balitribune.co.id | Tabanan – Sejumlah warga keturunan Tionghoa di Kabupaten Tabanan memadati Klenteng Kong Co Bio pada Senin (16/2) untuk menggelar persembahyangan tutup tahun demi mensyukuri rezeki serta kesehatan selama setahun terakhir.
Ritual ini dilakukan sejak pagi hari hingga tengah malam sebagai persiapan spiritual menyongsong pergantian tahun kalender China guna menyuci harapan agar tahun depan membawa kemakmuran.
Para umat yang datang ke Klenteng Kong Co Bio/Vihara Dharma Cattra sebagian besar mengenakan baju berwarna merah sebagai simbol kebahagiaan. Mereka datang bersama sanak keluarga sembari membawa sesaji atau sesuguhan untuk dihaturkan dalam persembahyangan yang berlangsung hingga pukul 24.00 Wita.
Biokong Klenteng Kong Co Bio, Edi Gunawan, menjelaskan bahwa sembahyang tutup tahun ini merupakan tradisi turun-temurun untuk berterima kasih atas berkah tahun lalu. Selain itu, persembahyangan ini menjadi momentum untuk memperkuat tekad dalam menghadapi tahun baru. "Jadi sekarang kami laksanakan sembahyang tutup tahun dan besok kembali sembahyang buka tahun baru Imlek 2577,” jelas Edi Gunawan.
Persembahyang itu tentunya disertai dengan harapan akan keberuntungan dan memperkuat tekad. “Sehingga tahun depan membawa kemakmuran serta kemurahan rezeki," ungkapnya.
Meskipun rutinitas ibadah tidak mengalami perubahan, pihak pengurus klenteng berencana menggelar tradisi Cap Go Meh pada 3 Maret 2026 mendatang. Dalam perayaan tersebut, pengurus akan menyajikan lontong Cap Go Meh kepada sekitar 800 umat yang diperkirakan hadir. "Gelaran tradisi Cap Go Meh akan dilaksanakan pada 3 Maret mendatang dengan jumlah umat yang datang diperkirakan 800 orang," imbuhnya.
Edi menambahkan bahwa tahun baru Imlek 2026 ini merupakan tahun Kuda Api menurut filosofi shio China. Tahun ini dimaknai sebagai masa untuk beraktivitas secara gesit, ulet, dan tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai, baik dalam aspek karier maupun cita-cita. Masyarakat diharapkan bekerja keras secara lurus tanpa terganggu hal lain, namun tetap menjaga keseimbangan antara urusan duniawi dan spiritual.
Konsep ini selaras dengan prinsip keseimbangan Yin dan Yang, di mana bekerja dan bersembahyang harus berjalan beriringan. "Dengan semangat tahun kuda api ini dengan penuh keberanian. Maka mulai dengan fokus ke arah tujuan apa yang diharapkan di tahun baru mendatang bisa tercapai," pungkasnya.