Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Revitalisasi Pasar Singamandawa, Kementerian Perdagangan Tinjau Lokasi

Bali Tribune / Kementerian Perdagangan meninjau kondisi Pasar Singamandawa Kintamani, Bangli, Selasa (31/8).

balitribune.co.id | BangliPemerintah kabupaten Bangli dibawah kepeminpinan Bupati Sang Nyoman Sedana Arta akan melakukan revitalisasi pasar Singamandawa, Kintamani. Untuk revitalisasi pasar terbesar di Kecamatan Kintamani tersebut Pemkab Bangli melobi Kementerian Perdagangan. Bahkan pekan lalu Pemkab Bangli mengajukan proposal anggaran. Menindaklajuti usulan tersebut Kementerian Perdagangan meninjau langsung kondisi Pasar Singamandawa, Selasa (31/8). 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bangli, I Wayan Gunawan mengatakan untuk revitalisasi dan pembangunan Pasar Singamandawa, pemerintah daerah telah mengajukan proposal ke pusat. "Proposal sudah kami ajukan, menyikapi usulan tersebut dari Kementerian langsung turun ke Bangli," jelasnya, Rabu (1/9). 

Kata Wayan Gunawan utusan dari Kementerian Perdagangan yang datang yakni dari Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri serta perwakilan dari Kementerian PUPR yang diterima langsung oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta.

Kata Kadis asal Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku ini, setelah pertemuan, Tim Kementerian langsung turun meninjau kondisi Pasar Singamandawa. "Rencana awal lewat virtual. Karena kondisi memungkinkan maka dari Kementerian langsung cek ke lapangan," ungkapnya. 

Dengan peninjuan tersebut, Kementerian dapat menyaksikan kondisi riil Pasar Singamandawa. Disebutkan jika Pasar layak untuk dilakukan revitalisasi dan pembangunan. "Hasil peninjauan akan dilaporkan kembali. Semoga usalan Pemkab Bangli disetujui," harapnya.

Diakui proposal yang diajukan sekitar 3 minggu lalu, dan mendapat respon cepat dari pusat. Kata Wayan Gunawan, data-data yang diminta oleh pusat langsung dikirimkan. Memang dari sebelumnya sudah dipersiapkan data-data seperti jumlah pedagang. "Ini juga dorongan dari bapak Bupati. Begitu ada permintaan data kami langsung kirim ke pusat sehingga proses cepat, untuk revitlaisasi pasar Singamandawa membutuhkan anggran Rp 50 miliar," ujarnya. 

Menurut Wayan Gunawan jika Kementerian merespon usulan kita, maka proses revitalisasi bisa dilakukan pada anggaran 2022.

Sementara ada 700 orang lebih pedagang di Pasar Singamandawa. Pasar Singamandawa memiliki luas 1,5 hektare. Aktivitas Pasar buka setiap hari, namun tiga hari sekali pasaran besar. "Mudah-mudahan Pasar dapat perbaikan dan imbasnya tentu dapat  meningkatkan aktivitas perekonomian," jelasnya. 

wartawan
SAM
Category

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.