Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tanpa Kompensasi, Pedagang Pasar Gianyar keluarkan Biaya Rp 500 Ribu Bongkar Los Berjualan

Bali Tribune BONGKAR LOS - Pedagang pasar Gianyar melakukan bongkar los untuk pindah ke pasar relokasi

balitribune.co.id | Gianyar - Tidak ingin dikejar batas waktu, sejumlah pedagang pasar Umum Gianyar sudah mulai melakukan pemindahan barang dan pembongkaran los tempat berjualan. Mengingat, hingga tanggal 24 Mei ini semua pedagang sudah harus pindah dan pembongkaran bangunan pasar umum Gianyar akan dilaksanakan tanggal 28 Mei mendatang. Dalam proses pemindahan dan pembongkaran los ini, pedagang pun harus mengeluarkan dana hingga Rp 500 Ribu.

I Nyoman Nata pedagang kain asal desa Temesi, Gianyar, disela-sela pembongkaran kiosnya, Minggu (17/5) mengungkapkan, pihaknya memilih melakukan pemindahan  dan pembongkaran lebih awal, karena tidak ingin tergesa-gesa disaat batas waktu ditentukan. Bahkan untuk barang dagangan sudah dikemas lebih awal dengan pola dipak sehingga mereka tidak bisa berjualan lagi. demikin juga di tempat relokasi, mereka juga membutuhkan beberapa penataan sehingga perlu beberapa hari sebelum bisa berjualan. "Saya pilih lebih awal. Ada sekitar  seminggu lalu saya tidak bisa berjualan. Toh, saat pandemi inipula, situasi pasar kan juga lagi sepi " ungkap Nyoman Nata yang diiyakan I Ketut Suarsa pedagang kain lainnya. 

Namun, pengbongkaran lebih awal ini didominasi oleh pedagng kain, sementara sejumlah pedagang jenis lainnya memilih membongkar kiosnya di akhir-akhir batas waktu.  Seperti halnya pedagang buah, pedagng daging , sayur mayur yang tidak banyak membutuhkan penataan tempat di pasar relokasi. Karena itu, mereka memilih bongkar kiosnya menjelang akhir waktu yang ditentukan, yakni tanggal 24 Mei nanti. "Kami pindah belakangan aja, sembari memberitahu palanggan tentang tempat atau posisi kami berjualan di Pasar Relokasi," Jelas Ibu Wayan, yang mengaku asal Karangasem tapi sudah lama tinggal di Gianyar. 

Menurut pengakuan para pedagang, untuk membongkar pasang los mereka dikenai ongkos 500-600 ribu rupiah. Mereka mengeluarkan dari kantong pribadi. Memang tidak ada kompensasi untuk membongkar los ini. Karena sejak awal yang disewa adalah los terbuka. "Biaya 500 Ribu itu untuk bongkar ini semua karena saya pakai roling dor, rata-rata semua demikian" ungkap Ibu Wayan. Ia pun mengaku sudah mendapatkan undian di pasar relokasi. 

Hal ini pun diakuinya cukup berat pada situasi corona ini. Diakuinya biasanya dagangannya laku 3-5 kain, kalau sekarang satu pun bisa tidak dapat. "berat kalau situasi seperti ini, sambil menunggu pembeli kadang kita bengong" ungkapnya.

Kepala dinas Industri dan Perdagangan Gianyar, Luh Gede Eka Suary saat dikonfirmasi terkait kompensasi pembongkaran los,  mengatakan, memang sejak dari awal kesepakatannya tidak ada kompesasi itu. Karena sejak dari awal yang di sewa itu adalah los terbuka tanpa ada sekat-sekatan. Namun pedagang bisa menyekat sendiri losnya tapi tidak boleh mengganggu pedagang disampingnya. "pembongkaran itu tanggung jawab pedagang sendiri, karena dari dulu yang di sewa los terbuka, bukan berisi tebeng-tebeng (sekat-red) " ujar Eka Suary.

wartawan
I Nyoman Astana
Category

Inflasi Bali Perlu Diwaspadai, Rantai Pasokan dan Logistik Harus Diperkuat

balitribune.co.id | Denpasar - Tekanan inflasi di Bali memasuki fase yang perlu mendapat perhatian serius menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali diminta memperkuat pengawasan terhadap pasokan pangan, kelancaran distribusi, hingga perkembangan biaya transportasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Belanja Gianyar Rp4,3 Triliun, Pendapatan  Rp3,4 Triliun

balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan defisit mencapai Rp921,956 miliar lebih.

Rancangan tersebut disampaikan Bupati Gianyar I Made Mahayastra melalui Pengantar Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPRD Gianyar, Senin (7/9), di Ruang Sidang Utama DPRD Gianyar. Rapat dipimpin Ketua DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Huma Cafe Kebobolan Lagi, Barang Berharga Dikuras Maling

balitribune.co.id I Gianyar - Pengusaha di Kabupaten Gianyar kembali dibuat resah oleh aksi pencurian. Huma Cafe di Kecamatan Tegallalang bahkan harus mengalami kejadian serupa untuk kedua kalinya. Kali ini,  pelaku tidak hanya membawa kabur sejumlah barang berharga, tetapi diduga sempat mengacak-acak sistem keamanan kafe untuk memuluskan aksinya.

Baca Selengkapnya icon click

Rekayasa Lalin Ubud Belum Optimal, Dishub Gianyar Turunkan Skenario Anyar

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah dua pekan Rekayasa Lalin tahap II diterapkan, ternyata belum efektif meratakan volume kendaraan di kawasan Ubud. Mulai, Selasa ( 8/9/2026) Dinas Pehubungan ( Dishub) Gianyar kembali turunkan  skenario anyar. Dalam Rekayasa Tahap III ini,  Jalan Raya Ubud dari Catus Pata hingga simpang Patung Arjuna satu jalur keluar Ubud dan  Pangosekan dari simpang Pertamina  menuju Ubud.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.