Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Rencana Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, Gunakan Lahan Ratusan Hektar

Bali Tribune / Wilayah Jembrana akan dilalui jalan tol dari Gilimanuk dengan panjang ruas mencapai 55 km dan menggunakan lahan ratusan hektar.

balitribune.co.id | Negara - Ratusan hektar lahan di Jembrana akan digunakan dalam pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi. Sejumlah tahapan pun kini telah bergulir. Berbagai kekhawatiran akan dampak pembangunannyan telah mengemuka dari berbagai pihak sehingga memunculkan berbagai usulan dan masukan.

Rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi terus begulir. Tahap demi tahapan mulai dilaksanakan untuk mempersiapkan pembangunan jalan tol yang akan melintasi wilayah Jembrana tersebut. Teranyar digelar konsultasi publik yang digelar di Jembrana pada pecan ini. Dalam dengan pendapat yang di ikuti sejumlah instansi, para perbekel/lurah dan tokoh adat di tiga kecamatan, Melaya, Negara dan Jembrana Senin (8/3) mengemuka sejumlah kekhawatiran terhadap dampak pembangunan jalan tol ini.

Seperti salah satunya terkait dengan dengan kelesatarian hayati terutama di kawasan hutan. Tol ini akan dibangun juga melintasi sejumlah kawasan hutan termasuk Kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Kepala Balai TNBB, drh. Agus Ngurah Krisna menyatakan hingga kini pihaknya belum mendapatkan surat resmi terkait kawasan TNBB yang digunakan tersebut, “pemrakarsa yang bilang tujuh hektar,” ujarnya. Berdasarkan analisa awal, ia menyebutkan ada sejumlah dampak yang harus diminimalisir.

“Dari pemrakarsa juga menyebut ada perubahan bentang alam, penurunan keanekaragaman hayati, pasti itu dampak-dampak normatifnya,” ungkapnya. Sehingga menurutnya Tim Amdal yang harus mengkaji dampak detailnya. Untuk mengurangi dampak lingkungan berkaitan Amdal, pihaknya meminta agar ruas jalan tol yang melalui kawasan hutan termasuk TNBB agar dibuat jalan laying dan juga dibangun koridor satwa, “pemrakarsa juga harus mengajukan permohonan ke Kementerian KLHK,” jelasnya.

Ia pun mengakui belum mengetahu zona di kawasan TNBB yang akan terkena jalur tol. “penetapan lokasi (penlok) belum ada,” tandasnya. Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jembrana, I Wayan Sudiarta mengatakan pihaknya telah mengidentifkasi permasalahan dampak yang ditimbulkan rencana pembangunan jalan toll, “termasuk juga menginvetrisir saran, pendapat dan tanggapan masyarakat, dalam hal ini masyarakat terdampak langsung di sekitar trase,” ungkapnya.

Namun trasenya masih dalam proses penetapan lokasi, pihaknya mengaku baru mengundang perbekel/lurah dan pemuka adat. “Saat ini masih pra kontruksi. Ada beberapa masukan yang sudah masuk” ujarnya. Masukan tersebut diantaranya terkait jaringan pipa air minum swadaya yang crossing jalan tol, permukimawan warga yang harus difasilitasi akses masuk dan tempat suci serta jalan untuk pemelastian diminta jadi prioritas, “usulannya jalan tolnya di bawah (under pass), jalan eksisting yang melayang,” paparnya       

Ia mengakui adanya keluhan masyarakat didominasi dengan pembebasan lahan, “karena penlok belum final, masih verifikasi di provinsi jadi belum bisa kita tahu yang mana akan terkena dampak langsung” jelasnya. Ia menyebut dari total lahan yang akan digunakan 915 hektar, ada 500 hektar ada di Jembrana, “panjang ruas 95,5 dari Gilimanuk ke Mengwi, di Jembrana dilalui 55 km. Harapannya lingkungan hidup tetap dipertahankan. Sudah disampaikan ke konsulatan, finalnya pada sidang dokumen Amdal,” sebutnya.

Sementara itu Konsultan Pembangunan Jalan Tol Jembrana-Mengwi, Rahmatuloh mengatakan tahapan rencana jalan tol ini sampai saat ini sudah sampai pada sosialisasi publik terkait Amdal, “masih akan dilanjutkan dengan kegiatan lain seperti pertemuan dengan masyarakat,” ujarnya. Ia pun menyebut untuk luas lahan yang akan digunakan dari trase 500 hektar, “didalamnya 67 hektar taman nasional, 50 hektar berupa hutan produksi dan ada sawah, kebun. Untuk lahan warga 73 persen sudah alas hak dalam bentuk sertifikat hak milik, sisanya akan dicarikan kesepakan sesuai dengan undang-undang” ungkapnya.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Komisi II DPRD Bali Gelar Rapat Koordinasi UMP 2027

balitribune.co.id | Denpasar - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah instansi pemerintah, organisasi pengusaha, serta asosiasi pariwisata dalam rangka menyerap aspirasi dan masukan terkait rencana upah minimum provinsi (UMP) Bali tahun 2027 dan upah minimum sektoral pariwisata tahun 2027 yang berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Bali, Selasa (15/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

20 Jiwa Terdampak Ledakan Petasan di Siulan Denpasar, Dinsos Salurkan Bantuan Logistik

balitribune.co.id | Denpasar - Kebakaran hebat melanda kawasan Jalan Siulan, Gang Nusa Indah, Denpasar Timur, pada Selasa (15/9/2026) sore. Peristiwa yang dipicu oleh ratusan kembang api milik seorang warga tersebut memicu rentetan ledakan hingga api merembet ke pemukiman dan bengkel di sekitarnya. Hingga saat ini, titik pemicu awal kebakaran masih dipasang garis polisi (police line).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bandara Ngurah Rai Gelar Airport Emergency Exercise, Penumpang Diminta Tidak Panik

balitribune.co.id | Mangupura - "Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata yang populer di dunia. Sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan di Pulau Bali, kami berkomitmen untuk senantiasa memastikan aspek keamanan dan keselamatan operasional penerbangan dan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai selalu terjaga.

Baca Selengkapnya icon click

Diakui Atas Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Masyarakat, Kawasan Pariwisata Raih BTA 2026

balitribune.co.id | Mangupura - Sebagai kawasan pariwisata yang mengintegrasikan kualitas destinasi dengan prinsip keberlanjutan dan penciptaan manfaat bagi masyarakat, kawasan pariwisata Nusa Dua mendapat Pengakuan melalui Bali Tourism Awards (BTA) 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Memasuki Masa Tenang, Baliho Calon Perbekel di Kemenuh Ditertibkan

balitribune.co.id | Gianyar - Sejumlah baliho calon perbekel masih ditemukan terpasang meski sudah memasuki masa tenang Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak 2026. Menanggapi hal tersebut, Panitia Pilkel Desa Kemenuh bersama kepolisian menertibkan atribut kampanye tersebut di wilayah Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Rabu (16/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Kera Resahkan Warga Nyalian, Rusak Lahan Pertanian hingga Masuk Pemukiman

balitribune.co.id | Semarapura - Perbekel Desa Nyalian, Cok Gede Agung Putra, mengeluhkan keberadaan kera ganas yang merusak tanaman pertanian warga. Ia menyampaikan kondisi tersebut kepada Kepala BPBD Klungkung, Putu Widiada, S.Sos., melalui grup penanggulangan bencana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.