Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sempat Menilai Ada Kejanggalan, Keluarga Akhirnya Ambil Jenazah Nelayan Asal Desa Cupel untuk Dimakamkan

Penyerahan Jenazah
Bali Tribune / PENYERAHAN JENAZAH - Penyerahan jenazah I Gusti Putu Sugiarta (38), nelayan asal Desa Cupel, Kecamatan Negara yang sebelumnya sempat hilang setelah dilaporkan mengalami kecelakaan laut.

balitribune.co.id | Negara - Meski sempat menilai ada kejanggalan, pihak keluarga akhirnya memutuskan mengambil jenazah I Gusti Putu Sugiarta (38), nelayan asal Desa Cupel, Kecamatan Negara dari RSUD Negara untuk dimakamkan, Senin (14/9/2026) pagi. 

Sebelumnya, pihak keluarga terpaksa menyeberang ke perairan Banyuwangi untuk membongkar kembali makam korban yang sempat dikuburkan secara sepihak di pesisir Alas Purwo.

Kasus ini bermula saat sampan fiber "Rahayu" yang ditumpangi Sugiarta bersama dua rekannya, Neri Muhtakim (32) dan Samsul Hadi (36), mengalami kecelakaan laut pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Sampan diduga hancur menabrak kayu terapung saat perjalanan pulang melaut. 

Dua rekan korban berhasil diselamatkan oleh nelayan Pengambengan setelah 30 menit terombang-ambing, sementara Sugiarta hanyut terbawa arus. Setelah empat hari pencarian, jenazah korban ditemukan oleh nelayan Madura di perairan Senggrong, Alas Purwo, Banyuwangi, Minggu (13/9/2026).

Namun, proses penemuan hingga penguburan awal korban memicu kecurigaan mendalam dari pihak keluarga. Istri korban, Soraya, mengungkapkan adanya ketidaksesuaian informasi mengenai lokasi kejadian. Rekan korban melaporkan kecelakaan terjadi di perairan Pulukan (Jembrana), padahal lokasi sebenarnya berada di perairan Senggrong (Banyuwangi). Selain itu, laporan baru disampaikan pada Kamis siang tanpa pemberitahuan langsung kepada keluarga.

Kecurigaan semakin menguat setelah keluarga mendapat informasi bahwa dua rekan korban yang selamat diduga mengetahui dan bahkan menghadiri proses pemakaman sepihak Sugiarta di pesisir Banyuwangi saat status korban masih dalam pencarian tim SAR. 

"Penelpon bilang kalau mau tahu lokasi penguburan suami, bisa tanya ke dua teman yang selamat. Saya ingin memperjuangkan hak suami saya karena ini masalah nyawa," tegas Soraya.

Meski sempat berencana menuntut keadilan dan mempertimbangkan otopsi, pihak keluarga akhirnya memilih jalan damai. Setelah melakukan rembuk keluarga, mereka memutuskan untuk menolak proses otopsi agar jenazah bisa segera disemayamkan dengan layak di kampung halaman.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah menyerahkan jenazah kepada keluarga setelah surat pernyataan resmi ditandatangani. "Pihak keluarga menyatakan sudah menerima dan mengikhlaskan kepergian korban serta menolak otopsi. Jenazah sudah diambil tadi pagi dan langsung dikuburkan," ujar Alit Darmana, Senin malam. 

wartawan
PAM
Category

Lomba Gong Kebyar Anak-Anak, Seniman Cilik Jembrana Adu Kreativitas

balitribune.co.id I Negara - Denting gamelan berpadu dengan gerak tari memenuhi panggung Arda Candra Pura Jagatnatha, Negara, sepanjang 16–19 Agustus 2026. 

Para seniman cilik dari lima kecamatan di Kabupaten Jembrana bergantian menunjukkan kemampuan dalam Lomba Gong Kebyar Anak-Anak yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-131 Kota Negara  sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Kreasi Pangan Lokal Buleleng Jadi Ajang Inovasi dan Penguatan Ekonomi

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mendorong pemanfaatan pangan lokal melalui Lomba Kreasi Pangan Lokal 2026 yang digelar di lapangan parkir timur Kantor Bupati Buleleng, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dalam rangkaian Buleleng Festival (Bulfest) ini diikuti 18 peserta dari pelaku usaha kuliner serta pelajar SMA/SMK jurusan tata boga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mesin Pirolisis Molor Beroperasi karena Teknisi Asing Belum Datang

balitribune.co.id I Semarapura  - Mesin olah sampah berteknologi pirolisis di TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba tidak kunjung beroperasi. 

Hal ini lantaran harus menunggu teknisi ahli dari luar negeri, sebelum nantinya mesin tersebut diuji coba dan dioperasikan. Sementara sampah residu yang tidak bisa diolah, saat ini kian menumpuk di TOSS Centre.

Baca Selengkapnya icon click

Anggaran Daerah Cekak, Pemkab Bangli Tunggu Regulasi Pusat Pengangkatan PPPK Jadi PNS

balitribune.co.id I Bangli - Wacana pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta peralihan PPPK paruh waktu menjadi Penuh Waktu membuat sumringah  para tenaga pendidik di Kabupaten Bangli.  

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.