Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Puskesmas Dawan I Dinilai Tim Provinsi

Bali Tribune/ DINILAI - Puskesmas dawan dinilai Tim Provinsi Bali.
balitribune.co.id | Semarapura - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ketua TP-PKK Ny. Ayu Suwirta menghadiri proses penilaian Lomba Puskesmas Berprestasi Tingkat Provinsi Bali yang diwakili UPT Puskesmas Dawan I, Selasa (21/4). Puskesmas yang terletak di Desa Pikat Kecamatan Dawan ini dinilai oleh tim penilai provinsi yang dipimpin oleh Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Kadek Iwan Darmawan.
 
Bupati Suwirta mengingatkan supaya tidak meragukan komitmen Pemkab Klungkung dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Lewat berbagai program inovatif yang diciptakan, Pemkab terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit. Untuk anggaran dibidang kesehatan, Klungkung bahkan mampu dan berani menjadi Kabupaten/Kota ke dua di Bali setelah Badung yang melakukan Universal Health Coverage (UHC). “Apapun hasil dalam perlombaan nanti, tetaplah memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Namun dalam lomba kali ini harus berjuang supaya menjadi yang terbaik, sehingga bisa maju ke Tingkat Nasional mewakili Bali,” ujar Bupati Suwirta.
 
Ditambahkan pula, bahwa lomba bukanlah akhir dari semuanya, namun melalui lomba akan diuji seberapa besar capaian yang sudah dilakukan selama ini. Dalam proses penilaian nanti Bupati Suwirta juga berharap selain dinilai, seluruh perangkat Puskesmas untuk dibina.
 
Ketua rombongan tim penilai yang juga seorang Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Kadek Iwan Darmawan menyatakan kekagumannya atas capaian pembangunan 5 tahun belakangan di Kabupaten Klungkung. Tidak hanya pembangunan infrastruktur namun juga pembangunan fasilitas kesehatan dan SDM didalamnya. Menurutnya hal ini sangat luar biasa. “Lomba memang untuk mencari yang terbaik dari semua yang baik ini. Jika Puskemas Dawan I mampu keluar sebagai juara nantinya otomatis akan menjadi puskemas yang terakreditasi paripurna yang sekaligus sebagai pelopor puskesmas Paripurna di Klungkung ,” ujar dr. Kadek Iwan Darmawan.
 
Dirinya menambahkan, tujuan digelarnya lomba ini adalah untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Kriteria penilaian yaitu Administrasi, Unit Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP).
 
Kepala UPT dr. Ida Ayu Ketut Sri Handayani dalam laporannya mengatakan untuk menghadapi lomba, pihaknya telah melakukan sejulah persiapan seperti melengkapi dokumen serta melanjutkan kegiatan yang menjadi indikator peningkatan mutu pelayanan puskesmas. Unit kesehatan masyarakat diantaranya pelayanan kesehatan lansia, kesehatan jiwa, kesehatan olehraga, kesehatan gigi masyarakat dan kesehatan kerja. 
 
Sedangkan untuk upaya kesehatan perseorangan meliputi pelayanan rawat jalan, jalan umum dan jalan gigi, pelayanan kefarmasian dan pelayanan laboratorium. "Dengan berbagai persiapan yang telah kami lakukan, kami sangat berharap akan bisa lolos sebagai juara," ujar dr. Ida Ayu Ketut Sri Handayani. 
wartawan
Ketut Sugiana
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.