balitribune.co.id I Tabanan - I Wayan Doni Ardita (36), peternak asal Banjar Anyar, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, tengah diliputi rasa bangga. Sapi Bali hasil peliharaannya kembali terpilih dan dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto untuk dijadikan hewan kurban pada hari raya Idul Adha 2026.
Ini merupakan kali kedua bagi Doni mendapatkan kepercayaan dari orang nomor satu di Indonesia tersebut. Sapi jantan seberat 474 kilogram miliknya dibeli dengan harga Rp 60 juta dan rencananya akan disumbangkan ke Masjid Nurul Falah di Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, untuk disebarkan lagi ke umat Islam di Tabanan.
Proses pemilihan sapi kepresidenan ini dilakukan melalui seleksi yang sangat ketat oleh Dinas Pertanian Provinsi Bali dan Tabanan. Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh sekitar sebulan lalu untuk memastikan hewan tersebut layak secara fisik maupun kesehatan. “Pengecekan sudah dilakukan sekitar sebulan lalu. Mulai dari kesehatan, bobot, hingga kualitas daging diperiksa langsung di kandang. Termasuk apa ada cacat atau tidak," kata Doni pada Minggu (17/5/2026).
Doni menegaskan, bobot atau ukuran besar bukan menjadi satu-satunya faktor penentu dalam seleksi ini. Kualitas daging juga menjadi indikator penting yang sangat diperhatikan oleh tim penguji di lapangan. “Walaupun besar, kalau kualitas dagingnya tidak bagus, tetap tidak akan dipilih,” beber Doni.
Untuk menjaga kualitas, Doni memberikan perawatan ekstra mulai dari pakan konsentrat hingga suntikan vitamin rutin setiap bulan agar pertumbuhan sapi tetap optimal. Ia juga mesti memastikan dan menjaga kesehatan sapi tersebut hingga waktu pengiriman pada H-1 Idul Adha.
"Apalagi sekarang dengan sudah dipilih sapi kami, kami harus jaga dengan baik, jangan sampai ada bagaimana-bagaimana. Karena kalau ada hal yang tidak dinginkan, kita sendiri disuruh ganti. Soalnya susah cari sapi dengan bobot besar," imbuhnya.
Bagi Doni, hasil ternaknya menjadi pilihan presiden menjadi kebanggan tersendiri sejak bergulat sebagai peternak sapi mulai 2014. Pada 2025 lalu, ia juga sukses menjual dua ekor sapi kepada pihak istana dengan total transaksi mencapai Rp 85 juta. “Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami sebagai peternak. Mudah-mudahan ke depan bisa kembali diberi kesempatan dengan bobot sapi yang lebih besar,” ujarnya.