salah satunya yakni Tari Sakral Sang Hyang Jaran yang berada di Banjar Bun Denpasar. Sayangnya, Tari Sakral  yang tercatat telah ada sejak  tahun 1905 ini sudah hampir tidak memiliki pregina mengingat pregina yang mewarisi kini sudah lanjut usia. 
 
Melihat kondisi tersebut,  warga Banjar Bun berinisiatif untuk membuat Sang Hyang Jaran baru khusus untuk anak-anak.
 
Tokoh masyarakat Banjar Bun, Mangku Wayan Sugiana mengatakan dalam sejarah tercatat yang membuat pertama kali Sang Hyang Jaran  adalah Jero Mangku Selonog.  Kemudian Mangku Selonog menganugrahkan kepada anaknya yang bernama Made Ampug selaku pemangku pertama dari Tari Sang Hyang Jaran. 
 
Namun karena sebagai pemangku di Pura Natih, Made Ampug lebih fokus di pura sehingga, tugasnya diberikan  kepada adiknya yakni Jro Mangku Ketut  Jambot. Jro Mangku Ketut Jambot mengemban tugasnya sebagai Jero Mangku Sang Hyang Jaran sampai 1995. 
 
Dan diganti yang bukan keturunannya yakni Mangku Ketut Parka. Sekarang ini yang menjadi pemangku adalah Mangku Gede Antara merupakan keturunan generasi kelima dari mangku Selonog sampai sekarang. 
 
"Karena preginanya yang dulu sudah tua maka warga Banjar Bun membuat Sang Hyang Jaran yang baru untuk  anak anak," ungkap Mangku Wayan Sugiana saat audensi dengan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di Kantor Walikota Denpasar ,Senin (13/1).
 
Ia mengatakan proses pembuatan telah berlangsung sejak tanggal 4 Oktober 2019 dan akan disolahkan pada 15 Januari mendatang. 
 
Menurut Mangku Sugiana dalam proses upacara pesolahan  pihaknya berharap Walikota bisa hadir dan menyaksikannya.
 Mengingat Sang Hyang Jaran di Br. Bun berbeda dengan yang ada ditempat lain.  Karena Sang Hyang Jaran yang ada di Banjar Bun  adalah Sang Hyang Jaran yang sakral dan tidak dipertontonkan seperti yang lainnya. Bahkan Sang Hyang Jaran ini yang dipakai mesiram ini adalah api dari batok kelapa dan bukan api sambuk.
 
Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra memberikan apresiasi kepada Br. Bun karena telah melestarikan warisan kebudayaan dan taksu Bali. Menurutnya tari sakral harus dilestarikan dan tercatat sebagai warisan budaya Denpasar.
Tidak hanya iyu, Seni dan ritual yang ada harus dijaga dengan Satyam Siwam Sundaram. Satyam artinya kebenaran Siwam artinya kebersihan, kesucian, kemuliaan, Sundaram artinya keindahan, kecantikan, keharmonisan.
wartawan
I Wayan Sudarsana
Category

Aktivitas Ekonomi Meningkat, Konsumsi Listrik Bali Tumbuh 8,02 Persen

balitribune.co.id I Denpasar - Aktivitas ekonomi dan pariwisata Bali yang terus bergerak ikut mendorong peningkatan kebutuhan energi listrik. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mencatat konsumsi listrik di Pulau Dewata tumbuh 8,02 persen pada Semester I 2026, menjadikannya salah satu pertumbuhan konsumsi listrik tertinggi di Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click

31 Persen Aset LPD Berada di Badung, Digitalisasi Jadi Strategi Hadapi Persaingan

balitribune.co.id I Badung - Memasuki usia 26 tahun, Badan Kerja Sama (BKS) Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Kabupaten Badung terus memperkuat kebersamaan dan peran LPD sebagai salah satu penopang ekonomi desa adat. Momentum tersebut ditandai dengan puncak perayaan HUT ke-26 BKS LPD Badung yang dipusatkan di Wantilan Pura Lingga Bhuana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Sabtu (22/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pascamusibah Kebakaran KMP Putri Yasmin, Komisi VII DPR-RI Usulkan One Man One Ticket

balitribune.co.id I Amlapura - Pascamusibah kebakaran yang terjadi pada kapal KMP Putri Yasmin di Selat Lombok pada 12 Agustus 2026 lalu, Anggota Komisi VII DPR-RI, Bambang Haryo Sukartono, Sabtu (22/8/2026) melakukan Kunjungan Kerja (Kuker) dalam rangka pengawasan ke Pelabuhan Padang Bai, Karangasem. Dalam kesempatan itu, Bambang Haryo Sukartono sempat menggelar rapat dengan sejumlah instansi terkait di Ruang Rapat Kantor PT.

Baca Selengkapnya icon click

59 Anak Ikuti Khitanan Massal di Masjid Keramat Kuna

balitribune.co.id I Singaraja - Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna mengapresiasi pelaksanaan Khitanan Ceria yang digelar di Masjid Keramat Kuna Kampung Kajanan, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut dinilai menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.