Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Rute Tol Gilimanuk-Mengwi Dipangkas, Forum Perbekel Minta Ada Keterbukaan Informasi

 Rencana jalur Tol Gilimanuk-Mengwi.
Bali Tribune / Rencana jalur Tol Gilimanuk-Mengwi. (ist)

balitribune.co.id I Tabanan – Forum Perbekel desa terdampak proyek Tol Gilimanuk-Mengwi menuntut keterbukaan informasi menyusul adanya kebijakan penyesuaian rute (re-scoping) yang memangkas panjang jalan tol tersebut.

Selain para kepala desa yang wilayahnya terdampak rencana pembangunan tol juga masih perlu memastikan keabsahan peta jalur yang saat ini ramai beredar di media sosial. Sesuai skema terbaru dari Kementerian Pekerjaan Umum, pembangunan tol kini difokuskan pada Seksi II dan III. Seksi II menghubungkan Pekutatan-Mengwi. Sementara Seksi I jalur Gilimanuk-Pekutatan resmi dibatalkan.

Dampaknya, total panjang lintasan menyusut menjadi sekitar 42 kilometer, dengan jumlah wilayah terdampak yang juga berkurang drastis dari 59 desa menjadi hanya 36 desa. Untuk wilayah Tabanan, rute terbaru diperkirakan masih melintasi sedikitnya 19 desa yang tersebar di tujuh kecamatan.

Namun, ketiadaan penjelasan resmi dari pemerintah membuat para perbekel belum berani memberikan kepastian kepada warga mengenai nasib lahan mereka. Anggota Forum Perbekel Terdampak Tol Gilimanuk–Mengwi, I Nyoman Agus Suryawan, mengungkapkan bahwa draf peta yang beredar justru memicu kebingungan di tingkat desa. 

Pihaknya menemukan adanya ketidakkonsistenan data, ada desa yang seharusnya berada di jalur utama justru menghilang dari peta. Di saat yang sama, ada juga desa yang jauh dari lokasi yang direncanakan justru tercantum sebagai jalur perlintasan. “Karena itu kami masih meragukan apakah peta yang beredar benar-benar sudah final,” ujar Agus Suryawan pada Selasa (14/7/2026).

Agus Suryawan yang juga Perbekel Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, ini menyebutkan bahwa warga terdampak sudah tiga tahun menunggu kejelasan serta realisasi proyek tersebut. Ia mendesak pemerintah agar segera melakukan sosialisasi terbuka dan tidak membiarkan masyarakat terus dihantui oleh ketidakpastian informasi. “Selama ini masyarakat menunggu tanpa kepastian. Kalau memang ada perubahan, pemerintah harus benar-benar siap menerima berbagai masukan dari warga terdampak,” tegasnya.

Hingga saat ini, sambungnya, pihak desa belum menerima pemberitahuan resmi mengenai rencana pengukuran ulang lahan maupun penetapan lokasi (penlok) yang bersifat final. 

wartawan
JIN
Category

Digempur Produk Modern, Permintaan Gerabah untuk Kebutuhan Upacara Adat Masih Stabil

balitribune.co.id I Mangupura - Pembuatan gerabah tradisional hingga saat ini masih ditekuni salah satu perajin di Desa Kapal Kabupaten Badung. Pasalnya, gerabah yang terbuat dari tanah liat tersebut kerap dibeli masyarakat yang akan melaksanakan upacara Pengabenan. Sehingga gerabah menjadi salah satu kebutuhan yang tidak bisa lepas dari upacara adat Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati, Wabup dan Ketua DPRD Badung Sambut Silaturahmi Kajari Badung

balitribune.co.id | Mangupura - Dalam suasana hangat dan kekeluargaan, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Badung yang baru, I Wayan Sumertayasa beserta jajaran di Rumah Jabatan Bupati Badung, Puspem Badung, Selasa (18/8/2026). Bupati didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD I Gusti Anom Gumanti, dan Sekda Ida Bagus Surya Suamba.

Baca Selengkapnya icon click

Perkuat Daya Saing UMKM, DPRD Badung Serap Aspirasi Raperda Pelindungan Produk Unggulan Daerah

balitribune.co.id | Mangupura - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung menggelar penyerapan aspirasi masyarakat terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pelindungan dan Pemberdayaan Produk Unggulan Daerah. Ranperda inisiatif ini dirancang guna memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Koperasi di tengah persaingan pasar yang kian ketat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gebrakan Pelestarian Budaya: INSTIKI Padukan Teknologi AR, Film Dokumenter, dan Pameran Hybrid untuk Angkat Lontar Prasi Tenganan

balitribune.co.id | Amlapura — Di tengah gempuran arus modernisasi, keberadaan seni tradisional sering kali terpinggirkan. Namun, langkah nyata nan inovatif justru ditunjukkan oleh Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.