Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

STTB Bandung Menuju Universitas

Bali Tribune / BERTEMU - Dadang Hermawan dan Muchammad Naseer ketika bertemu Prof. Nizam dan Lukman di Gedung Ditjen Dikti Ristek, Kemendikbud Ristek, Senayan, Jakarta.
balitribune.co.id | DenpasarSekolah Tinggi Teknologi Bandung atau lebih dikenal dengan STT Bandung, yang juga salah satu Perguruan Tinggi di dalam STIKOM Bali Group, kini tengah ancang-ancang menuju universitas. Jumat 8 April 2022 lalu, Ketua Yayasan LPPI Bandung yang menaungi STT Bandung, Dadang Hermawan dan Ketua STT Bandung, Muchammad Naseer bersilaturahmi dengan Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dirjen Dikti Ristek) Prof. Nizam dan Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Ristek, Lukman, bertempat di Gedung Ditjen Dikti Ristek, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Lantai 18 Senayan, Jakarta.
 
Ditemui di Denpasar, Sabtu (9/4), Dadang Hermawan yang juga Rektor ITB STIKOM Bali tersebut menjelaskan, agenda silaturahmi di antaranya adalah memohon izin dan dukungan terkait rencana perubahan bentuk STT Bandung menjadi universitas, yang saat ini telah berjalan prosesnya. "Kami sudah persiapkan segala administrasi dan SDM untuk memenuhi persyaratan perubahan bentuk STT Bandung menjadi universitas, nama  universitas masih dalam pembahasan antara Ketua STT Bandung dengan kami Pengurus Yayasan," kata Dadang Hermawan.
 
Ia melanjutkan, pembahasan lainnya dalam pertemuan itu adalah berkaitan dengan gagasan program magang online di Singapura, yang diharapkan mampu menjadi salah satu solusi bagi kemajuan pemuda Indonesia. Program tersebut telah dijalankan di empat perguruan tinggi dalam STIKOM Bali Group, yaitu ITB STIKOM Bali Denpasar, POLNAS Denpasar, dan POLTEK Ganesha Guru Singaraja dan STT Bandung.
 
Menurut Dadang Hermawan, menanggapi proses perubahan bentuk tersebut, Prof. Nizam dan Lukman sangat menyambut baik keinginan yayasan dan jajaran manajemen STT Bandung. "Intinya beliau sangat mendukung agar STT Bandung segeea berubah menjadi universitas," ujar Dadang Hermawan.
 
Secara terpisah, Ketua STT Bandung Muchammad Naseer dihubungi per telepon selularnya menambahkan, pihaknya menyatakan persiapan semakin baik dan matang untuk menuju universitas. "Secara administratif, SDM dan infrastruktur telah kami siapkan, sehingga dalam waktu dekat kami ajukan ke Ditjen Dikti Ristek, mohon doa dari Pengurus Yayasan, Sivitas Akademika STT Bandung, dan masyarakat yang telah memberikan kepercayaannya kepada STT Bandung," beber Muchammad Naseer.
 
Perguruan tinggi yang beralamat di Jl. Soekarno - Hatta No. 378 Kb. Lega, Kota Bandung ini memiliki potensi yang luar biasa. Setelah STT Bandung diambil alih oleh STIKOM Bali Group tahun 2006, dan dilanjutkan dengan penugasan Muchammad Naseer sebagai Ketua STT Bandung pada 2015, STT Bandung mengalami peningkatan dalam berbagai bidang. Sebelum bertugas di STT Bandung, Muchammad Naseer adalah Ketua Program Studi Sistem Informasi di STMIK STIKOM Bali. 
 
Di bawah kendali Muchammad Naseer, gedung dan fasilitas STT Bandung terus mengalami peningkatan. Jumlah mahasiswa dan kepercayaan masyarakat juga terus bertambah, prestasi mahasiswa pun rutin hingga level internasional. Kini jumlah mahasiswa STT Bandung mencapai sekitar 3.500 orang, tersebar di tiga program studi (Prodi), yakni Prodi Teknik Informatika, Prodi Teknik Industri, dan Prodi Desain Komunikasi Visual atau DKV.
 
"Khusus Prodi DKV, kami bekerja sama dengan ITB STIKOM Bali untuk membuka program dua gelar, yakni gelar Sarjana Desain (S.Ds) dari STT Bandung dan Sarjana Komputer (S.Kom) dari Prodi Sistem Informasi, ITB STIKOM Bali," tutup Muchammad Naseer. 
wartawan
YUE
Category

Desa Adat Bongan Puseh Berharap Tradisi Mesuryak Kian Lestari

balitribune.co.id | Tabanan - Desa Adat Bongan Puseh berharap tradisi Mesuryak kian lestari setelah ditetapkan sebagai warisan budaya tidak benda (WBTB) oleh Pemerintah Pusat pada 15 Oktober 2025 lalu.

Selain terpelihara kelestariannya, tradisi Mesuryak yang sebagian besar dilaksanakan warga Desa Adat Bongan Puseh, bisa dikemas menjadi suatu atraksi budaya untuk kepentingan diversifikasi wisata di Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click

Alas Kedaton “Panen” Turis

balitribune.co.id | Tabanan - Galungan dan Kuningan, menjadi waktu sangat berharga bagi Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton di Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Di momen itu, terutama Umanis Galungan, objek wisata alam berupa hutan yang menjadi habitat kawanan monyet ini banyak dikunjungi turis baik domestik maupun mancanegara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DJP Bali Catat Kinerja Positif Penerimaan Pajak Tumbuh 10,32 Persen

balitribune.co.id | Denpasar - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Hingga Oktober, penerimaan pajak berhasil dihimpun sebesar Rp13,07 triliun, atau 72,68% dari total target tahunan yang dipatok Rp17,99 triliun.

Baca Selengkapnya icon click

Forum Bendesa Adat Ingin Proyek Lift Kaca Dilanjutkan

balitribune.co.id | Semarapura - Forum Paiketan Sejebak Bendesa Adat se-Nusa Penida menyatakan sikap bersama terkait polemik proyek lift kaca di kawasan wisata Kelingking, Desa Bunga Mekar. Perwakilan forum, Jro Ketut Gunaksa, menegaskan seluruh bendesa adat yang hadir sepakat agar pembangunan lift kaca dilanjutkan demi kepentingan masyarakat Nusa Penida.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Adi Arnawa Ikuti Gotong Royong Semesta Berencana Tanam Pohon dan Bersih Sampah

balitribune.co.id | Mangupura - Kegiatan Gotong royong Semesta Berencana Penanaman Pohon dan Bersih Sampah kembali dilaksanakan serentak di seluruh Bali. Kegiatan utama dipusatkan di Kawasan Pantai Telaga Waja, Kelurahan Tanjung Benoa, pada Minggu (30/11). Sebelum melaksanakan kegiatan penanaman 2.000 bibit pohon Mangrove dan bersih sampah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin Apel kesiapan pasukan.

Baca Selengkapnya icon click

Pedas! Harga Cabai Rawit Tembus Rp 75 Ribu per Kilo di Pasaran Pascakuningan

balitribune.co.id | Amlapura - Usai Hari Raya Kuningan, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Karangasem melonjak drastis. Di Pasar Amlapura Timur dan Pasar Terminal Karang Sokong, Subagan, Karangasem, harga cabai rawit saat ini sudah menyentuh Rp. 75.000 perkilo untuk kwalitas super, sementara untuk cabai campuran dijual  sebesar Rp. 65.000  perkilo.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.