Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ratusan Napi dan Warga Binaan Dapat Remisi

TEMUI - Usai upacara bendera di Rutan Kelas II B Negara Bupati Artha menemui Mantan Bupati Jembrana, I Gede Winasa.

BALI TRIBUNE - Peringatan HUT ke 73 Kemerdekaan RI, memberikan angin segar bagi para narapidana (napi) dan warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) dan Lapastik. Di Rutan Kelas II B Negara misalnya, puluhan napi mendapatkan potongan hukuman (remisi) umum tahunan, bahkan beberapa napi, Jumat (17/8), langsung bebas.  Kasi Pelayanan Tahanan I Nyoman Tulus Sedang dikonfirmasi usai penyerahan remisi Jumat kemarin menyatakan dari 63 orang narapidana yang diusulkan, seluruhnya memperoleh remisi tahunan dari Kemenkum HAM RI. Ia menyebutkan saat ini Rutan Kelas II B Negara menampung sebanyak 129 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang terdiri dari 42 orang Tahanan dan 76 orang Narapidana. Sedangkan 63 narapidana yang diusulkan in telah memenuhi syarat untuk menerima remisi.  Untuk remisi tahunan kali ini terdiri dari Remisi Umum I yang diterima 60 orang narapidana dan remisi umum II 3 orang. “Remisi umum I ini adlaha pemberian pengurangan masa hukuman antara 1 bulan sampai 5 bulan. Sedangkan remisi umum II pengurangan masa hukuman dan langsung bebas,” ujar I Nyoman Tulus Sedang. Dari 63 penerima remisi tersebut 16 orang dinataranya merupakan narapidana tindak pidana khusus (pidsus) dan sisanya 47 orang merupakan narapidana tidan pidana umum (pidum). Bahkan 1 orang dari 5 orang narapidana tindak pidana korupsi (tipikor) yang kini menjalani hukuman di Rutan Kelas II B Negara yakni Mantan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop ) Kabupaten Jembrana, Ni Made Ayu Ardini diakuinya juga memperoleh remisi selama 2 bulan. Begitupula ada sebanyak 15 narapidana kasus narkoba juga memperoleh remisi pada hari kemerdekaan ini. Sedangkan dari tiga orang yang langsung bebas, dua diantaranya merupakan pasangan suamai istri. Pasangan suami istri, I Gede Desta Swastika Putra dengan Ketut Putri Indrayani asal Kelurahan Gilimanuk, Melaya ini sempat menjalani hukuman penjara lantaran kasus pelanggaran Undang-Undang Kesehatan (peredaran pil koplo) bersama narapidana kasusu gangguang ketertiban umum, I Komang Ari Wibawa langsung bebas. “Semuanya yang dapat remisi umum II ini merupakan narapidana kasus pidana umum dan bebas setelah sebelumnya menjalani hukuman selama 7 bulan. Ketiganya memperoleh remisi 1 bulan” tandasnya. HUT Proklamsi Kemerdekaan RI ke 73 di Rutan di Lingkungan Baler Bale Agung, Negara ini diperingati dengan upacara bendera. Usai upacara, Bupati Jembrana, I Putu Artha selaku Inspektur Upacara bersama Wakil Bupati, I Made kembang Hartawan, Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, I Ketut Sugiasa serta FKPD menemui para warga binaan termasuk sejumlah mantan pejabat salah satunya Mantan Bupati, I Gede Winasa. “Jangan justru mengucilkan diri atau merasa ragu dan malu. Justru setelah masa hukuman saudara akan lebih giat, kreatif untuk meniti kehidupan dan berbaur bersama masyarakat memajukan desa” tandasnya. Sementara itu, ratusan warga binaan Lapas Narkotika Bangli mendapat remisi bertepatan dengan HUT RI ke-73. Remisi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Bangli, Arif Rahman, Jumat (17/8). Dari ratusan warga binaan yang menerima remisi ada seorang warga binaan yang langsung bebas. Arif Rahman menyampaikan warga binaan yang mendapatkan remisi sebanyak sebanyak 184 orang. Kemudian remisi yang diterima mulai dari 1 bulan hingga 4 bulan. “Sejatinya ada empat beberapa orang bisa bebas karenan masa hukuman pokoknya sudah selesai dijalani, namun mereka harus menjalani hukuman subside,” jelasnya. Lanjutnya, satu warga binaan yang langsung bebas yakni I Dewa Made Putra. Arif Rahman mengatakan bila Dewa Putra mendapatkan remisi sebanyak 12 bulan. “Karena ada perubahan maka remisinya diterimanya cukup banyak. Di UPT sebelumnya yang bersangkutan tidak mendapat remisi. Usulan remisinya mulai 2016-2018, apa yang menjadi haknya tentunya kami berikan. Untuk SK nya pun baru terbit tadi malam, dan hari ini kami serahkan langsung,” terangnya. Di Rutan Bangli, sebanyak 36 warga binaan yang mendapatkan remisi. Untuk pemberian remisi kali ini belum ada warga binaan yang bisa langsung menghirup udara bebas. “Remisi yang diterima 1-6 bulan, dari sekian yang menerima remisi belum ada yang langsung bebas,” ungkap Kepala Rutan Bangli Diding Alpian. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly dalam sambutan mengungkapkan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus pada tahun 1945 merupakan puncak pergerakan kemerdekaan Bangsa Indonesa. Gelora dan semangat untuk mengisi kemerdekaan tentunya harus menjadi milik segenap lapisan masyarakat tak terkecuali bagi para warga binaan pemasyarakatan. “Meskipun secara umum mereka dirampas kemerdekaannya, namun itu hanyalah kemerdekaan fisik semata karena sesungguhnya mereka tetap memiliki kemerdekaan untuk terus berkarya. Hal ini dibuktikan dengan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh pasukan merah putih narapidana di lapas-lapas seluruh Indonesia.” ungkapnya.  Dikatakannya, kegiatan tersebut merupakan bukti pencapaian dan upaya perubahan yang telah dilakukan oleh para warga binaan pemasyarakatan. Maka pemerintah memberikan apresiasi melalui remisi. Remisi merupakan salah satu sarana hukum yang penting dalam mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan. “Remisi diberikan sebagai wujud apresiasi pencapaian perbaikan diri yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Perbaikan itu tercermin dari sikap warga binaan yang taat selama menjalani pidana, lebih disiplin, lebih produktif dan dinamis,” katanya.  Pihaknya juga berpesan kepada seluruh jajaran pemasyarakatan untuk menjalankan tugas dengan penuh integritas, bekerja dengan profesional dan ketulusan,  berupaya untuk menjaga nama baik serta tidak melakukan perbuatan yang dapat merusak citra institusi. Kepada para narapidana dan anak yang mendapatkan remisi juga diucapkan selamat. “Semoga dengan pemberian remisi ini akan memberikan kesempatan kepada saudara-saudara untuk selalu berbuat baik,” imbuhnya.  

wartawan
redaksi
Category

Strategi Ekonomi Pemkab Tabanan Berbuah Manis, Hilirisasi Jalan, Pengangguran Berkurang

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Semesta Berencana Kabupaten Tabanan Tahun 2027, Selasa (10/2), bertempat di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click

Pastikan Dasar Hukum Kuat, Gaji Dua Bulan Segera Cair Sekaligus

balitribune.co.id | Tabanan – Awal tahun 2026 menjadi masa penyesuaian bagi ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Tabanan yang baru saja dilantik dan mulai menjalankan tugas pengabdiannya di berbagai unit kerja. Seiring dimulainya peran tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabanan memahami harapan dan kegelisahan para PPPK Paruh Waktu terkait pencairan gaji perdana yang hingga saat ini masih dalam proses.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nikmati Sensasi "Satay & Wok" All You Can Eat Interaktif di Anathera Resort Kuta

balitribune.co.id | Kuta – Anathera Resort Kuta kembali mempersembahkan pengalaman kuliner istimewa melalui promo terbaru “Satay & Wok – All You Can Eat”, sebuah konsep makan malam interaktif yang memadukan sajian sate premium dan live cooking wok station hanya dengan IDR 190.000++ per orang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hadiri Pembukaan di JICC, Jakarta Dekranasda Karangasem Ambil Bagian di INACRAFT 2026

balitribune.co.id | Amlapura - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Karangasem, Nyonya Mas Parwata, bersama Wakil Ketua Harian Dekranasda Karangasem, Nyonya Sedana Merta, serta jajaran pengurus Dekranasda Kabupaten Karangasem menghadiri pembukaan Pameran INACRAFT 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Rabu (4/2/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Waspada Modus Baru! BNNP Bali Sita Ratusan Liquid Vape Berisi Narkotika Jenis Etomidate

balitribune.co.id | Denpasar - Salah satu modus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika adalah melalui media rokok elektrik. Modus ini berhasil diungkap BNN Provinsi Bali pada Sabtu (7/2) di daerah Sidakarya Denpasar Bali. Kasus ini bermula dari hasil analisis intelijen BNN Provinsi Bali terkait informaai jaringan liquid etomidate yang beroperasi di wilayah Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.