Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sosialisasi Pembangunan Bandara Bali Utara Dimulai

Bali Tribune / SOSIALISASI - PT Angkasa Pura I melalui PT SUCOFINDO, melakukan kegiatan sosialisasi Bandara Bali Baru di Desa Sumberklampok, Kecematan Gerokgak, Kamis (30/9).

balitribune.co.id | SingarajaSetelah urusan lahan untuk warga desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak beres, rencana untuk membangun bandar udara (Bandara) Bali Utara di desa tersebut ternyata bukan isapan jempol.

Sejumlah proses persiapan dilakukan termasuk melakukan sosialisasi untuk membangun kesepahaman dengan masyarakat setempat. Salah satu penggagas bandara Bali Utara, PT Angkasa Pura  I (Persero) mulai melakukan kegiatan pengambilan data, sampling, survey dan wawancara dalam rangka studi identifikasi rona lingkungan sebagai alternatif lokasi bandara di Desa Sumberklampok.

Sebagai pelaksana di lapangan ditunjuk PT Superintending Company Of Indonesia (SUCOFINDO) (Persero) untuk melakukan kegiatan tersebut. Tak hanya melibatkan Desa Sumberklampok, namun tiga desa yang dianggap sebagai desa penyangga Bandara Bali Baru juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Desa-desa itu yakni Desa Pejarakan, Sumberkima dan Desa Pemuteran.

Dalam surat PT Angkasa Pura I yang ditandangani oleh Direktur Teknik Vice Presdident Airport Planning and Environment, Widodo, menyatakan akan melakukan Studi Identifikasi Rona Lingkungan Awal Sebagai Alternatif Lokasi Bandara di Sumberklampok dan memohon  izin koordinasi dan survey serta pengambilan sampel yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 September – 31 Oktober 2021.

Empat Kepala Desa secara resmi diminta hadir dalam rangak sosialisasi awal termasuk melibatkan tokoh-tokoh masyarakat setempat.Kepala Desa Sumberklampok, I Wayan Sawitra Yasa membenarkan pihaknya diajak oleh PT Sucopindo melalui PT Angkasa Pura untuk melakukan sosialisasi di Balai desa setempat, Kamis (3/9). Sawitra Yasa juga mengaku dalam pertemuan tersebut melibatkan 3 kepala desa lainnya beserta tokoh-tokohnya.

Menurutnya, sosialisasi berisi soal rencana membangun bandara baru dengan terlebih dahulu melakukan kegiatan survey dan lainnya. Bagi Sawitra Yasa, warga Desa Sumberklampok yang baru saja menerima sertifikat hak milik (SHM) atas lahan yang ditempati, belum begitu berkonsentrasi penuh soal bandara karena masing-masing warga masih melakukan penataan atas lahan mereka.

“Ya, memang ada sosialisasi soal bandara dan pelaksananya sudah melakukan kegiatan yang berlangsung di Balai Desa. Itu dikuti selain para kepala desa juga melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh adat. Tujuannya memang untuk membangun  kesepahaman,” ujarnya.

Soal bandara menurut Sawitra, masih menjadi urusan pemerintah diatas dan pihaknya hanya mengikuti proses yang tengah dilakukan untuk mewujudkan bandara tersebut.

”Kita diminta untuk ikut kegiatan sosialisasi ya kita ikuti saja karena itu merupakan rencana proyek startegis pemerintah,” ujarnya.

Sementara, Kepala Desa Pemuteran Nyoman Arnawa mengaku mendapat undangan untuk acara sosialisasi bandara namun enggan hadir karena dianggap belum mendapat kepastian. Arnawa mengatakan, secara pasti pihaknya belum mendapat undangan termasuk urgensi acara tersebut. Hanya saja soal lokasi bandara yang berada di Desa Sumberklampok, Arnawa mengaku no coment karena soal itu masih terlalu dini untuk dipastikan.

“Saya diundang (acara sosialisasi) bandara namun tidak sempat hadir,” tandasnya

wartawan
CHA
Category

Desa Adat Bongan Puseh Berharap Tradisi Mesuryak Kian Lestari

balitribune.co.id | Tabanan - Desa Adat Bongan Puseh berharap tradisi Mesuryak kian lestari setelah ditetapkan sebagai warisan budaya tidak benda (WBTB) oleh Pemerintah Pusat pada 15 Oktober 2025 lalu.

Selain terpelihara kelestariannya, tradisi Mesuryak yang sebagian besar dilaksanakan warga Desa Adat Bongan Puseh, bisa dikemas menjadi suatu atraksi budaya untuk kepentingan diversifikasi wisata di Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click

Alas Kedaton “Panen” Turis

balitribune.co.id | Tabanan - Galungan dan Kuningan, menjadi waktu sangat berharga bagi Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton di Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Di momen itu, terutama Umanis Galungan, objek wisata alam berupa hutan yang menjadi habitat kawanan monyet ini banyak dikunjungi turis baik domestik maupun mancanegara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DJP Bali Catat Kinerja Positif Penerimaan Pajak Tumbuh 10,32 Persen

balitribune.co.id | Denpasar - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Hingga Oktober, penerimaan pajak berhasil dihimpun sebesar Rp13,07 triliun, atau 72,68% dari total target tahunan yang dipatok Rp17,99 triliun.

Baca Selengkapnya icon click

Forum Bendesa Adat Ingin Proyek Lift Kaca Dilanjutkan

balitribune.co.id | Semarapura - Forum Paiketan Sejebak Bendesa Adat se-Nusa Penida menyatakan sikap bersama terkait polemik proyek lift kaca di kawasan wisata Kelingking, Desa Bunga Mekar. Perwakilan forum, Jro Ketut Gunaksa, menegaskan seluruh bendesa adat yang hadir sepakat agar pembangunan lift kaca dilanjutkan demi kepentingan masyarakat Nusa Penida.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Adi Arnawa Ikuti Gotong Royong Semesta Berencana Tanam Pohon dan Bersih Sampah

balitribune.co.id | Mangupura - Kegiatan Gotong royong Semesta Berencana Penanaman Pohon dan Bersih Sampah kembali dilaksanakan serentak di seluruh Bali. Kegiatan utama dipusatkan di Kawasan Pantai Telaga Waja, Kelurahan Tanjung Benoa, pada Minggu (30/11). Sebelum melaksanakan kegiatan penanaman 2.000 bibit pohon Mangrove dan bersih sampah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin Apel kesiapan pasukan.

Baca Selengkapnya icon click

Pedas! Harga Cabai Rawit Tembus Rp 75 Ribu per Kilo di Pasaran Pascakuningan

balitribune.co.id | Amlapura - Usai Hari Raya Kuningan, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Karangasem melonjak drastis. Di Pasar Amlapura Timur dan Pasar Terminal Karang Sokong, Subagan, Karangasem, harga cabai rawit saat ini sudah menyentuh Rp. 75.000 perkilo untuk kwalitas super, sementara untuk cabai campuran dijual  sebesar Rp. 65.000  perkilo.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.