Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Saat Melasti, Desa Pakraman Turunkan Juru Sapu

Bali Tribune/ata
Membersihkan pantai usai Melasti.

Gianyar | Bali Tribune.co.id -Tumpukan  sampah usai pelaksanaan prosesi Melasti di kawasan pantai, kini tidak lagi menjadi pemandangan mencolok di Gianyar. Sebagian besar Desa Pakraman menurunkan juru sapu yang bertugas membersihkan pantai hingga jalur iringan melasti.

Mengapresiasi kesadaran masyarakat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar pun menurunkan dukungan  petugas dan armada angkut sampah.

Sebuah pemandangan menarik, terlihat setelah iringan Melasti dari Desa Pakraman Serongga, Gianyar melintas di Jalan Raya Lebih.  Di bagian akhir iringan, sekumpulan pemuda desa memunguti sampah dengan berbekal kantong sampah. Aksi bersih sampah prosesi upacara ini, ternyata dilakukan mulai dari kawasan pantai hingga lintasan iringan tapakan suci.

“Upacara Melasti kan tujuannya untuk menbersihkan Buana Alit, Buana Agung dan  Pratima atau seluruh simbol-simbol suci Tuhan. Buana Agung atau alam, sebelumnya kurang diperhatikan, malah sebaliknya dikotori sampah upacara. Malu dong ada sampah saat upacara melasti (pembersihan),” terang I Nyoman Sugiarta, salah seorang warga Serongga.

Pemandangan yang sama juga terlihat di sejumlah pantai di Gianyar. Sebagian besar  Desa Pakraman yang melaksanana proses pemelastian sudah menyiapkan juru sapu atau tim untuk melakukan pembersihan pantai usai prosesi. Demikian halnya Desa Pakraman  Peliatan, Ubud  yang melibatkan komunitas peduli lingkungan di desanya yang disebut Peliatan Ngogo (Pego). 

“Anak-anak dari Komunitas Pego ini selalu ambil bagian di setiap kegiatan. Tidak hanya saat Melasti, saat pawai Ogoh-ogoh pun diwajibkan ada tim kebersihan  di setiap Sekeha Teruna,” ungkap Bendesa Pakraman Peliatan, Jero  Ketut Sandi.

Dihubungi terpisah, Kadis Lingkungan Hidup Gianyar, Wayan Kujus Pawitra menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh Krama Gianyar yang telah menunjukan kesadaran yang tinggi terhadap kebersihan lingkungan. Disebutkan, revolusi mental di ranah adat ini sangat efektif membangun kesadaran secara kolektif di masing-masing desa.  

Karena itu pula, pihaknya terus mendorong kesadaran positif ini dengan menyediakan bantauan kantong sampah hingga menurunkan petugas dan armada angkutan. Dengan kesadaran di masing-masing desa ini, sebut Kujus, tumpukan sampah di pantai, kini tidak lagi menuai sorotan. Demkian pula di jalan-jalan yang menjadi lintasan iringan Melasti, juga menjadi perhatian Desa Pakraman dalam membangun hubungan harmonis dengan desa pakraman lainnya.

“Jika sudah bersih, pelaksanaan Nyepi pun semakin nyaman.  Sampah yang timbul saat Melasti hingga Pawai Ogoh-ogoh, kini mendapat perhatian serius. Kesadaran ini harus  ditingkatkan lagi. Tahun depan, proses pemilihan sampah juga dipehatikan,” pungkasnya. ata

wartawan
habit
Category

Ketua DPRD Tabanan Kritik Kondisi Lapangan Penebel Tak Terawat Usai Ditata

balitribune.co.id I Tabanan - Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa mengritik kondisi lapangan Umum Penebel yang tidak terawat meski baru ditata dengan dana miliaran rupiah. Fasilitas publik yang menghabiskan anggaran APBD 2024 sebesar Rp 2,2 miliar tersebut kini justru dipenuhi rumput liar dan mulai mengalami sejumlah kerusakan fisik.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Seorang WNA Diduga Hipnotis dan Gasak Uang Pemilik Warung di Bangli

balitribune.co.id I Bangli - Aksi pencurian dengan cara hipnotis membuat resah pemilik warung di Bangli. Bahkan salah satu pemilik warung di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, yakni Ni Wayan Sariani menjadi korbannya. Pedagang sembako ini kehilangan uang Rp 1,2 juta setelah diperdayai pelaku. Dari ciri-ciri pelaku kuat dugaan pelaku adalah warga negara asing (WNA).

Baca Selengkapnya icon click

Diduga Terjangkit ASF, Puluhan Babi Mati Mendadak

balitribune.co.id I Mangupura - Wabah African Swine Fever (ASF) diduga kembali menyerang peternakan babi di wilayah Badung. Kali ini, seorang peternak di Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, mengalami kerugian besar setelah puluhan babi miliknya mati mendadak.

Peristiwa tersebut mulai terjadi sejak awal April 2026. Sedikitnya 60 ekor babi dilaporkan mati satu per satu dengan gejala tidak mau makan, lemas, lalu akhirnya mati.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Disdukcapil Denpasar Raih Predikat Sangat Baik dari Kemendagri

balitribune.co.id I Denpasar - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar meraih predikat Sangat Baik dengan nilai 90,00 berdasarkan evaluasi kinerja tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Ketetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 800.1.5.1.1910/Dukcapil/2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.