Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sukses Tangani Persalinan Ibu Hamil Positif Covid-19, Ini Kata Tim Medis RSUP Sanglah

Bali Tribune /TIM MEDIS - Salah seorang Tim medis RSUP Sanglah usai melakukan pertolongan terhadap ibu hamil positif covid-19.
balitribune.co.id | Denpasar - Kabar baik berhembus dari RSUP Sanglah  Denpasar. Tim medis  rumah sakit terbesar di pulau Bali ini berhasil melakukan pertolongan persalinan terhadap seorang ibu hamil positif covid-19 pada Rabu (29/4). Bahkan kabar baiknya lagi, sang ibu dan anak yang diketahui berjenis kelamin laki-laki dalam kondisi sehat dan telah dilakukan test swab dengan hasil negatif covid-19. Keberhasilan ini pun menjadi penanganan persalinan kasus ibu hamil positif Covid-19  pertama di RSUP Sanglah. 
 
Dikonfirmasi melalui saluran telephone, Dr dr Anak Agung Ngurah Jaya Kusuma SpOGK MARS., selaku salah satu tim medis yang melakukan pertolongan persalinan terhadap ibu hamil positif covid-19 mengaku bersyukur dan berterimakasih atas  kerja sama  tim selama proses persalinan terhadap pasien ibu hamil positif covid-19. "Proses persalinan telah berjalan lancar, kondisi ibu dan anak saat ini baik, bahkan kami sudah lakukan tes PCR kepada ibu dan anak, hasilnya negatif," ujar  Ketua Himpunan Kedokteran Fetomaternal Bali ini dikonfirmasi melalui saluran telephone, Jumat (1/5). 
 
Dikatakan,  pertolongan persalinan terhadap pasien kali ini memang berbeda dengan penanganan pasien pada umumnya. Selain itu, pertolongan ini juga menjadi pengalaman pertama bagi tim medis RSUP Sanglah dalam melakukan pertolongan persalinan terhadap ibu hamil yang sebelumnya dinyatakan positif terpapar covid-19. "Penanganan pasien ini ibarat latihan silat, sudah ahli bertarung, tetapi belum punya pengalaman melawan musuh, begitu juga dengan kami, ini menjadi pengalaman pertama kami," ujarnya.
Mengingat menjadi penanganan kasus pertama kali, pihaknya pun mengaku bersama tim medis harus menyiapkan skema secara lengkap dan matang. Skema tersebut maksudnya segalanya disiapkan secara matang, mulai dari jadwal pertolongan, kesiapan pasien, kesiapan tim medis yang terlibat,  kesiapan ruangan tempat pertolongan dan segala sesuatu yang berhubungan terkait proses pertolongan. 
 
Untuk penanganan ibu hamil yang positif COVID-19, kata Dokter Jaya Kusuma, penanganan dilakukan agar dua-duanya, antara ibu dan bayi selamat. Selain itu penting juga harus dipikirkan agar mengurangi paparan ibu hamil terhadap lingkungan dan petugas. Sehingga, kesiapan tim medis, ruangan tempat persalinan dan bagaimana skema persalinan harus disiapkan dengan matang. "Sebelum kami lakukan pertolongan, disiapkan skema yang matang, jadi bagaimana ibu dan bayi selamat, tim medis juga selamat, lingkungan juga tidak terkena paparan. Jadi sebelum melakukan persalinan, kami harus pastikan  lebih dulu semuanya siap,  tim medis pun harus menggunakan APD lengkap dan benar," ujarnya.
 
Sementara khusus untuk pasien, katanya lagi, sebelum melakukan pertolongan, pasien juga telah dilakukan tes PCR untuk memastikan kondisi pasien.  "Kami menunggu tes PCR terlebih dahulu, kami pastikan tes PCR negatif sebanyak dua kali. Setelah tes PCR negatif kami lakukan pertolongan, sekali lagi dengan skema yang  sudah disiapkan dengan matang," ujarnya. 
 
Dikatakan, sebelum proses persalinan, pihaknya mengakui pasien sempat mengalami tensi tinggi. Namun demikian pihaknya berupaya agar dapat menenangkan pasien melalui video, agar pasien tenang dalam menjalani proses perawatan maupun proses persalinan. 
 
Selain itu, dari sisi tim medis, juga sempat ada kekhawatiran mengingat belum pernah melakukan penanganan seperti ini sebelumnya. "Tim kami awalnya sempat ada kekhawatiran, tetapi setelah dilakukan pertolongan dan hasilnya ternyata berhasil dengan kondisi ibu dan anak sehat membuat tim begitu bahagia. Ini berkat  semua pihak yang terlibat," ujar Ketua Divisi Fetomaternal FK Departemen Obstetri Ginekologi FK Unud / RSUP Sanglah ini.
 
Sementara itu, keberhasilan proses persalinan dari tim RSUP Sanglah terhadap ibu hamil positif Covid-19 diapresiasi pihak keluarga. Pihak keluarga mengaku bersyukur dan berterimakasih atas kerja keras seluruh tim yang bertugas. 
 
"Terimakasih atas doa dan kerjasama semuanya, terutama kepada tim medis RSUP Sanglah, ponakan kami sudah melahirkan, anaknya laki-laki.  Suksma juga atas doa dan suportnya,  info baiknya lagi, setelah dilakukan perawatan hasil swab test ponakan saya juga negatif, kemudian sang bayi  juga swabnya negatif," ujar salah satu keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya saat dihubungi melalui saluran telephone, Jumat (1/5).
wartawan
I Wayan Sudarsana
Category

Konjen Jepang di Denpasar Serahkan Penganugerahan Bintang Jasa Jepang kepada Prof. Wirawan

balitribune.co.id | Denpasar - Upacara Penganugerahan Bintang Jasa Jepang untuk Musim Gugur Tahun 2025 kepada Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Udayana berlangsung Senin 16 Maret 2026, bertempat di Kediaman Dinas Konsul-Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click

Nyepi Caka 1948, Bupati Badung Ajak Masyarakat Jaga Keteduhan Hati dan Kebersamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung.

Bupati dan Wakil Bupati Badung berharap perayaan Nyepi Caka 1948 membawa ketenangan, kedamaian, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Soal Utang Obat RSU Tabanan, Komisi IV Minta Ada Audit dan Subsidi Pemkab

balitribune.co.id I Tabanan - Komisi IV DPRD Tabanan mengusulkan perlunya audit terhadap piutang pasien yang memicu penumpukan utang obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp36 miliar lebih di RSU Tabanan.

Tidak hanya itu, Komisi IV berencana akan bertemu dan meminta Bupati Tabanan memberikan dukungan anggaran untuk menyelamatkan operasional rumah sakit rujukan tipe B tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tewasnya Desak Gayatri di Moskow Ungkap Risiko Fatal Berangkat Non-Prosedural

balitribune.co.id | Singaraja - Desak Komang Ayu Gayatri, pekerja migran asal Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, meninggal dunia saat bekerja di Kota Moskow, Rusia. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Buleleng, Putu Arimbawa membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, Desak Gaytari meninggal dalam peristiwa kebakaran yang terjadi ditempatnya bekerja.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.