Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Serhalawan Meliza Fransisca Sukses Kembangkan Kerajinan Ramah Lingkungan

kerajinan
Bali Tribune / PRODUK - Serhalawan Meliza Fransisca pendiri usaha kerajinan The Bless Shop, yang sukses mengolah bahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi

balitribune.co.id | Mangupura - Di sebuah gang kecil di kawasan Sading, Kabupaten Badung, Bali, kreativitas tumbuh dari tangan seorang ibu rumahtangga yang tak mau menyerah pada keadaan. Dialah Serhalawan Meliza Fransisca, pendiri usaha kerajinan The Bless Shop, yang sukses mengolah bahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Berlokasi di Jl. Wana Keling, Gg. Taman Beji No.1, Sading, Badung, The Bless Shop mengembangkan berbagai produk kerajinan berbahan dasar daur ulang, seperti tutup botol wine, rotan, goni, serta perca kain endek dan tenun khas Bali. Bahan-bahan tersebut dikombinasikan menjadi aneka produk kreatif seperti tas, pot tanaman, tempat tisu, dompet, hingga souvenir custom.

“Awalnya saya alumni perhotelan dan sempat bekerja di hotel. Tapi tahun 2018 saya resign karena anak ketiga masih kecil dan tidak ada yang mengurus di rumah. Dari situ saya berpikir harus bikin usaha yang bisa dikerjakan dari rumah,” cerita Meliza beberapa waktu lalu.

Pada awal merintis usaha, Meliza memanfaatkan limbah pelepah pisang dari kebun di sekitar rumah sebagai bahan baku tas. Namun, karena proses pengeringan yang sulit saat musim hujan dan risiko bahan cepat rusak, ia kemudian beralih ke material lain yang lebih tahan dan mudah diolah.

“Lalu saya coba pakai tutup botol wine, rotan, dan dikombinasikan dengan kain perca endek dan tenun. Ternyata hasilnya lebih kuat dan unik, malah jadi ciri khas produk kami,” ujarnya.

Sejak berdiri pada 2018, The Bless Shop terus berkembang. Pemasaran dilakukan melalui media sosial, website, pameran UMKM, serta pesanan khusus atau custom order dari pelanggan, termasuk hotel, instansi, hingga perbankan untuk kebutuhan souvenir. “Orderan custom justru lebih banyak, biasanya untuk souvenir acara, hotel, atau perusahaan. Tapi kami juga jual produk yang sudah jadi,” katanya.

Meski belum memiliki toko fisik dan masih berbasis rumah produksi, volume penjualan The Bless Shop tergolong stabil. Dalam sebulan, Meliza bisa memproduksi dan menjual sekitar 45–50 produk, tergantung jenis dan tingkat kesulitan pesanan. Untuk memenuhi permintaan, Meliza memberdayakan warga sekitar, terutama ibu rumahtangga. Ia dibantu tiga penjahit tetap yang merupakan kerabatnya, dan jika ada pesanan dalam jumlah besar, pernah mencapai ratusan hingga sekitar 700 unit, ia menambah tenaga penjahit lepas dari lingkungan sekitar.

“Kalau order besar, kita tambah penjahit luar. Tapi tetap kita seleksi dulu kualitas jahitannya. Ini sekaligus untuk bantu ibu-ibu supaya punya tambahan penghasilan,” tuturnya.

Dukungan juga datang dari perbankan. Meliza mengaku pernah difasilitasi mengikuti pameran BRI UMKM Ekspor 2025 di BSD, Tangerang, setelah lolos kurasi dari ribuan peserta UMKM se-Indonesia.

“Waktu itu dari sekitar 3.000 UMKM, yang lolos cuma 1.000. Dari Bali juga cukup banyak yang ikut. Semua difasilitasi BRI, mulai dari stand sampai promosi,” katanya.

Tak hanya itu, produk The Bless Shop juga mulai merambah pasar luar negeri melalui jaringan pribadi, sebelum akhirnya semakin terbuka peluang ekspor lewat berbagai program UMKM. Dalam hal transaksi, Meliza juga telah memanfaatkan layanan pembayaran digital melalui QRIS BRI, yang menurutnya sangat membantu karena tidak semua pelanggan membawa uang tunai.

“Sekarang transaksi lebih gampang pakai QRIS, pelanggan juga nyaman. Sangat membantu usaha kecil seperti kami,” ujarnya.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya mengatakan bahwa BRI secara konsisten menghadirkan berbagai program pemberdayaan UMKM yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha. “UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, BRI berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku UMKM agar dapat naik kelas, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Hery Noercahya.

wartawan
YUE
Category

Puluhan Pohon di Denpasar Dipasangi Barcode

balitribune.co.id I Denpasar - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar terus mendorong edukasi lingkungan melalui inovasi digital. Salah satunya dengan memasang barcode atau QR Code pada pohon-pohon yang berada di ruang terbuka hijau (RTH), sehingga masyarakat dapat mengakses informasi lengkap mengenai setiap pohon hanya dengan memindainya menggunakan telepon pintar.

Baca Selengkapnya icon click

Sambut HUT RI ke-81, Pemkab Buleleng Bagikan 15 Ribu Bendera

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menggencarkan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gerakan tersebut ditandai dengan pembagian ribuan bendera kepada masyarakat oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Sekretaris Daerah Gede Suyasa di kawasan Titik Nol Singaraja, Selasa (28/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ribuan Botol Miras Berpita Cukai Palsu Disita di Bali, Negara Selamatkan Potensi Kerugian Rp2,14 Miliar

balitribune.co.id I Badung - Sinergi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI berhasil menggagalkan peredaran minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau minuman keras (miras) ilegal yang diduga menggunakan pita cukai palsu di Bali. Dalam operasi gabungan tersebut, petugas menyita sebanyak 19.142 botol atau setara 14.400,36 liter MMEA dengan nilai barang mencapai Rp12,55 miliar.

Baca Selengkapnya icon click

Ribuan Pamedek Iringi Pacepukan Patapakan di Catus Pata Gianyar, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

balitribune.co.id I Gianyar - Ribuan pamedek menyemut di areal Catus Pata Kota Gianyar, mengiringi prosesi sakral 'pamendak agung' dan 'pacepukan patapakan barong' dalam rangkaian piodalan di Pura Dalem Serongga, Gianyar. Banyaknya warga yang mengikuti prosesi ini sempat membuat arus lalu lintas di Kota Gianyar lumpuh, Selasa (28/7/2026) pagi. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemilihan Bendesa Adat Pejarakan Gunakan Sistem Voting, Wayan Sudana Raih Suara Terbanyak

balitribune.co.id I Singaraja - Proses pemilihan Bendesa Adat (Kelian Desa Adat) Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, masa ayahan 2026–2031 berlangsung lancar dan kondusif meski menggunakan mekanisme pemungutan suara langsung (pasuaran krama). Mekanisme tersebut dipilih berdasarkan aspirasi mayoritas krama desa, meski sebelumnya terdapat pedoman dari Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali yang lebih mengedepankan musyawarah mufakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.