Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tak Punya Identitas, 10 Anak Punk Dipulangkan ke Jawa

Bali Tribune/ Satpol PP Jembrana kembali mengamankan gerombolan anak funk masuk Bali tanpa identitas, perbekalan dan tujuan yang jelas.
balitribune.co.id | Negara -  Untuk kesekian kalinya, gerombolan anak punk dikembalikan ke daerah asalnya. Kali ini 10 anak punk kembali diseberangkan ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. 
 
Untuk membendung gerombolan anak-anak punk ke Bali, jajaran Satpol PP Jembrana tengah berkordinasi dengan Satpol PP Banyuwangi, Jawa Timur. Tujuannya, untuk meminimalisir serbuan gerombolan punk ke Bali.
 
Pulau Bali kerap menjadi serbuan anak punk yang tidak mengantongi identitas mapun tujuan yang jelas. Teranyar jajaran Satpol PP Jembrana Jumat (31/1) memulangkan sepuluh orang remaja tanggung yang terciduk di wilayah Jembrana. Mereka yang tidak ada satupun yang memiliki identitas tersebut diseberangkan ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. 
 
Gerombolan anak punk yang juga tanpa perbekalan apapun tersebut sebelumnya berusaha meloloskan diri dari pemeriksaan petugas di pos pengamanan pintu masuk Bali dengan melompati pagar pembatas di areal Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.
 
Kasatpol PP Kabupaten Jembrana, I Gusti Ngurah Rai Budhi mengatakan penindakan terhadap sepuluh anak punk tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan gerombolan anak punk tanpa identitas.
 
Setelah dilakukan patroli gangguan trantibum (kentertaman dan ketertiban umum) akhirnya kesepuluh anak punk tersebut berhasil diamankan. Anak jalanan berpakaian ala punk diamankan saat tengah berusaha menyetop kendaraan di wilayah Kota Negara.  
 
Menurutnya remaja belasan tahun dari sejumlah wilayah di Pulau Jawa ini datang ke Bali dengan tujuan yang tidak jelas, tanpa identitas dan perbekalan."Jadi kami amankan 10 orang di simpang taman sari kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara. Mereka ini yang diketahui melompat pagar di Pelabuhan Gilimanuk menghindari pemeriksaan pos KTP," ucapnya. 
 
Mereka yang diamankan dan dikembalikan ini berasal dari sejumlah wilayah yakni M. Wildan faturahman (16), Ahmad Irfan (19), Rifai Bashaki (15) dan Ahmad Saifudin (18) asal Sidoarjo, Jawa Timur. M Samsul Udin (17), Ahmad samsul (19), Moh Sugeng (17) dan Moh Saifudin Wijaya (14) asal Jepara Jawa Tengah. Ferbianto (17) asal Lumajang Jawa Timur serta  Moh Abdul (15) asal Demak Jawa Tengah.
 
Setelah diamankan di wilayah Keluarahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, mereka akhirnya digiring oleh petugas ke Kantor Satpol PP Jembrana. 
 
Berdasarkan pendataan yang dilakukan petugas, mereka tidak ada satupun yang mengangtongi identitas diri, terlebih menurutnya anak jalanan tersebut masih berusia remaja yang seharusnya masih dalam pengawasan orang tuanya. Pihaknya mengaku keberadaan anak jalanan tersebut memang meresahkan masyakarat serta berpotensi mengganggu ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Sehingga pihaknya mengambil tindakan tegas dengan pemulangan. 
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Insiden Manta Point, Turis Korea Selatan Ditemukan Tak Bernyawa Saat Snorkeling

balitribune.co.id | Nusa Penida - Niat menikmati keindahan bawah laut Nusa Penida berakhir tragis. Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Korea Selatan bernama Seungmin Ryu (40) dilaporkan meninggal dunia saat melakukan aktivitas snorkeling di perairan Manta Point, Kabupaten Klungkung, pada Selasa (2/2/2026) lalu.

Baca Selengkapnya icon click

Tabrakan Maut di Bypass Ir Soekarno, Pemotor Tewas Tabrak Truk Parkir

balitribune.co.id | Tabanan - Seorang pemotor tewas setelah menghantam truk tronton yang parkir di pinggir jalan Bypass Ir Soekarno, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Rabu (4/2). Korban bernama I Wayan Sumerta (54) meninggal dunia di lokasi kejadian akibat masuk ke kolong kendaraan besar tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Menu Sate MBG Basi, Siswa di Dua SDN Karangasem Ogah Makan

balitribune.co.id | Amlapura - Nasi belum tanak serta lauk berupa sate basi membuat para siswa di dua Sekolah Dasar (SD) penerima manfaat MBG di Karangasem ogah memakannya pada Rabu (4/2) pagi. Dua SD yang menerima makanan basi tersebut masing-masing SD Negeri 5 Karangasem dan SD Negeri 1 Karangasem.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.