balitribune.co.id | Gianyar - Tiga orang buruh proyek terkubur longsor material bangunan di banjar Tegenungan, Kemenuh, Sukawati, Gianyar, Kamis (12/2) Siang. Dua orang berhasil selamat, sedangkan seorang lagi sempat dievakuasi dari timbunan, namun akhirnya meninggal dalam perawatan di rumah sakit.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar menerima laporan darurat terkait kejadian itu dan langsung menerjunkan personel ke lokasi. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengatakan setibanya di lokasi petugas menemukan tiga pekerja tertimbun material longsor.
“Dua orang diantaranya berhasil keluar dengan cepat, sementara satu pekerja sempat terjebak material selama kurang lebih 30 menit. Korban terakhirnya kami evakuasi masih bernafas, namun kondisinya sudah lemas,” ujar Dibya.
Petugas BPBD bersama warga setempat selanjutnya melarikan korban ke RSU Ari Santi Ubud untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami lemas. Namun sayang, nyawa korban tak berhasil tertolong.
Dibya menjelaskan, ketiga pekerja tersebut merupakan warga Kecamatan Blahbatuh. Saat kejadian, mereka sedang membersihkan material longsor dari senderan bangunan yang telah roboh sejak beberapa hari sebelumnya. Namun, saat proses pembersihan berlangsung, senderan kembali jebol dan menimpa para pekerja.
“Di lokasi memang sudah ada senderan yang jebol. Rencananya dibersihkan, namun justru terjadi longsor susulan yang menimpa pekerja,” jelasnya.
BPBD Gianyar mengimbau para pekerja proyek dan pemilik bangunan agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi masih berlangsung dan menyebabkan kondisi tanah menjadi labil.
“Akibat hujan terus-menerus, tanah menjadi rawan longsor. Kami imbau agar pekerjaan dilakukan dengan lebih teliti, waspada, dan dilengkapi perlengkapan keselamatan,” pungkas Dibya.
Hingga kini, peristiwa tersebut masih dalam penanganan aparat Kepolisian dari Polsek Sukawati, Gianyar, guna penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti longsor.