Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Puluhan Lontar Berusia 300 Tahun Dikonservasi

lontar
LONTAR - Sedikitnya 70 lontar kuno yang berusia 300 tahun dikeluarkan dari gedong pesineban di Geria Gede Manuaba Siangan Gianyar, Senin (29/5).

BALI TRIBUNE - Sedikitnya 70 lontar kuno yang berusia 300 tahun dikeluarkan dari gedong pesineban yang berada di Geria Gede Manuaba Siangan Gianyar, Senin (29/5). Serangkian konservasi lontar dari Dinas Kebudayaa Gianyar dengan melibatkan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Ketua penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar,  IGusti Ngurah Budiarta Kegiatan mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen Pemkab Gianyar dalam  menjaga kelestarian budaya sebagai kota pusaka. Konservasi lontar akan rutin dilakukan setiap bulannya oleh penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar yang diketuai oleh Gusti Ngurah Budiarta. “Konservasi terhadap lontar dan penyuluhan Bahasa Bali akan dilakukan setiap bulan demi menjaga kelestarian budaya dan Bahasa Bali,” ujar Budiarta.

Ida Bagus Gede Arnaya penglingsir gria menuturkan, kondisi lontar masih bagus walau minim dari perawatan. Terakhir lontar dibersihkan sekitar 3 tahun lalu. Arnaya mengatakan lontar ini tidak pernah dibaca selama 3 generasi sehingga dia tidak mengetahui isi dari lontar tersebut.

Saat dilihat oleh petugas terlihat keadaan lontar masih bagus namun tulisannya tidak terlihat jelas karena tertutup debu. Perawatan yang dilakukan oleh petugas yang berjumlah 20 orang dilakukan dengan menguasi lontar dengan kuas kemudian diolesi minyak sereh yang dicampur dengan alkohol 90% lalu dikeringkan hingga benar-benar kering. Budiarta menambahkan penggunaan alkohol 90% dipilih untuk mempercepat proses pengeringan agar lontar tidak lembab dan rusak .

Setelah tahapan perawatan selesai dilakukan, petugas kemudian melakukan identifikasi terhadap lontar-lontar tersebut. “Identifikasi dilakukan dengan membaca kalimat awal dan kalimat akhir untuk mengetahui lontar tersebut tentang apa. Menurut identifikasi awal lontar-lontar tersebut memuat tentang Wariga, Upakara, Tetambaan/Usada, Asta Kosala kosali, tantri atau cerita rakyat, darma suaka, darma pemaculan yang berkaitan dengan tata cara dan waktu bertani di sawah. Terakhir petugas memberikan kode pada lontar untuk mengetahui tentang apa lontar tersebut untuk memudahkan jika akan membaca.

wartawan
redaksi
Category

Hari Anak Nasional, Astra Motor Bali dan Polres Badung Edukasi Safety Riding di SDN 3 Sibang Gede

balitribune.co.id | Mangupura - Menyambut peringatan Hari Anak Nasional 2026, Astra Motor Bali, selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Bali, kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan berkendara sejak dini.

Baca Selengkapnya icon click

Berawal dari Laporan Orang Tua, Polres Klungkung Ringkus Pelaku Tindak Pidana Perlindungan Anak

balitribune.co.id I Semarapura - Satreskrim Polres Klungkung berhasil mengamankan seorang pria berinisial ACW alias Putra (39), warga asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Pelaku diamankan atas dugaan tindak pidana perlindungan anak yang mengakibatkan korban, seorang anak perempuan berusia 11 tahun, kini dalam kondisi hamil.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Piala AFF 2026, Indonesia Bidik Kemenangan Lawan Kamboja di Laga Perdana

balitribune.co.id I Gianyar - Timnas Indonesia bertekad mengalahkan Kamboja pada laga perdana Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat pada Senin (27/7/2026). Tekad tersebut disampaikan salah seorang skuad Timnas Garuda, Jordi Amat ditemui saat pemusatan latihan di Gianyar, Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Peringati Hari Anak Nasional, Bandara Ngurah Rai Hadirkan Rangkaian Program Edukasi

balitribune.co.id I Kuta - Memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada Kamis (23/7/2026), PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melalui program 'InJourney Community Care' menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukatif yang melibatkan anak-anak di sekitar kawasan bandara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Aksi Buang Sampah Sembarangan Kian Marak, Sungai Semakin Tercemar

balitribune.co.id I Negara - Persoalan sampah masih menjadi masalah pelik, khususnya sampah yang mencemari aliran sungai. Masih rendahnya kesadaran masyarakat serta pelaku usaha dalam mengelola sampah rumah tangga dan usaha menjadi tantangan utama yang sampai saat ini terus ditangani secara intensif.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.