Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sampah di TPA Peh Capai 100 Ribu Ton, Target 4 Tahun Tuntas

Bali Tribune / Permasalahan timbunan sampah di TPA Peh ditargetkan penanganannya tuntas beberapa tahun kedepan.

balitribune.co.id | Negara - Produksi sampah yang terus bertambah. Sedangkan kapasitas lahan TPA Peh terbatas, Berbagai upaya telah dilakukan dalam penanganan sampah termasuk gunung sampah di yang terletak di Banjar Peh, Desa Kaliakah, Negara ini. Ditargetkan penanganan sampah di TPA Peh tuntas dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan.

Masalah sampah menjadi persoalan pelik bagi tiap daerah selama ini. Kondisi ini makin diperparah dengan meningkatnya volume sampah  yang terus bertambah tidak sebanding dengan  lahan TPA. Persoalan itu juga terjadi di Kabupaten Jembrana. Masalah sampah menjadi persoalan bertahun tahun mengingat kondisi eksisting TPA Peh yang makin overload. Kondisi tersebut hingga kini menjadi perhatian serius.

Pihak pemerintah daerah pun menyadari permasalahan sampah di TPA tersebut. Teranyar Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengakui masalah sampah bertahun - tahun belum ada solusi maksimal, sehingga menimbulkan tumpukan sampah. Permasalahan penanganan sampah tersebut dikatakannya terjadi hampir di semua daerah, tidak hanya di Bali saja, melainkan juga di Indonesia. Tak terkecuali juga di Kabupaten Jembrana.

Ia menyatakan target menyelesaikan persoalan sampah sebagai prioritas kerjanya. Ia menyebut volume sampah di TPA Peh estimasinya jika dihitung berkisar 75 ribu ton hingga 100 ribu ton. Pihaknya mengaku beryakinan dalam empat tahun kedepan masalah timbunan sampah bisa diatasi. Dikatakannya persoalan penanganan sampah tersebut tidak dapat sepenuhnya dilakukan hanya oleh pemerintah daerah saja.

Menurutnya harus ada keterlibatan pihak lain termasuk sektor swasta. Sebagai solusi kini Pemkab Jembrana menurutnya melibatkan perusahaan swasta yang berkomitmen membantu. Solusinya menurutnya melalui kerja sama pengolahan sampah menjadi RDF (refuse derived fuel).  ”Dengan upaya mengatasi sampah eksisting menjadi RDF ini saya yakin solusi bisa mengatasi tumpukan sampah ini,” ujarnya

Ia menyebut saat ini Pemkab Jembrana telah bekerjasama dengan PT. Wisesa Global Solusindo selaku pengelola alat dan PT. Solusi Bangun Indonesia selaku buyer penampung RDF. Operasional usaha awal pihaknya mengaku dibantu CSR Bank BPD Bali sebesar Rp 300 juta. Kurang dari sebulan berproduksi, ia menyebut sudah ada 12 ton RDF hasil pengolahan di TPA Peh sudah dikirim ke pembeli di Jawa Timur.

Kendati menurutnya peralatan dari pihak ketiga sudah cukup memadai, namun diakui masih perlu beberapa peralatan tambahan. Pihaknya sudah meminta Penjabat Gubernur Bali agar mengalokasikan BKK Provinsi Bali untuk menambah peralatan tahun anggaran perubahan 2024. ”Pj Gubernur sudah setuju,” ujarnya. Diakuinya saat ini hasil pengolahan sampah di TPA Peh masih belum mencapai target permintaan volume RDF.

Nantinya setalah ada penambahan mesin bisa mencapai target volume harian permintaan pihak ketiga yang akan membeli RDF. "Tujuannya memang untuk membangun negeri. Kita ingin membuktikan bahwa energi terbaru kami bisa dimulai dari Jembrana," terangnya. Kendati diakuinya sudah banyak kabupaten lain yang ingin datang melihat RDF ini, namun sementara pihaknya belum menerima pihak yang ingin melihatnya.

Dengan pola kerjasama dengan pihak ketiga, ia menyebut pilot project penanganan sampah ini tidak membebani anggaran daerah. “Ini adalah pilot project. Upaya mewujudkan program ini bukanlah pekerjaan mudah. Prosesnya selama setahun lebih, hingga akhirnya ada kerjasama dengan pihak ketiga yang bersedia bekerjasama menyediakan peralatan dan tentunya tanpa harus mengeluarkan anggaran daerah,” tandasnya. 

wartawan
PAM
Category

Tarik Diri dari Restorative Justice, Pelapor Perbekel Sudaji: Saya Tunggu di Pengadilan

balitribune.co.id | Singaraja - Penanganan kasus dugaan penipuan yang melibatkan Perbekel Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, I Made Ngurah Fajar Kurniawan, masih bergulir di Polres Buleleng dan kini memasuki tahap menunggu pelaksanaan gelar khusus Restorative Justice (RJ).

Baca Selengkapnya icon click

Berkat Kotoran dan Kencing Sapi, Petani Organik Tidak Beli Pupuk

balitribune.co.id | Tabanan - Menjadi petani organik ala Made Sandi bukanlah hal yang sulit jika dilakukan dengan niat untuk menjalani hidup sehat dan sederhana. Made Sandi yang merupakan mantan satpam salah satu perusahaan asing di Bali memilih untuk menekuni pertanian organik di Banjar Dinas Munduk Andong Desa Bangli Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan sejak 2012 silam. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

NasDem Buleleng Bantah Isu Merger dengan Gerindra

balitribune.co.id | Singaraja - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Buleleng, Made Jayadi Asmara, angkat bicara menanggapi isu yang dihembuskan oleh Majalah Tempo terkait potensi bergabungnya (merger) Partai NasDem dengan Partai Gerindra. Jayadi secara tegas membantah isu tersebut dan menyatakan bahwa partainya saat ini berada dalam posisi yang sangat solid dan terus menunjukkan tren positif dalam perpolitikan nasional.

Baca Selengkapnya icon click

Jelang TPA Mandung Hanya Terima Sampah Residu, Pemkab Tabanan Gencarkan Sosialisasi Pilah Sampah

balitribune.co.id I Tabanan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan menggencarkan sosialisasi masif pemilahan sampah berbasis sumber menjelang pemberlakuan kebijakan TPA Mandung yang hanya akan menerima sampah residu.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat di tingkat hulu siap melakukan pemilahan secara mandiri sebelum aturan ketat tersebut resmi diterapkan mulai 1 Mei 2026 mendatang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jembatan Peken Belayu-Kukuh Terancam Putus

balitribune.co.id I Tabanan - Jembatan penghubung Desa Peken Belayu dan Desa Kukuh di Kecamatan Marga, Tabanan, terancam putus. Ini terjadi akibat tebing yang ada di bagian pinggirnya longsor ke aliran Sungai Yeh Gangga pada Rabu (15/4/2026) siang.

Kondisi jembatan tua tanpa pondasi besi ini kian mengkhawatirkan karena getaran kendaraan bertonase besar yang melintas justru memperparah pengikisan tebing.

Baca Selengkapnya icon click

Pemanfaatan Lahan Taman Bung Karno Penarungan Terkendala Kajian Kelayakan Lokasi

balitribune.co.id I Mangupura - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung belum sepenuhnya dapat memanfaatkan lahan di Taman Bung Karno, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, untuk penanganan kompos. Hal ini disebabkan adanya kesepakatan dengan desa setempat yang mengharuskan dilakukan kajian kelayakan lokasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.