Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Seluruh OPD di Badung Mepatung, Bapenda “Ngedum Be Celeng” Paling Banyak

Bali Tribune/ MEPATUNG - Pegawai Badung mepatung daging babi di Puspem Badung, Senin (17/2).

balitribune.co.id | Mangupura - Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Badung melakukan pemotongan babi bersama mepatung, Senin (17/2/2020), sebagai tindaklanjut dari instruksi Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa. Salah satu OPD yang memotong babi cukup banyak adalah Bapenda Badung sebanyak 30 ekor.
 
Namun, mepatung bersama bukan berarti para pegawai memotong babi langsung di Puspem Badung. Melainkan mereka memesan babi langsung ke peternak maupun rumah potong hewan. Kemudian daging babi yang sudah terbungkus rapi tersebut dibawa ke Puspem, selanjutnya dibagikan kepada pegawai setempat.  Praktis, hampir semua pegawai Pemkab Badung “ngedum be celeng” (mendapat bagian daging babi) untuk dibawa ke rumah.
 
“Iya, seluruh OPD (mepatung). Perintah Bupati,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung  I Wayan Wijana, Senin (17/2/2020).
 
Secara terpisah Kepala Bapenda Badung I Made Sutama juga mengaku mepatung bersama seluruh pegawai Bapenda. Ada 30 ekor babi yang dipotong khusus di Bapenda. Babi-babi tersebut dibeli dari warga di Banjar Taman, Desa Darmasaba dengan harga Rp 28.000  per kilogram babi hidup. 
 
“Kita melaksanakan saran pimpinan membeli babi dari peternak di wilayah terdampak dengan kisaran harga Rp 25 ribu-Rp 28 ribu per kilo babi hidup,” ujar Sutama. 
 
Sebelum dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Mambal, puluhan babi tersebut diperiksa oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Unud, dengan pengawasan Kepala RPH Mambal I Made Murya. 
 
“Setelah diperiksa babi-babi tersebut dinyatakan sehat. Kemudian untuk pemotongan sudah dilakukan sesuai prosedur,” imbuhnya. 

wartawan
I Made Darna
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.