Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Siswa Baru Masih Kenakan Seragam SD

BEDA - Siswa kelas VII ikuti pembelajaran dengan pakian yang berbeda karena belum kebagian seragam baru.

BALI TRIBUNE - Walapun  proses pembelajar sudah dimulai, namun Siswa kelas VII SMPN 2 Susut Bangli masih mengenakan seragam sekolah dasar (SD).. Pasalnya siswa baru tersebut belum mendapatkan segaram SMP. Siswa yang notabene berasal dari berbagai sekolah dasar, tentu seragamnya berbeda-beda sehingga saat mengikuti pembelajaran di ruang kelas pakaian siswa ber arna-warni. Kepala SMPN 2 Susut I Nyoman Suanda tidak menampik kondisi tersebut, pasalnya para siswa baru itu memang belum mendapatkan seragam baru. Jumlah siswa kelas VII sebanyak 170 siswa yang terbagi menjadi enam rombongan belajar (romel). Masalah pengadaan seragam sepenuhnya diserahkan pada komite sekolah. “Sekolah tidak ikut campur dalam pengadaan seragam semuanya dikaver komite  dan memang kami tidak tahu pasti kapan seragam akan datang,” ujarnya, Rabu (8/8).   Nyoman Suanda mengatakan akan segera mengkoordinasikan kembali dengan pihak komite. Pihaknya berharap seragam cepat dibagikan sehingga untuk pakaian siswa bisa kompak dan rapi. “Mudah-mudahan cepat datang seragamnya, untuk sementara memang masih bercampur pakaian siswa kami disini,”ungkpanya Ketua Komite SMPN 2 Susut I Nyoman Nurjana menjelaskan bahwa terkait seragaman sementara ini belum diserahkan. oleh pihak rekanan . Sebelumnya sudah dilakukan pengukuran untuk para siswa baru. “Untuk proses pengadaan lewat tender, ada empat rekanan yang mengajukan penawaran, namun orang tua siswa sepakat membeli seragam yang total harga Rp 850 ribu,” sebutnya. Dari harga tersebut siswa mendapatkan pakian  meliputi baju putih, batik dan pramuka, celana/rok biru, putih serta pramuka, pakaian olah raga. Selain itu. ”Pihak rekanan  menjanjikan seragamnya akan segera dibagikan dua samapi tiga hari setelah pengukuran,namun sudah seminggu lewat belum juga didrop dan kami akan segera menanyakannya,” sebut I Nyoman Nurjana.  

wartawan
Agung Samudra
Category

Pecatu Darurat Air dan Marak Pencurian Meteran, Made Sumerta Desak Progres Nyata PDAM Badung

balitribune.co.id | Mangupura -  Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Made Sumerta, memberikan atensi serius terhadap rentetan kasus pencurian meteran air (water meter) milik Perumda Tirta Mangutama (PDAM) Badung yang kian masif di wilayah Kuta Selatan. Selain masalah kriminalitas, politisi PDI Perjuangan ini juga menyoroti krisis distribusi air yang tak kunjung teratasi di Desa Pecatu.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Adi Arnawa Hadiri Prosesi Ngodak Pelawatan di Pura Dalem Bebalang Carangsari

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri sekaligus menjadi upasaksi dalam rangkaian Karya Ngodak Pelawatan Ida Sesuhunan di Pura Dalem Bebalang, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Rabu (25/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mahkamah Agung Ambil Sumpah Dewan Komisioner OJK Baru, Perkuat Stabilitas Sektor Keuangan Nasional

balitribune.co.id | Jakarta - Tujuh Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengucapkan sumpah jabatan di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Pengambilan sumpah dilakukan langsung oleh Ketua Mahkamah Agung Sunarto berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 30/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Anggota Dewan Komisioner OJK.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kadisparbud Bangli Tegaskan Pungutan Retribusi Kintamani yang Viral Adalah Resmi dan Sesuai SOP

balitribune.co.id | Bangli - Pungutan retribusi wisata Kintamani, Bangli kembali viral dan menuai pro-kontra. Pasalnya, pungutan retribusi dilakukan di badan jalan. Menyikapi realita tersebut, Kadis Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli I Wayan Dirgayusa angkat bicara. Mantan Camat Kintamani ini mengatakan bahwa petugas yang melakukan pungutan adalah petugas resmi Pemkab Bangli. 

Baca Selengkapnya icon click

Proyek Shortcut 9-10 Terancam Mandek, Warga Pegayaman Tolak Ganti Rugi Lahan

balitribune.co.id I Singaraja - Pembangunan proyek jalan pintas (shortcut) titik 9 dan 10 yang melintasi Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, masih menyisakan persoalan pelik. Sejumlah warga pemilik lahan menyatakan keberatan dan menolak nilai ganti rugi yang ditetapkan pemerintah karena dianggap tidak adil dan jauh dari harapan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.