Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ritual Mapakelem Unik, Bebek Berenang di Telaga Tanpa Air

Telaga Maya
BERENANG di KOLAM TANPA AIR- Umat terheran-heran saat meyaksikan bebek berenang di kolam tanpa air (Telaga Maya) di Pura Pusering Jagat, Pejeng, Senin (7/8) malam.

BALI TRIBUNE - Puncak karya piodalan di Pura Pusering Jagat Pejeng, Senin (7/8) malam diakhiri dengan ritual unik.Oleh warga setempat. Ritual ini dikenal dengan sebutan mapekelem di Telaga Maya, yang lokasinya tepat berada di belakang pelinggih utama Pura Pusering Jagat. Di kolam tanpa air itu, 2 ekor bebek putih justru seperti berenang memutar-mutar.

Usai persembahyangan bersama pada Puncak Piodalan yang dipuput Ida Pedanda Lingsir Griya Sanding, ribuan pemedek yang memenuhi areal Pura tak langsung pulang. Sebab, masihadasatuprosesi yang kerapditunggu-tunggu warga yakni mapekelem di Telaga Maya.
Ritual ini memang dikenal cukup unik dan di luar nalar.Dalam prosesi ini diawali dengan menghaturkan sesajen yang dipuput Pemangku Pura Ratu Pasek.

Didampingi sejumlah sutra dan juru sapuh, banteng dihaturkan di dalam areal ‘Telaga Maya’ yakni sebuah kolam yang tanpa air.

Seorang juru sapuh membawa dua ekor salaran bebek putih yang nantinya akan dijadikan pekelem. Konon ritual ini wajib dilaksanakan setiap digelar upacara piodalan sebagai symbol persembahan.
Usai diupacarai dan diiringi dengan sembahyang bersama lagi, kedua ekor bebek yang sudah diupacarai langsung dilepas.

Semua umat yang hadir pun langsung tertuju pada sepasang bebek itu.Karena sangat aneh,  bebek yang dilepas bebas di areal telaga maya  langsung beraya berenang meski tanpa air.   Keduanya pun terlihat seperti menikmati air  kolam sambil meliuk-liuk.

Sesekali, kedua ekor bebek itu tampak menelisik bulunya dan mengepakkan sayapnya layaknya usai berenang.
Pemandangan aneh dan unik ini pula yang membuat warga setempat meyakini jika telaga maya itu benar-benar sebuahkolam yang penuh dengan air.

Selanjutnya, kedua ekor bebek itu diperebutkan warga untuk dipelihara dirumahnya.

Nyoman Parta, Ketua Komisi IV DPRD Bali yang sempat menyaksikan prosesi mapekelem di telaga maya tampak berdecak kagum.

Dirinya tak habis pikir, usai diupacarai kedua bebek putih itu tampak berenang di kolam tanpa air.

“Saya sangat kagum dan percaya jika telaga mayai ni benar-benar ada airnya.terbukti, kedua ekor bebek pakelem itu Nampak berenang seperti di kolam air. Ini sangat unik dan sakral," ujarnya.

Bendesa Pakram Jero kuta Pejeng, Cok Gde Putra Pemayun menegaskan, prosesi mapekelem di telaga maya ini wajib dilaksanakan setiap gelaran piodalan di Pura Pusering Jagat.

Konon, menurut informasi, pelinggih telaga maya ini tembus hingga di perairan Nusa Penida.Sehingga setiap digelar mapakelem akan tembus di Nusa Penida sebagai pengingat jika di Pura Pusering Jagat sedang berlangsung piodalan.

Terlebih, di Pura Pusering Jagat juga terdapat pelinggih ratu nusa.

wartawan
redaksi
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

“Homeless Media” Adaptasi atau Ancaman Demokrasi?

balitribune.co.id | Perdebatan soal “homeless media” sesungguhnya bukan sekadar pertengkaran antara media lama dan media baru. Polemik ini lebih dalam dari itu - Indonesia sedang menghadapi benturan besar antara disrupsi digital dengan standar profesionalisme pers yang selama ini menjadi fondasi demokrasi.

Baca Selengkapnya icon click

Kasus Scam Tembus 530 Ribu, OJK Perkuat Kolaborasi Indonesia-Australia

balitribune.co.id | Jakarta - Maraknya penipuan digital di sektor jasa keuangan membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kerja sama internasional, termasuk dengan Australia, untuk mempercepat penanganan scam yang kini berkembang lintas negara dan lintas sektor.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BKSDA Bali Gagas Konsep The New Kintamani

balitribune.co.id I Bangli - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali resmi memperkenalkan konsep The New Kintamani sebagai arah baru pengelolaan bentang alam yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. 

Gagasan ini dipaparkan dalam forum konsolidasi di Museum Geopark Batur, Kintamani, Jumat (8/5/2026), yang dihadiri 46 pemangku kepentingan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.