Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sinta Ikut Pelatihan Pelatih Angkat Besi

Luh Sinta Darmariani

 BALI TRIBUNE - Peraih medali emas dari cabang angkat besi bagi Bali di PON 2004, 2008, 2012, dan 2016, Luh Sinta Darmariani bakal alih profesi menjadi pelatih setelah dirinya tidak lagi masuk Pelatda Bali. Tanggal 9-14 Desember lalu di Jakarta, Sinta mengikuti pelatihan dasar level 1 dari PB PABBSI bekerja sama dengan Kemenpora. "Pelatihan dasar level 1 itu maksudnya diberikan materi untuk bagaimana menjadi seorang pelatih dengan teori dasar-dasar kepelatihan, ilmu gizi dan mental. Itu sasarannya usia dini yang memang benar-benar mengawali angkat besi," ujar Sinta Darmariani saat dihubungi, Senin (17/12). Lanjutnya, kegiatan ini merupakan program PB PABBSI untuk mendata atlet-atlet yang diproyeksikan menjadi seorang pelatih. Bahkan, meski pelatihan tingkat dasar, PB PABBSI disebutkan mendatangkan mentor dari luar negeri yakni Greg Wilson dari Australia dan Mr. Avenas Pandoo dari Afrika Selatan. Ditambah lagi, pelatihan tersebut masuk data base internasional  karena sertifikatnya langsung dari Hungaria. "Tujuan PB PABBSI itu ingin nomor angkat besi bisa terus berkembang dan merata di semua provinsi di Indonesia. Nah, kebetulan saya kan memang sekarang tidak aktif jadi atlet, makanya dihubungi oleh PB PABBSI untuk ikut pelatihan itu," tegasnya. Lalu, apa rencana setelah ikut pelatihan ini? "Bali sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar, hanya terkendala minat saja. Dan yang utama tentu saja tempat latihan. Tapi saya siap bangun mencari bibit-bibit itu. Nanti pasti koordinasi juga dengan Pengprov PABBSI  Bali, karena butuh sosialisasi dan memasyarakatkan angkat besi ini," imbuhnya.  Menurutnya, kebanyakan orang tua takut anaknya berlatih angkat besi karena faktor risiko cedera yang sangat besar. "Sebenarnya sosialisasi ke masyarakat untuk pemahanan angkat besi itu harus digalakkan. Dan mungkin, figur yang dijadikan contoh juga masih belum ada," ujar Sinta. Disinggung mengenai peluangnya tampil kembali di PON 2020 mendatang di Papua, Sinta masih pikir-pikir. Pasalnya, ia sudah tidak lagi menjadi penghuni Pelatda Bali dan kemungkinan untuk bisa tampil di Papua itu juga diakuinya kecil. Sekedar catatan, selama mengikuti PON sejak 2004 silam, Sinta sudah memberikan 4 medali emas secara beruntun sampai PON 2016 silam. Emas itupun didapatnya di kelas-kelas berbeda seperti 63 kg, 69 kg dan 75 kg.

wartawan
Djoko Purnomo
Category

Raih Grade A+, SMK Negeri 1 Amlapura Terima Donasi Honda Vario 125 dari Astra Motor Bali

balitribune.co.id | Amlapura - PT Astra Honda Motor (AHM) melalui Main Dealer Astra Motor Bali mempertegas komitmennya dalam memperkuat program link and match antara dunia pendidikan dan industri otomotif. Komitmen ini diwujudkan melalui penyerahan donasi satu unit sepeda motor Honda Vario 125 kepada SMK Negeri 1 Amlapura sebagai sarana penunjang praktik siswa, Senin (11/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Dinas Kesehatan Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus di Bali

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus maupun suspek hantavirus di wilayah Bali. Meski demikian, pengawasan dan langkah preventif terus diperkuat menyusul laporan temuan kasus hantavirus di beberapa wilayah Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Astra Honda Racing Team Unjuk Gigi di Sirkuit Chang

balitribune.co.id | Jakarta - Astra Honda Racing Team (AHRT) konsisten tampil kencang dan kompetitif di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Menghadapi tantangan yang semakin berat di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, pada 9–10 Mei 2026, para pebalap AHRT mampu menunjukkan performa impresif di tiga kelas yang diikuti.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.