balitribune.co.id | Kuta - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Padang Padang-Labuan Sait, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, pada Selasa malam (27/1) sekitar pukul 23.00 WITA. Truk kontainer diduga mengalami rem blong dan menabrak truk molen, menyebabkan sopir truk kontainer tewas di lokasi kejadian. Evakuasi para korban pun berlangsung dramatis. Pasalnya, kedua sopir tergencet kendaraannya masing-masing.
Petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi dari Babinsa Labuan Sait pada dini hari, sesaat setelah kejadian, pada pukul 00.15 Wita. Segera setelah memperoleh laporan kejadian kecelakaan, diberangkatkan 8 personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar yang berlokasi di Jalan Raya Uluwatu - Jimbaran menuju lokasi. Setibanya di lokasi, tim segera mempersiapkan peralatan ekstrikasi dan langsung berupaya mencari celah untuk bisa melepaskan korban dari himpitan.
"Untuk korban ada dua orang, satu orang selamat dan satu orang meninggal dunia," ungkap Kadek Perdana Yasa, selaku koordinator lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.
Salah seorang korban atas nama Edi Handoko (45) asal Jember masih dalam keadaan sadar, namun kakinya terjepit dan alami luka cukup parah di bagian wajah serta kaki. Sementara korban lainnya sudah dalam kondisi meninggal dunia atas nama Dimas Suprayogi (34) asal Mojokerto..
Tim SAR gabungan berjibaku selama kurang lebih setengah jam hingga berhasil mengeluarkan Edi Handoko pada pukul 01.25 Wita. Selanjutnya korban segera dibawa menuju RSUP Prof Ngoerah dengan mengunakan ambulance Al Mandiri. Berselang lima belas menit kemudian, jenasah korban atas nama Dimas Suprayoga telah terevakuasi dan dibawa ke rumah sakit yang sama dengan ambulance Sosial Ummat.
Selama berlangsungnya proses evakuasi turut melibatkan unsur SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polsek Kuta Selatan, Unit Laka Lantas Polresta Denpasar, Babikamtibmas Desa Labuan Sait, Damkar Badung, Medical Klinik Pecatu dan Pecalang Desa Labuan Sait.