Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Taman Kotor dan Tak Terawat, Petugas Jadi Tumbal

Bali Tribune / PANTAU - Bupati memantau progres pertamanan Alun-alun Gianyar.
Balitribune.co.id | Gianyar - Cantiknya penampilan Kota Gianyar yang dihiasi bunga taman dan penataan lampu, kini menjadi bahan evaluasi bagi kinerja petugas pertamanan dan kebersihan. Karena pola kerja dan tanggungjawab mereka kini akan dengan mudah dievaluasi. Setiap petugas dibebankan kavlingan tanggungjawab untuk masing-masing zona yang sudah ditentukan. Jika ditemukan Taman Kotor atau tak terawat, petugas siap-siap diganjar sanksi.
 
Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Senin (30/11), mengungkapkan, hingga tahun 2021 pihak belum berencana untuk menambah tenaga untuk pemeluharaan dan kebersihan taman serta fasilitas umum lainnya. Untuk itu, pihaknya akan memaksimalkan tenaga yang sudah ada dengan jumlah sekitar 400 orang. Dalam bertugas nantinya mereka akan dibagi dengan sistem Zona. Dicontohkannya, di Alun-alun Gianyar, kini disiapkan 15 orang petugas untuk memastikan kebersihan dan keterawatan taman. Petugas ini nantinya harus setiap hari ada dengab sistem yang ditentukan oleh OPD terkait. jadi, mereka akan melakukan absensi dan kegiatan lainnya di sana. 
 
Termasuk pertamanan di tempat lain seperti di sepanjang Jalan Dharma Giri juga dipastikan ada zona kerjanya. Dengan jarak tertentu akan dibebenkan pada beberapa orang petugas sehingga jelas tanggungjawabnya. "Kalau ada zona yang kotor atau tak terawat, akan ada sanksi tentunya. Kalau THL mungkin kontraknya tidak diperpanjang dan kalau petugasnya PNS tentunya ada sanksi tegas pula. Sekarang ini, secara profesional mereka akan kelihatan kerjanya," yakin Bupati.
 
Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gianyar I Wayan Kujus Pawitra, mengumpulkan seluruh mandor di bidang pembersihan/penyapuan taman dan bidang pengangkutan sampah. Ditekankan, bahwa progres pembangunan fasilitas umum di Gianyar harus sejalan dengan pelayanan kebersihan. Untuk memastikan Gianyar tetap indah, nyaman dan aman harus diimbangi dengan intensitas kinerja petugas penyapuan dan pengangkutan yang efektif.
 
Khusus untuk petugas pengangkutan sampah diminta untuk memastikan sampah di masing-masing TPS tidak mengusik kenyamanan. Upayanya dengan peningkatan intensitas pengangkutan. Sehingga tidak ada lagi penumpukan sampah di TPS, apalagi sampai meluber. Karena itu, jadwal pengangkutan diperketat dan ditambah. Demikian pula pada petugas penyapuan, di kawasan kota harus tetap menjaga kebersihan wilayah kerjanya. Tidak boleh ada sampah berceceran di sekitar taman dan fasum lainnya. 
wartawan
Nyoman Astana
Category

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.