balitribune.co.id | Mangupura - Gelaran Badung Caka Fest 2026 yang berlangsung di kawasan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, sukses menyedot perhatian ribuan warga. Selama tiga hari pelaksanaan, 6–8 Maret 2026, masyarakat dari berbagai penjuru Bali memadati lokasi untuk menyaksikan penampilan 21 ogoh-ogoh terbaik hasil seleksi ketat di tingkat zona.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Made Widiana, mengungkapkan bahwa lonjakan penonton terjadi secara signifikan, terutama pada hari kedua yang bertepatan dengan malam Minggu. Meski jumlah pengunjung membeludak hingga dua kali lipat, ia memastikan situasi di lapangan tetap terkendali dan tertib.
"Penonton sudah sangat banyak sekali bahkan tempat menonton sempat terasa kurang. Tetapi kondisi tetap aman dan tertib. Penonton sangat kooperatif sehingga acara berjalan lancar," ujar Widiana, Minggu (8/3/2026).
Kelancaran acara ini didukung oleh pengamanan berlapis yang melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Kodim 1611/Badung, hingga pihak kepolisian. Selain itu, pengamanan internal Puspem dan bantuan pecalang dari masing-masing desa adat turut mengawal pergerakan peserta ogoh-ogoh.
Terkait kompetisi, 21 finalis yang tampil merupakan kurasi dari total 597 Sekaa Teruna dan Yowana yang sebelumnya telah berkompetisi di tujuh zona penilaian. Widiana menilai kualitas karya tahun ini sangat kompetitif dan merata, dengan penekanan pada penggunaan undagi (arsitek tradisional) lokal dan material ramah lingkungan.
"Kami mendorong agar pembuatan ogoh-ogoh melibatkan undagi lokal sehingga mampu memberdayakan seniman di daerah," tambahnya. Aturan ketat juga diberlakukan untuk menjaga nilai budaya dan kelestarian lingkungan dalam setiap karya yang ditampilkan.
Festival ini tidak hanya menjadi panggung seni, tetapi juga motor penggerak ekonomi. Bekerja sama dengan DiskopUKMP Badung, panitia menyediakan 48 stan UMKM yang memfasilitasi pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif di sekitar lokasi acara.
Selain kategori utama, Badung Caka Fest 2026 dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung seperti lomba ogoh-ogoh mini dan lomba foto dokumenter. Lomba foto tersebut bertujuan mengabadikan proses kreatif para pemuda dalam merancang karya mereka dari awal hingga tuntas.
Meski parade telah berakhir, masyarakat diminta bersabar untuk mengetahui siapa yang keluar sebagai jawara. Panitia menjadwalkan pengumuman resmi pemenang lomba ogoh-ogoh utama pada 11 Maret 2026 mendatang melalui kanal media massa.