Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Relawan Tukad Bindu, Juara I Lomba Vlog Nasional

Bali Tribune/ I Ketut Nugraha Swadharma, SE, MM
balitribune.co.id | Denpasar -  Prestasi membanggakan kembali diraih putra terbaik Kota Denpasar. Kali ini datang dari lingkaran relawan peduli lingkungan Tukad Bindu Kesiman, Denpasar Timur. Dimana, dengan mengangkat kemolekan Tukad Bindu yang asri dan alami, Relawan Tukad Bindu bernama I Ketut Nugraha Swadharma, SE, MM berhasil meraih juara I lomba vlog nasional yang diselenggarakan di Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang, Jawa Timur yang telah diumumkan pada 27 Juni lalu. 
 
I Ketut Nugraha Swadharma saat diwawancarai di sela kesibukanya di area Tukad Bindu, Minggu (30/6) mengaku sangat senang, bahkan dirinya tidak menduga bisa tembus ke tingkat nasional dan sukses menjadi yang terbaik se-Indonesia yang bersaing dengan 18 peserta lomba vlog.  
 
“Tentunya kami bangga dan senang dapat keluar menjadi yang terbaik dan ikut serta memperkenalkan objek Wisata Tukad Bindu di kancah nasional melalui karya vlog,” jelasnya. 
 
Lebih lanjut dijelaskan, adapun pada garapan video vlognya, pria yang juga guru di SMPN 9 Denpasar ini  mengangkat konsep ‘Dari Tukad Bindu untuk Dunia’. Harapannya agar Tukad Bindu sebagai salah satu destinasi tujuan wisata di Denpasar bisa dijaga kelestarian serta kebersihannya bahkan ditingkatkan lagi agar semakin menjadi lebih baik ke depannya.  “Iya tentunya kami ingin memperkenalkan Tukad Bindu dan mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat Tukad (Sungai, Red) secara keseluruhan,” paparnya.
 
Nugraha menuturkan, Bali memiliki keindahan di setiap sudutnya. Meski kini telah berdiri banyak cafe hingga hotel, Bali masih menyimpan keunikan wisata tersendiri. Salah satunya adalah keberadaan Tukad Bindu yang akan membawa siapa pun yang mengunjunginya kembali ke masa lalu. Sesuai namanya, panorama tukad atau sungai menjadi daya tarik utama destinasi yang berada di Gang Sikarini, Kesiman, Denpasar ini. 
 
“Bukan tanpa proses panjang, mengingat dulunya Tukad Bindu dikenal kotor. Banyak sampah berserakan di permukaannya,” jelasnya. 
 
Namun, lanjut Nugraha berkat inisiatif masyarakat dan kesadaran akan pentingnya wisata di Bali, Tukad Bindu mulai dibenahi. Perlahan tapi pasti, warga berupaya keras menyulap sungai yang mulanya kotor, menjadi bersih dan bagus seperti saat ini. 
 
“Setiap harinya, sungai ini selalu ramai. Anak-anak, maupun orang dewasa terlihat asyik berenang di sungai. Jika ingin ikut merasakan asyiknya bermain air, Anda bisa menyewa pelampung dan ban di pinggir sungai,” ujar pria yang juga aktif sebagai Hipnoterapist ini. 
 
“Area di sekitar pinggiran sungai juga ditata, ditanami rerumputan hijau. Kawasan ini sering dimanfaatkan warga untuk piknik maupun sekadar beristirahat. Anda juga bisa menemukan deretan warung dan gazebo bambu dengan nuansa ala Bali kuno,” tambahnya. 
 
Salah satu keunikan Tukad Bindu, kata Nugraha adalah adanya sistem subak (pengairan sawah) yang mengairi sawah di wilayah Renon, Sanur, Panjer dan Sedap Malam. 
 
Disamping itu, terdapat wahana edukasi Energi Baru Terbarukan (EBT) berupa Pembangkit Listrik Tenaga Hidro Mikro (PLTHM). 
 
“Dimana, ke depannya diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan ketersediaan listrik sepanjang masa bagi masyarakat dengan tetap mengedepankan energi ramah lingkungan,” pungkas pria yang juga sebagai anggota Yayasan Tukad Bindu Kesiman Bidang Pendidikan.
wartawan
I Wayan Sudarsana
Category

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Satria Buka Puasa Bersama Warga Muslim di Kampung Gelgel

balitribune.co.id I Semarapura - Guna menjaga tradisi toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Kabupaten Klungkung, Bupati Klungkung, I Made Satria dan Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri undangan Buka Puasa Bersama masyarakat Muslim di Masjid Nurul Huda Kampung Gelgel, Kecamatan Klungkung, Selasa (10/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.