Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Seribu Lebih Koperasi Belum Lakukan RAT

Bali Tribune/ RAT - Pelaksanaan RAT salah satu koperasi Banjar di Ubud, seribu koperasi lainnya belum RAT.
Balitribune.co.id | Gianyar - Meski sudah memasuki pertengah bulan Maret, hanya hitungan seratusan koperasi yang sudah menggelar Rapat Akhir Tahun untuk pembukuan tahun 2019. Kondisi ini sungguh miris di tengah bertambahnya koperasi sakit di Giabyar yang sempat menyandang kabuoaten koperasi terbanyak.
 
Dari data yang dihimpun, Selasa (10/3), hingga kini baru 126 koperasi yang melaksanakan RAT dari 1.286 koperasi yang ada. Sementara itu, terdapat 256 koperasi yang sakit. SementaraKadiskop Gianyar, Dewa Putu Mahayasa, menyebutkan, masih ada tenggang waktu untuk melaksanakan RAT sampai akhir Bulan juli 2020 mendatang. “Ada koperasi yang sudah melaksankan RAT namuntudak melapor. Angka 126 koperasi koperasi yang melaksanakan RAT itu adalah yang melapor ke Diskop," ungkapnya.
 
Disebutkan, umumnya koperasi baru melakukan RAT menjelang akhir-akhir masa tutup buku periode 2019. “Ini baru Maret, nanti jelang akhir tutup buku, barulah ramai-ramai laksanakan RAT,” jelasnya lagi. Sebagai perbandingan, di Tahun 2019 lalu, capaiannya RAT dari keseluruhan koperasi mencapai 84%. Sedangkan untuk tahun ini, ditargetkan sebanyak 90% koperasi melaksanakan RAT. Sehingga bila 90 koperasi melaksanakan RAT, maka pembinaan dan pendampingan yang dilaksanakan Dinas Koperasi dinilai berhasil.
 
Disebutkannya, dari 1.286 koperasi di Gianyar, terdapat 256 koperasi yang sakit. Keseluruhan koperasi yang sakit tersebut sudah mendapat pendampingan dan pembinaan. “Yang sakit itu sudah kami beri pendampingan. Kalau toh tidak bisa sehat, maka akan dibubarkan,” tegasnya. 
 
Menurutnya, bila sebuah koperasi sampai 3 kali tidak mengadakan RAT, artinya koperasi tersebut sudah benar-benar sakit dan tinggal mengajukan surat ke Kemenkop untuk dibubarkan. “Sedangkan yang mau sehat, harus ada pernyataan dalam surat, mau melanjutkan dan menjalankan koperasi,” tambahnya.
 
Dewa Mahayasa juga menyebut, salah satu koperasi yang sehat dan terbaik di Gianyar adalah KSU Mitra Sejahtera, Desa Siangan, yang omzetnya sudah mencapai Rp 22 miliar. Koperasi ini tergolong sehat dan memiliki ribuan anggota bahkan sampai ke desa lainnya. “Sedangkan yang sudah dibubarkan sebanyak 15 koperasi, selain karena tidak RAT 3 kali, manajemen pengelolaannya tidak sesuai kaidah perkoperasian,” bebernya. 
 
Disamping itu, diimbau kepada masyarakat agar tidak terbujuk dengan tawaran bunga deposito dari koperasi yang mencapai 20%. Dijelaskannya, bila ada penawaran bunga deposito melebihi nilai pasar, maka sudah pasti jebakan dan kedepannya akan bermasalah. 
wartawan
Nyoman Astana
Category

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Diduga Melakukan Penyesatan Proses Peradilan, 12 Advokat PH Made Daging Dipolisikan

balitribune.co.id | Denpasar - Sebanyak 12 advokat tim Penasehat Hukum (PH) eks Kepala Kanwil Pertanahan Provinsi Bali, I Made Daging dilaporkan ke Mapolda Bali atas dugaan Tindak Pidana Penyesatan Proses Peradilan dan/atau Tindak Pidana Sumpah Palsu dan/atau Tindak Pidana Pemalsuan Surat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278 dan/atau Pasal 291 dan/atau Pasal 391 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

3.197 Penumpang Gagal Terbang ke Timur Tengah, Imigrasi Layani Izin Tinggal Keadaan Terpaksa

balitribune.co.id I Kuta - Sebanyak 15 penerbangan rute internasional (8 keberangkatan dan 7 kedatangan) mengalami pembatalan atau penyesuaian jadwal penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, hingga Senin, 2 Maret 2026. Pembatalan ini dampak dari  penutupan ruang udara di sejumlah negara di Timur Tengah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.