Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tak Perlu ke Jepang, Harper Kuta Bali Hadirkan Sensasi Tokyo Lewat “60 Seconds to Tokyo”

kuliner
Bali Tribune / Harper Kuta Bali menghadirkan “60 Seconds to Tokyo”, sebuah pengalaman kuliner yang membawa cita rasa dan semangat Japanese street food

balitribune.co.id | Mangupura — Masyarakat Bali dan wisatawan yang tengah berlibur kini dapat merasakan atmosfer kuliner Tokyo tanpa harus meninggalkan Pulau Dewata. Harper Kuta Bali resmi menghadirkan “60 Seconds to Tokyo”, sebuah pengalaman kuliner yang membawa cita rasa dan semangat Japanese street food langsung ke Kuta.

Beragam menu khas Jepang dan kreasi terinspirasi jalanan Tokyo disajikan dalam rangkaian program ini, mulai dari Chicken Katsu Sando, Takoyaki, Burger, Hambagu, hingga Yakimeshi Fried Rice. Pengalaman bersantap semakin lengkap dengan pilihan dessert dan minuman bernuansa Jepang, seperti kreasi Matcha dan Hojicha yang menghadirkan karakter rasa khas dengan sentuhan modern.

Konsep “60 Seconds to Tokyo” dirancang lebih dari sekadar menawarkan hidangan. Kampanye ini mengusung format culinary journey—sebuah perjalanan singkat yang membawa para tamu membayangkan suasana Tokyo melalui kombinasi makanan, visual, dan atmosfer yang playful.

Dengan pendekatan yang vibrant dan dekat dengan gaya hidup generasi modern, Harper Kuta Bali ingin menunjukkan bahwa menikmati kuliner Jepang tidak harus selalu identik dengan suasana formal. Sebaliknya, hidangan tersebut dapat dinikmati secara santai, seru, dan menjadi bagian dari momen berkumpul bersama teman maupun keluarga.

"Melalui 60 Seconds to Tokyo, kami ingin memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar menikmati makanan. Kami ingin membawa sedikit energi dan karakter Tokyo ke Bali melalui rasa, presentasi, serta suasana yang kami hadirkan. Kami berharap program ini dapat menjadi pengalaman baru bagi tamu hotel maupun masyarakat Bali yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda," ujar Mutiara, Marketing Harper Kuta Bali.

Bagi manajemen, program ini sekaligus menjadi upaya untuk memperkaya pengalaman perjalanan para wisatawan domestik, mancanegara, maupun masyarakat lokal yang berada di kawasan Kuta sebagai salah satu pusat pariwisata utama di Bali.

Menariknya, program kuliner ini terbuka untuk umum dan tidak hanya dikhususkan bagi tamu yang menginap. Berlangsung hingga 31 Desember 2026, “60 Seconds to Tokyo” menawarkan alternatif bersantap yang nyaman di lingkungan hotel. Program ini membawa pesan sederhana: tidak perlu menunggu tiket pesawat ke Tokyo untuk menikmati cita rasanya, cukup berkunjung ke Kuta dan nikmati kelezatannya dalam setiap gigitan.

wartawan
RED
Category

Bunda Rai Hadiri Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali, Perkuat Sinergi Aksi Berbelanja dan Berbagi untuk Masyarakat

balitribune.co.id | Bangli - Komitmen TP PKK Kabupaten Tabanan dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang digagas TP PKK Provinsi Bali kembali ditunjukkan melalui kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny.

Baca Selengkapnya icon click

Video Syur Guru PPPK Viral, Polisi Buru Mantan Suami

balitribune.co.id I Negara - Sebuah unggahan di media sosial yang menampilkan rekaman video pribadi seorang guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Jembrana mendadak viral dan menjadi perbincangan publik. Dalam hitungan jam, video berdurasi sekitar empat menit lebih itu menyebar luas, memicu beragam reaksi dari warganet.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Badung Hadiri Tiga Pujawali di Darmasaba, Tegaskan Penguatan Infrastruktur dan Keamanan Berbasis Desa Adat

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri rangkaian tiga kegiatan Pujawali di Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (7/7/2026). Kehadiran ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dalam melestarikan adat sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.

Baca Selengkapnya icon click

Pekerjakan LC Dibawah Umur, Pemilik Kafe Terancam 15 Tahun Penjara

balitribune.co.id I Negara - Di balik gemerlap lampu dan hingar-bingar musik tempat hiburan malam, tersimpan kisah yang seharusnya tidak dialami seorang remaja berusia 16 tahun. Jauh dari kampung halamannya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, gadis berinisial TW justru berakhir menjadi Lady Companion (LC) atau pemandu lagu di sebuah kafe di Kabupaten Jembrana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.