Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Seni Membuat Gambar di Atas Daun Lontar ala Komunitas Prasi

Bali Tribune/ Giat membuat gambar di atas daun Lontar yang kini mulai langka.


balitribune.co.id | Denpasar -  Prasi merupakan seni membuat gambar di atas daun lontar dan biasa disebut dengan komik khas Bali. Ini yang dilakoni, komunitas seni prasi bernama Oprasi membuat prasi sepanjang 4 meter dan diduga sampai saat ini inilah prasi terpanjang di Bali. Prasi sepanjang 4 meter ini dibuat oleh 17 pegiat prasi selama dua minggu.

Koordinator Oprasi, Wayan Trisnayana (26) mengatakan pembuatan prasi ini tak hanya dilakukan oleh seniman prasi dari Bali tapi juga seniman China Manado dan pecinta prasi asal Flores. Dalam kegiatan Pelatihan Visualisasi Karya Fiksi Melalui Naskah Lontar yang dilakukan Penggak Men Mersi Kesiman bersama Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha.

Dalam pelatihan ini Trisnayana terlibat sebagai pelatih membuat prasi. Kata dia, Prasi yang dibuatnya tersebut berkisah tentang Cen Fu Zen Ren yang dianggap sebagai arsitek Taman Ayun.

Kelompok Oprasi ini, kata Trisnayana sudah berdiri dari tahun 2018 dan sudah melakukan beberapa pameran prasi. Tidak hanya berpameran di Bali, namun juga sempat pameran di San Fransisco.

“Membuat prasi ini adalah sebuah meditasi seni. Saat menggoreskan pangrupak (pisau kecil untuk menulis di daun lontar) semua energi dan konsentrasi berpusat pada tangan,” kata Trisna.

Sementara untuk pembuatannya juga cukup sulit karena harus membuat per lembar yang kemudian disusun sesuai bentuk yang dibuat.
Untuk membuat satu lembar prasi memerlukan waktu hingga 2 jam.

Sementara terkait dengan pelatihan Visualisasi Karya Fiksi Melalui Naskah Lontar ini menghadirkan puluhan pegiat lontar dan perupa yang berasal dari kawasan Kesiman dan juga alumi Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha.

Ketua pelaksana pelatihan, I Wayan Gede Wisnu mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu implementasi pengabdian pada masyarakat. “Selama ini bahasa Bali lazimnya dituturkan lewat satua atau ditulis. Dan kami melihat akan lebih menarik lagi ditampilkan dalam visualisasi. Kita memiliki komik tradisional bernama prasi yang tidak kalah dengan komik pada umumnya. Beranjak dari sana kami gelar ini,” katanya.

Ia melihat saat ini seni prasi berkembang di Buleleng dan Karangasem, namun di tempat lain belum begitu berkembang. “Kami berharap dengan kegiatan ini bisa melahirkan generasi muda yang bergelut dalam seni prasi. Peluang prasi ini masih terbuka lebar,” sambungnya serambi mengatakan bahwa generasi yang tertarik pada seni prasi ini masih belum begitu banyak.

Sementara itu, Kelian Penggak Men Mersi, Kadek Wahyudita mengatakan masih banyak yang perlu dikembangkan dalam dunia seni prasi ini termasuk alih wahana. “Misal kita garap serius seni ini, tak hanya melahirkan nilai estetis saja, tapi juga bisa menjadi buah tangan khas Bali,” katanya.

Bagi Wahyudita, prasi ini adalah karya monumental Bali yang khas karena dibuat di atas daun lontar. “Mungkin dalam seni lukis ada lukisan Kamasan, lukisan gaya Nagasepaha dan lainnya. Namun ada lagi yang khas yakni prasi ini,” pungkasnya.

wartawan
NDA
Category

Paceklik Air Bersih, Warga Gelumpang Sukawati Antre Air Tangki PAMTS Gianyar

balitribune.co.id I Gianyar - Musim kemarau diperparah dengan gangguan distribusi air bersih, melengkapi kesulitan warga di Banjar Gelumpang, Desa Sukawati, dalam beberapa hari terakhir. Pihak Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani (PAMTS) Gianyar  mengakui ada gangguan karena pipa induk terkena keruk proyek jalan dan draenase. Untuk sementara, mobil tanki disiapkan dan wargapun terpaksa antre.

Baca Selengkapnya icon click

Antisipasi Begal di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Polsek Seltim Intensifkan Patroli Malam

balitribune.co.id I Tabanan – Personel Polsek Selemadeg Timur (Seltim) sejak beberapa hari terakhir ini mengintensifkan patroli malam untuk mengantisipasi aksi begal dan kejahatan jalanan di sepanjang jalur nasional Denpasar-Gilimanuk.

Upaya pencegahan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan para pengendara pribadi atau umum yang melintasi kawasan sepi tersebut pada dini hari.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Volume Sampah ke TPA Peh Turun Hingga 30 Ton Perhari

balitribune.co.id I Negara - Langkah tegas Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam membatasi sampah organik ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Peh menunjukkan hasil signifikan. Volume sampah yang masuk ke TPA Peh mengalami penurunan drastis berkat peran aktif masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.

Baca Selengkapnya icon click

Hutan Taman Wisata Alam Gunung Batur Block Seked Terbakar

balitribune.co.id I Bangli - Hutan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur  di Block Seked, Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani terbakar  pada Minggu (30/8/2026). 

Api melahap  areal seluas 2 hektar berupa berupa semak belukar dan pohon jenis kayu tiblun serta cemara hutan. Upaya memadamkan api dipimpin langsung oleh Kapolres Bangli AKBP Anggung Andhika Putra.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lima Pohon Tumbang Diterjang Angin Kencang, Satu Ruko di Buleleng Rusak

balitribune.co.id I Singaraja - Angin kencang memicu sejumlah pohon tumbang di beberapa wilayah Kabupaten Buleleng, Minggu (30/8/2026). 

Sedikitnya lima kejadian pohon tumbang dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi, mulai dari kawasan perkotaan Singaraja hingga wilayah Kecamatan Sukasada, Kubutambahan, dan Sawan.

Baca Selengkapnya icon click

Pendataan Perlinsos Capai 64,3 Persen, Buleleng Peringkat Kedua Nasional

balitribune.co.id I Singaraja - Kabupaten Buleleng mencatat progres tinggi dalam pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos). Berdasarkan pembaruan data per 30 Agustus 2026, sebanyak 173.355 kepala keluarga (KK) di Buleleng telah terdaftar atau mencapai 64,37 persen dari total 269.323 KK.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.