Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tahun 2024, BPJS Kesehatan Tanggung Perawatan Penyakit Stroke

Bali Tribune / Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof Ngoerah, dr I Wayan Sudana (tengah)
balitribune.co.id | DenpasarKementerian Kesehatan RI memberikan target hingga tahun 2024 untuk memaksimalkan pelayanan penyakit stroke di seluruh Indonesia. Sebab penyakit ini merupakan salah satu dari 4 penyakit penyebab kematian terbesar di Indonesia. Di Provinsi Bali, Kemenkes telah mentarget RSUP Prof Ngoerah (nama baru untuk RSUP Sanglah) untuk melatih Rumah Sakit Daerah (RSUD) Jembrana dan RSUD Buleleng tahun 2023 melakukan pelayanan ini. Kemenkes mengantensi Rumah Sakit Kabupaten dan Kota bisa melakukan intervensi non bedah untuk pasien stroke.
 
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penyakit stroke berada diurutan ketiga dari daftar penyakit penyebab kematian tertinggi. Penyakit ini membuat kualitas hidup penderitanya menjadi buruk karena dua hal, yakni menyebabkan kematian dan angka kecacatan yang tinggi. Sehingga ia memerintahkan RS Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof DR dr Mahar Mardjono Jakarta sebagai pengampu dalam pelayanan ini. 
 
“Saya mengamati bahwa stoke ini penyakit yang buruk sekali. Kematiannya tinggi nomor tiga, setelah jantung dan kanker. Baik beban kecacatan maupun beban keuangan yang tinggi. Oleh karenanya saya meminta kepada RS Mahar Mardjono mengaktifkan fungsi pengampuannya.
Saya minta 34 provinsi harus bisa bedah otak terbuka. Dan harus memastikan 514 Kabupaten dan Kota bisa melakukan intervensi non bedah coiling atau trombektomi,” ungkapnya. 
 
Untuk di Bali, Budi Gunadi menekankan agar dua Rumah Sakit di Kabupaten Jembrana dan Buleleng mendapat perhatian khusus pengampuan pelayanan sroke dengan intervensi non bedah ini di tahun depan. Sementara pembiayaan sedang diupayakan dicover BPJS namun  keputusannya tahun depan. 
 
Sedangkan untuk rujukan nasional untuk otak, Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof DR dr Mahar Mardjono, Mursyid Bustami menjelaskan, penyakit stroke menjadi masalah utama dalam bidang kesehatan dengan angka prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Penanganan penyakit ini juga membutuhkan pembiayaan yang tinggi.
 
Dengan ditunjuknya RS PON sebagai koordinator dalam penanganan penyakit stroke secara nasional ini, pihaknya melakukan kerja sama dengan rumah sakit vertical pemerintahan untuk meningkatkan kemampuan intervensi non bedah. Salah satunya adalah RSUP Prof Ngoerah yang dinilai sudah lengkap baik sarana, prasarana, maupun SDM-nya. Sehingga diharapkan akan mengambu rumah sakit-rumah sakit di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Bali - Nusra). Pihaknya akan melakukan pengampuan di Bali dan provinsi tetangga, yaitu NTB dan NTT. 
 
Untuk mendukung kesuksesan pelayanan intervensi non bedah pada penderita stroke, pihaknya masih melakukan komunikasi agar biaya pengobatannya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
 
“Sejalan dengan ini juga dilakukanlah perbaikan mengenai tariff-tarif untuk layanan prioritas ini. Salah satunya adalah coiling. Ini nanti juga akan ditanggung oleh BPJS, tapi masih dalam proses. Kemudian juga tindakan-tindakan yang lain juga sama. Karena tidak mungkin ini akan sukses kalau tarif di BPJS-nya juga tidak kita lanjuti,” katanya.
 
Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, dr I Wayan Sudana mengatakan, RSUP Prof Ngoerah sebagai rumah sakit pengampu utama mempersiapkan diri untuk bisa melaksanakan program intervensi non bedah ini. "Untuk memeprsipakan itu kami sudah membuat jadwalnya. Dari segi SDM perawatan nanti pasti kami dampingi. Sama seperti kita kemarin didampingi oleh RS PON,” ungkapnya di Denpasar, Selasa (27/12).
 
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom menyampaikan, untuk menunjang kesiapan Rumah Sakit di Bali dalam menangani penyakit stroke, pihaknya meminta RSUP Prof Ngoerah untuk mengampu rumah sakit lain dalam mempersiapkan layanan ini. Rencananya, pertengahan tahun 2023 mendatang, dua rumah sakit yang ada di Bali sudah bisa melakukan layanan intervensi non bedah, yaitu RSUD Mangusada dan RSUD di Kabupaten Jembrana.“di Bali ada sembilan Kabupaten dan Kota yang memiliki RS Madya. Dan satu rumah sakit propinsi juga yang madya juga sangat sangat siap nanti kedepan akan diadakan juga kegiatan seperti ini,” ujarnya. 
wartawan
RAY
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Perkuat Peran PKK dalam Peringatan HKG PKK Ke-54 Kabupaten Tabanan

balitribune.co.id | Tabanan - Semangat memperkuat pemberdayaan keluarga sebagai fondasi pembangunan kembali ditegaskan oleh Ny Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua TP. PKK Kabupaten Tabanan dalam Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kabupaten Tabanan Tahun 2026. Kegiatan yang juga dihadiri oleh Bupati Tabanan, Dr.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pos dan Portal di Subak Munggu Dibongkar, Akses Jalan Warga dan Petani Kembali Dibuka

balitribune.co.id | Mangupura - Permasalahan penutupan akses jalan di kawasan Subak Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, akhirnya menemukan titik terang. Penyewa lahan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, Dewa Merta Sedana alias Ajik Toyota, secara sukarela membongkar portal dan membuka kembali akses jalan bagi warga lokal serta petani setempat.

Baca Selengkapnya icon click

Dekatkan Layanan di Panjer, HD Motor 99 Resmi Hadir Dibekali 6 Pit Service

balitribune.co.id | Denpasar - Kabar baik bagi para pemilik dan calon konsumen sepeda motor Honda di kawasan Panjer dan sekitarnya. Pos Panjer HD Motor 99 secara resmi beroperasi dengan menghadirkan fasilitas enam pit service untuk melayani perawatan serta servis kendaraan secara lebih cepat dan nyaman.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.