Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

PVMBG: Waspadai Emisi Gas Beracun di Kawah Gunung Agung

Bali Tribune/Kepala Pusat PVMBG Kementrian ESDM, Kasbani saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Pos Pantau Gunung Agung

balitribune.co.id | AmlapuraPasca erupsi dengan suara dentuman keras dan lontaran lava pijar sejauh 3.000 meter dari permukaan kawah pada Minggu (21/4) malam, pihak PVMBG secara intensif melakukan pengamatan pergerakan dan perubahan aktifitas vulkanik Gunung  Agung. PVMBG juga mengeluarkan warning tentang kemungkinan adanya gas beracun di puncak kawah.

Kepala Pusat VPMBG Kementrian ESDM, Kasbani, kepada awak media di Pos Pengamatan Gunung Agung, Desa Rendang Kecamatan Rendang, Karangasem, Senin (22/4) kemarin menegaskan, erupsi yang terjadi pada Minggu malam tersebut mencerminkan peretakkan batuan di dalam tubuh gunung api akibat pergerakan magma di kedalaman berupa Gempa Vulkanik Dalam maupun Vulkanik Dangkal masih terekam dengan intensitas relatif rendah. “Dominannya kegempaan dengan konten frekuensi rendah dibandingkan dengan konten frekuensi tinggi juga mencerminkan bahwa aliran fluida magmatik ke permukaan relatif lancar karena sistem sudah cenderung terbuka,” tegasnya.

Secara deformasi, dalam satu  bulan terakhir Gunung Agung mengalami fluktuasi berupa inflasi atau penggembungan maupun deflasi atau pengempisan. Volume magma yang bergerak di bawah permukaan teramati dalam jumlah yang kecil yakni pada kisaran 1 juta meter kubik. Data deformasi masih mengindikasikan aktivitas Gunung Agung masih belum stabil dan masih berpotensi untuk terjadi erupsi dengan skala relatif kecil.

Secara penginderaan jauh, citra satelit termal mengindikasikan masih adanya hotspot atau titik panas di kawah Gunung Agung, terutama pada bagian lava yang berbatasan dengan dinding kawah. Hal ini mengindikasikan masih adanya pergerakan fluida magma ke permukaan namun dengan laju rendah.

“Kubah lava di dalam kawah masih relatif tidak berubah volumenya dari periode erupsi 2017-2018 yaitu sekitar 25 juta meter kubik atau sekitar 40 persen dari volume kosong kawah,” ulasnya.

Hasil analisa sementara disebutkan Kasbani, Gunung Agung masih berpotensi untuk terjadi erupsi baik secara eksplosif yakni Strombolian Vulkanian dalam skala kecil, maupun secara efusif disertai aliran lava kedalam kawah. “Evaluasi data pemantauan terkini mengindikasikan bahwa potensi untuk terjadinya erupsi besar masih belum teramati. Aktivitas Gunung Agung masih berada dalam kondisi yang dinamis dan trend aktivitas dapat berubah sewaktu-waktu,” sebutnya.

Mengingat potensi ancaman bahaya yang paling mungkin terjadi saat ini berupa lontaran batu atau lava pijar di dalam hingga keluar kawah, maupun hujan pasir dan abu yang arah penyebarannya bergantung pada arah dan kecepatan angin, pihaknya mengingatkan kepada warga atau wisatawan untuk tidak coba-coba melakukan pendakian ke puncak Gunung Agung. Sebab, emisi gas vulkanik beracun kemungkinan berada di sekitar area kawah puncak.

wartawan
Andy Husaen
Category

Insiden Manta Point, Turis Korea Selatan Ditemukan Tak Bernyawa Saat Snorkeling

balitribune.co.id | Nusa Penida - Niat menikmati keindahan bawah laut Nusa Penida berakhir tragis. Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Korea Selatan bernama Seungmin Ryu (40) dilaporkan meninggal dunia saat melakukan aktivitas snorkeling di perairan Manta Point, Kabupaten Klungkung, pada Selasa (2/2/2026) lalu.

Baca Selengkapnya icon click

Tabrakan Maut di Bypass Ir Soekarno, Pemotor Tewas Tabrak Truk Parkir

balitribune.co.id | Tabanan - Seorang pemotor tewas setelah menghantam truk tronton yang parkir di pinggir jalan Bypass Ir Soekarno, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Rabu (4/2). Korban bernama I Wayan Sumerta (54) meninggal dunia di lokasi kejadian akibat masuk ke kolong kendaraan besar tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Menu Sate MBG Basi, Siswa di Dua SDN Karangasem Ogah Makan

balitribune.co.id | Amlapura - Nasi belum tanak serta lauk berupa sate basi membuat para siswa di dua Sekolah Dasar (SD) penerima manfaat MBG di Karangasem ogah memakannya pada Rabu (4/2) pagi. Dua SD yang menerima makanan basi tersebut masing-masing SD Negeri 5 Karangasem dan SD Negeri 1 Karangasem.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

PT Sarana Buana Handara Tegaskan Taat Hukum dan Siap Lengkapi Dokumen yang Diminta DPRD Bali

balitribune.co.id | Denpasar - PT Sarana Buana Handara menegaskan komitmennya untuk taat hukum dan terbuka terhadap proses klarifikasi yang dilakukan Panitia Khusus Tata Ruang dan Alih Fungsi Lahan (Pansus TRAP) DPRD Bali. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Sarana Buana Handara, Aliza Salviandra, usai rapat dengar pendapat bersama Pansus TRAP DPRD Bali, Rabu (4/2).

Baca Selengkapnya icon click

Pansus TRAP DPRD Bali Soroti Status Lahan Enam Hektare PT Sarana Buana Handara

balitribune.co.id | Denpasar - Rapat dengar pendapat Panitia Khusus Tata Ruang dan Alih Fungsi Lahan (Pansus TRAP) DPRD Bali bersama PT Sarana Buana Handara di Gedung DPRD Bali, Rabu (4/2), berlangsung panas. Fokus utama rapat mengerucut pada kejelasan status lahan seluas enam hektare yang selama puluhan tahun telah ditempati dan dikuasai masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.