Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

SMPN 1 Bangli Juara LSS Tingkat Nasional

PIALA - Perwakilan SMPN 1 Bangli dan Pemkab Bangli saat menerima piala juara I LSS tingkat Nasional di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (25/10).

BALI TRIBUNE - Kerja keras SMPN 1 Bangli, Pemkab Bangli dan Pemerintah Provinsi Bali membuahkan hasil. SMPN 1 Bangli (Esaba) meraih juara I Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat nasional. Penganugrahan pemenang LSS diterima oleh Kepala SMPN 1 Bangli I Wayan Widiana Sandhi didampingi perwakilan Pemkab Bangli Kabag Kesra Setda Bangli, Jero Gede Widata di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (25/10). Saat dikonfirmasi, Wayan Widiana Sandhi mengatakan jika pihak tidak menyangka bisa terpilih sabagai juara dalam LSS tingkat nasional. Dikatakan untuk sampai pada posisi ini ada proses panjang yang harus dilalui. Mulai dari LSS tingkat kabupaten, setelah menjadi juara mewakili Bangli ke tingkat provinsi hingga bisa mewakili Bali ditingkat nasional. “Kami benar-benar tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan seperti ini,” ungkapnya. Disampaikan, sebelumnya SMPN 1 Bangli sudah dinilai dari tim LSS nasional, kemudian dilakukan penilaian lanjutan. “Penialaian dari tim nasional dilakukan dua kali. Setelah penilaian tersebut kami diundang untuk melakukan pemaparan kembali. Pemaparan ini juga menjadi point penilai sebelum akhirnya ditentukan juara,” terangnya. Disampaika, lomba LSS ini dibagi menjadi dua kategori, yang pertama katagori Best Performance (performa terbaik) dan Best best achievement (pencapaian terbaik). Jelas dia, pembagian kategori ini dimaksudkan untuk mengakomodir sekolah-sekolah yang ada diperkotaan dan di pedesaan. Sehingga semuanya memiliki peluang untuk mengikuti lomba dan semua berpeluang untuk menjadi yang terbaik. Widiana Sandhi menyebutkan dalam LSS tingkat nasional yang menjadi pokok penilaian Trias UKS, kemudian sekolah sendiri memiliki visi dan misi. Kali ini visi misi yang diangkat yakni Catur Karya Eka Satya yang artinya empat usaha, satu tekad. “Program kami adalah UKS berbudaya. Sesuai dengan visi misi, terdapat empat pondasi, meliputi Jnana Pratyaksa, Abipraya Pratyaksa, Swaka Dharma Pratyaksa dan Adyutha Pratyaksa,” jelasnya. Lanjutnya, Jnanan Pratyaksa yakni kegiatan UKS melalui pengajaran atau pendidikan, Abipraya Pratyaksa merupakan pelayanan kesehatan, Swaka Dharma Pratyaksa merupakan budaya lingkungan sekolah sehat, dan Adyutha Pratyaksa merupakan kegiatan penyuluhan atau sosialisasi program kesehatan. Disampaikan pula, sekolah memiliki 10 kelompok kerja (pokja) yang menjabarkan kegiatan-kegiatan untuk mewujudkan sekolah yang bersih dan sehat. Pokja meliputi informasi sehat, sanitasi, olahraga, pelopor peduli lingkungan dan jumantik, kriya sehat, spiritual sehat, kantin sehat, pelopor tanaman obat sekolah, pelopor pengolahan sampah dan limbah. Selain itu pihaknya juga memiliki program yang mengangkat model kearifan local yakni Saniscara Meprani. Saniscara atau hari Sabtu, para siswa menggelar sembahyang bersama dan mengibung (makan bersama). Program ini sudah dijalanan beberapa bulan terakhir. Pihaknya menjelaskan, meprani biasa dilaksanakan di pura saat ada upacara atau piodalan, dimana persembahan yang sudah dihaturkan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa katunas dan dinikmati bersama. Tradisi tersebut diadopsi untuk program pendidikan karekter di sekolah. “Program kami ini dinamakan Saniscara Meprani, karena memang pelaksanaan setiap hari Sabtu,” jelasnya. Saniscara Meprani, seluruh siswa membawa persembahan berupa nasi yang dibungkus dengan daun lengkap dengan lauk pauk, serta buah-buahan. Kemudian nasi tersebut dihaturkan di Padmasana, selanjutnya dilaksanakan persembahyangan bersama oleh siswa dan guru. “Setelah sembahyang nasi yang dihaturkan tadi katunas, dilanjutkan dengan acara megibung. Megibung kadang di halaman sekolah kadang di kelasnya masing-masing. Kegiatan ini mengajarkan siswa untuk mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Tuhan. Kegiatan megibung membangun kerukunan antar siswa. Membangun rasa saling memiliki dan kita adalah sama,” imbuh Wayan Widiana Sandhi. Dikatakan pula, apa yang dicapai saat ini ke depannya bisa dipertahankan dan bisa berdampak positif bagi sekolah maupun lingkungan sekitarnya. Pihaknya pun menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan seluruh pihak sehingga SMPN 1 Bangli bisa tampil ditingkat nasional. “Ini tidak terlepas dukungan dan doa seluruh pihak,” tutupnya.  

wartawan
Agung Samudra
Category

Pemkot Bangun Rumah Singgah Konseling Kekerasan Anak dan Perempuan

balitribune.co.id I Denpasar - Tingginya angka kekerasan perempuan dan anak di Denpasar menjadi perhatian khusus Pemkot Denpasar. Untuk memberikan penanganan dan konseling, Pemkot Denpasar pun membangun Rumah Singgah Kula Abhi Praya di Jalan Gatot Subroto VI F yang dilaunching, Kamis, (4/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DLHK Munculkan Program “Yadnya Sampah”, Hasil Bank Sampah Diarahkan Bantu Biaya Upacara Adat

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus mengoptimalkan program bank sampah melalui inovasi “Yadnya Sampah”. Program ini memanfaatkan hasil penjualan sampah anorganik untuk mendukung pembiayaan kegiatan adat dan keagamaan di tingkat banjar.

Baca Selengkapnya icon click

Mulai 2027, Bupati Badung Wajibkan Setiap Desa Miliki Sekolah Sepak Bola

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung akan mewajibkan setiap desa dan kelurahan memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB) sebagai upaya mencetak atlet berbakat sejak usia dini. Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada tahun 2027 melalui surat edaran resmi yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Menghadapi Kondisi Ekonomi yang Dinamis Masyarakat Diminta Cermat Mengelola Keuangan

balitribune.co.id | Denpasar - Kondisi ekonomi saat ini dirasakan masyarakat dari berbagai latar belakang dan daerah di Indonesia, mulai dari keluarga atau kalangan rumahtangga, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga generasi muda yang baru mulai mandiri secara finansial.

Baca Selengkapnya icon click

Kenaikan Harga Bahan Baku Menjadi Tantangan Utama Usaha Tenun Tradisional

balitribune.co.id | Semarapura - Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tampaknya turut berperan membantu pelaku usaha kain tenun tradisional Bali tetap eksis ditengah gempuran produk global. Pasalnya, tidak sedikit perajin/pelaku usaha tenun tradisional Bali yang mendapat pesanan dari ibu-ibu PKK. Seperti yang diakui salah seorang pelaku usaha kain tenun tradisional Bali asal Klungkung, I Wayan Bagiarta. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.