Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Rabies Renggut Nyawa Gde Karyawan

Rabies Renggut Nyawa Gde Karyawan
Bali Tribune/sug. Saat korban AA Gde Karyawan dirawat di UGD RSU Klungkung.

Balitribune.co.id | Semarapura - Gigitan anjing kembali makan korban. Kali ini AA Gde Karyawan (22) warga Puri Satria Kawan, Dusun Peninjoan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan Klungkung, kehilangan nyawa setelah menjadi suspect rabies. Tak diketahui awal penyebabnya, yang jelas korban mengalami demam tinggi, muntah-muntah, bahkan sesak nafas.

Menurut hasil diagnosa, korban mengalami gejala aerophobia (takut angin) dan hydrophobia (takut air). Korban juga sempat muntah-muntah dengan interval sangat panjang yaitu sekitar 20 kali serta mengalami sesak napas. Korban sempat dirawat di UGD RSU Klungkung namun lantaran tak kunjung sembuh maka dibawa pulang paksa ke rumah.

Upaya pengobatan juga dilakukan dengan pengobatan alternatif namun tak ada perubahan. Ketika di sanalah baru diketahui ada tanda-tanda korban menderita rabies. Itulah sebabnya, keluarga membawanya lagi ke rumah sakit di Klungkung. Namun karena tak kunjung ada perubahan maka dirujuk ke RSUP Sanglah hingga akhirnya meninggal dunia.

Kematian korban membuka mata jika terjadi penyebaran rabies di wilayah Kecamatan Dawan tanpa terdeteksi petugas kesehatan di Klungkung. Orang tua korban sendiri awalnya tidak mengetahui persis apa penyebab sakit anak mereka. AA Gde Ngurah Yasa (56) dan Anom Putri Asih (53) mengaku bahwa putra mereka pernah digigit anjing tiga bulan lalu.

Kejadiannya di sekitar Tukad Unda. Namun korban tidak memberitahukan hal ini. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, dr Adi Swapatni, menyayanngkan kejadian yang menimpa korban Gde Karyawan ini. Menurutnya, penjelasan keluarga sangat simpang-siur. Ada yang menyebut digigit anjing lima bulan lalu, ada yang bilang dua bulan lalu.

Yang jelas, menurutnya, korban sudah ada yang mengingatkan agar disuntik vaksin anti rabies (VAR) saat digigit anjing. “Waktu dibawa ke RSU Klungkung sudah disarankan opname tapi keluarga minta pulang. Setelah itu mengalami trauma takut air dan badan menggigil, korban kembali dibawa ke RSU Klungkung. Dan akhirnya kembali pulang paksa, “ ujar Swapatni.

Dia meminta masyarakat untuk waspada. Jika digigit anjing, sekecil apapun hendaknya segera disuntik VAR. “Jangan berpikir cuma gigitan kecil. Itu tetap berbahaya “ ujarnya. Gde Karyawan adalah korban meninggal rabies pertama dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya rabies merenggut nyawa Anak Agung Gede Yoga asal Banjarangkan pada 2016 silam. (*)

wartawan
Ketut Sugiana
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Insiden Manta Point, Turis Korea Selatan Ditemukan Tak Bernyawa Saat Snorkeling

balitribune.co.id | Nusa Penida - Niat menikmati keindahan bawah laut Nusa Penida berakhir tragis. Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Korea Selatan bernama Seungmin Ryu (40) dilaporkan meninggal dunia saat melakukan aktivitas snorkeling di perairan Manta Point, Kabupaten Klungkung, pada Selasa (2/2/2026) lalu.

Baca Selengkapnya icon click

Tabrakan Maut di Bypass Ir Soekarno, Pemotor Tewas Tabrak Truk Parkir

balitribune.co.id | Tabanan - Seorang pemotor tewas setelah menghantam truk tronton yang parkir di pinggir jalan Bypass Ir Soekarno, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Rabu (4/2). Korban bernama I Wayan Sumerta (54) meninggal dunia di lokasi kejadian akibat masuk ke kolong kendaraan besar tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Menu Sate MBG Basi, Siswa di Dua SDN Karangasem Ogah Makan

balitribune.co.id | Amlapura - Nasi belum tanak serta lauk berupa sate basi membuat para siswa di dua Sekolah Dasar (SD) penerima manfaat MBG di Karangasem ogah memakannya pada Rabu (4/2) pagi. Dua SD yang menerima makanan basi tersebut masing-masing SD Negeri 5 Karangasem dan SD Negeri 1 Karangasem.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.